Taufik Hidayat
Universitas Nusa Cendana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Buku Digital interaktif Sebagai Media Pengembangan Literasi Mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Nusa Cendana Ayu Febrianti Akbar; Djakariah Djakariah; Jakub Sadam Akbar; Sarlota Sipa; Saswal Ukba; Taufik Hidayat
Journal on Education Vol. 8 No. 2 (2025): Journal on Education: Volume 8 Nomor 2 Desember - Februari 2026
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v8i2.9014

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah metode pembelajaran di zaman revolusi industri 4.0. Salah satu manifestasi dari kemajuan TIK adalah pemanfaatan buku digital sebagai solusi dalam peningkatan literasi pada dunia pendidikan Penelitian ini menekankan bagaimana pemanfaatan buku idgital dapat merefleksikan pengetahuan dan wawasan mahasiswa karena diketahui teknologi memili peranan besar sebagai sumber belajar mandiri mahasiswa Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif melalui studi kepustakaan atas dokumen, artikel, jurnal, serta karya akademik yang relevan. Temuan penelitian menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan maasiswa merupakan kunci dalam menjaga kesinambungan meningkatkan literasi digital . Dengan demikian, Perubahan dalam teknologi informasi dan komunikasi telah memodifikasi cara pembelajaran di era revolusi industri 4.0. Salah satu wujud dari kemajuan TIK adalah penggunaan bahan ajar digital yang berpotensi menjadi solusi untuk meningkatkan budaya membaca di dunia pendidikan secara khusus, serta di masyarakat Indonesia secara umum. Dengan sejumlah keunggulan dan daya tarik yang ada pada buku digital, diharapkan minat mahasiswa untuk membaca akan meningkat, sehingga kemampuan literasi di Indonesia dapat semakin baik. Dengan cara ini, budaya literasi juga akan terus tumbuh. Kata kunci: Teknologi, Buku Digital, Literasi, Pendidikan, Mandiri.
Between Prestige And Importance: The Reason Why The British East India Company Survived In Bengkulu, 1685-1825 Taufik Hidayat; Febta Pratama
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Pendidikan Vol 13 No 1 (2026): JURNAL SEUNEUBOK LADA (In Progress)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jsnbl.v13i1.13398

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis alasan mengapa Perusahaan Hindia Timur Inggris (EIC) mempertahankan kekuasaannya di Bengkulu selama periode 1685-1824. Pertanyaan penelitian dalam studi ini adalah: apa faktor utama yang mendorong Inggris untuk tetap berada di Bengkulu? Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan politik-ekonomi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor utama di balik keteguhan EIC di Bengkulubukan hanya karena keuntungan ekonomi dari perdagangan ladantuk mempertahankan hegemoni dan prestise dalam persaingan dengan Belanda di kepulauan Indonesia. Lada di Bengkulu menjadi simbol politik dan perpanjangan tangan EIC di wilayah tersebut. EIC tetap berada di Bengkulu hingga Perjanjian London tahun 1824, yang menandai berakhirnya kekuasaannya di Bengkulu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dimensi politik dan prestise kolonial dapat menjadi faktor strategis yang sama kuatnya dengan motif ekonomi dalam mempertahankan wilayah kolonial.