Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pola Pengobatan Anemia Pada Ibu Hamil di Salah Satu Rumah Sakit Ibu dan Anak Deswati, Dytha Andri; Suliska, Nova; Maryam, Sri
FamilyEdu: Jurnal Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Prodi PKK - Departemen PKK - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia adalah suatu  keadaan  dimana  tubuh  memiliki  jumlah  sel  darah  merah  yang terlalu  sedikit, yang mana  sel darah  merah  tersebut  mengandung hemoglobin  yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Menurut WHO prevalensi ibu hamil yang mengalami anemia sekitar 35-75 %, serta semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan usia kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat anemia pada ibu hamil di salah satu Rumah Sakit Ibu dan Anak Kabupaten Karawang. Metode yang digunakan adalah metode deskritif dengan pengumpulan data secara retrospektif pada bulan Januari – Desember 2017 dengan menggunakan data  sekunder  yang diambil dari rekam medis dan resep dengan  jumlah  sampel sebanyak 125 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien ibu hamil anemia yang berobat ke salah satu Rumah Sakit Ibu dan Anak Kabupaten Karawang terdiri atas anemia ringan sebanyak 64,8%, anemia sedang (30,4%),  dan anemia berat 4,8 %. Penggunaan obat anemia pada ibu hamil sesuai dengan standar, dengan mempertimbangkan efek samping yang akan diterima oleh ibu dan janin. Tablet Neo Tambah Darah digunakan sebagai obat anemia yang paling aman, peresepan obat ini sebanyak 100%   dan kombinasi Tablet Neo Tambah Darah dengan Folamil Genio® sebanyak 78,4%. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa terapi pengobatan anemia yang diterapkan sesuai dengan acuan WHO.
Cardioprotective Potential of Ethanol Extract of Sonchus Arvensis L. Leaves on Isoproterenol-Induced Myocardial Infarction in Rat Neng Fisheri Kurniati; Elin Yulinah Sukandar; Rian Pardilah; Nova Suliska; Dhyan Kusuma Ayuningtyas
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 16 No 1 (2018): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1805.662 KB) | DOI: 10.35814/jifi.v16i1.434

Abstract

Sonchus arvensis L. leaves have been used traditionally to treat various disease conditions. This study is designed to evaluate cardioprotective potential of ethanol extract of S. arvensis leaves on isoproterenol-induced myocardial infarction in Wistar rat. Male Wistar albino rats were divided into three main groups: negative control (saline only), positive control (isoproterenol only), and S. arvensis extract treated groups. S. arvensis extract was administered in three doses; 50, 100, and 200 mg/kg b.w. p.o for 14 days. On day 13 and 14, isoproterenol (85 mg/kg bw) was given intraperitoneally to positive control and extract treated groups. The parameters studied were cardiac biomarker enzymes which were Creatine Kinase (CK), Creatine Kinase-MB (CK-MB), Aspartate Transaminase (AST), Alanine Transaminase (ALT) and Lactate Dehydrogenase (LDH). The results showed that S. arvensis at dose of 50 mg/kg b.w. could significantly (P<0.05) reduce the level of CK, CK-MB, AST, ALT, and LDH in myocardial infarcted rats compared to positive control. The increase of the dose of S. arvensis extract was not followed by an increase of its cardioprotective activity. In conclusion, Sonchus arvensis L. leaves extract at dose of 50 mg/kg b.w. has potential to be developed as cardioprotective drug.
Efek Antidiare Infusa Daun Senggani (Melastoma malabathricum L.) Pada Mencit Jantan Galur Swiss Webster Yang Di Induksi Oleum ricini Nova Suliska; Thito Dwi E; Herlinda Herlinda
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 17 No 2 (2019): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.337 KB) | DOI: 10.35814/jifi.v17i2.733

Abstract

Diarrhea is a disorder of defecation more than 3 times a day with the consistency of liquid stool, blood and/or mucus. The plants that is used by the community for diarrhea is senggani (Melastoma malabathricum L.). This study aims to determine the antidiarrheal effects and dose of senggani leaves infusion in mice induced by Oleum ricini. Mice were grouped into 5 groups: the positive control group (diarrhea induction), the comparison group (loperamide), and senggani leaves infusion test group with a dose of 26 mg/kg bw, 52 mg/kg bw, and 104 mg/kg bw. Mice induced diarrhea with Oleum ricini, 30 minutes later the mice were given the samples, except the positive control group. The faecal frequency, weight, and consistency were measured every 30 minutes for 4 hours. Senggani leaves infusion group 52 mg/kg bw showed the frequency and faecal weight were significantly different compared to the positive control group (P <0.5) at 240 minutes observation. The faecal consistency of senggani leaves infusion groups 52 mg/kg bw tends to be normal at 240 minutes observation. Senggani leaves infusion 52 mg/kg bw showed the best antidiarrheal effect compared to senggani leaf infusion 26 mg/kg bw and 104 mg/kg bw in Oleum ricini-induced mice.
STUDI LITERATUR TUMBUHAN INDONESIA SEBAGAI AGEN PROTEKSI KERUSAKAN GINJAL Attifah Zahra Shafira; Elin Yulinah Sukandar; Nova Suliska
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol. 47 No. 1 (2022)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/api.v47i1.16957

Abstract

Gagal ginjal adalah kondisi ketika ginjal kehilangan kemampuan untuk menyaring zat sisa dari darah dengan baik. Penanganan gagal ginjal memerlukan biaya yang tidak seidkit. Kajian pustaka ini bertujuan untuk mengumpulkan tumbuhan Indonesia yang memiliki efek proteksi terhadap kerusakan ginjal sehingga dapat mencegah maupun menghambat progresivitas kerusakan ginjal. Tumbuhan Indonesia yang digunakan pada kondisi akut terdapat 11 tumbuhan, diantaranya akar manis, bawang putih, binahong, jinten hitam, kelor, ketumbar, mimba, pepermin, rosmery, salam koja, dan tomat, sedangkan yang digunakan pada kondisi kronis terdapat 6 tumbuhan, diantaranya cengkeh, daun gedi, kunyit, lada, meniran, dan srikaya. Tumbuhan Indonesia yang dapat digunakan pada kondisi akut dan kronis terdapat 6 tumbuhan, diantaranya anggur, delima, jahe, kelabet, kelembak, dan teh. Berdasarkan 23 tumbuhan yang diperoleh, terdapat 4 tumbuhan yang sesuai dengan penggunaan empiris untuk mengatasi penyakit ginjal, diantaranya meniran, akar manis, mimba, dan jinten hitam. Tumbuhan sebagai agen proteksi kerusakan ginjal yang potensial untuk kondisi kerusakan akut, diantaranya ekstrak etanol teh hijau, metabolit tomat yaitu likopen, jus bawang putih, minyak biji delima, dan serbuk biji kelabet, sedangkan untuk kondisi kronis, diantaranya ekstrak air teh hijau, ekstrak metanol daun delima, atau ekstrak etanol rizoma jahe, metabolit kunyit yaitu kurkumin, minyak biji delima, dan serbuk biji kelabet.
Antihyperglycemia Effects of Ethanol Extract of Rambutan Leaves (Nephelium lappaceum L.) in Glucose-Induced Male Mice (Swiss Webster) Nova Suliska; Sri Maryam; Neng Leni
Journal of Medicine and Health Vol 2 No 6 (2020)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v2i6.1833

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit degeneratif yang ditandai dengan kadar glukosa dalam darah ?200 mg/dL Rambutan merupakan salah satu tanaman yang sangat dikenal masyarakat mampu menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efek antihiperglikemia dari daun rambutan pada mencit jantan yang diinduksi glukosa. Penelitian dilakukan menggunakan 25 ekor mencit jantan swiss webster yang dibagi menjadi 5 kelompok: kelompok kontrol positif, kelompok pembanding metformin dosis 65 mg/kgBB, kelompok ekstrak dosis 10 mg/kgBB, dosis 25 mg/kgBB, dan dosis 50 mg/kgBB. Induksi dilakukan dengan pemberian glukosa 1 g/kgBB. Sediaan uji diberikan kepada semua kelompok dan dilakukan pengukuran kadar glukosa darah pada menit ke 30, 60, 90 dan 120. Hasil penelitian menunjukkan semua kelompok uji ekstrak daun rambutan dosis 10 mg/kgBB, dosis 25 mg/kgBB, dan dosis 50 mg/kgBB mengalami penurunan kadar glukosa darah berbeda bermakna dibandingkan dengan kelompok kontrol postifi pada pengamatan menit ke-30 hingga pengamatan menit ke-120. Kelompok ekstrak daun rambutan dosis 50 mg/kgBB menunjukkan efek penurunan kadar glukosa darah terbaik dibandingkan dengan kelompok ekstrak dosis 25 mg/kgBB dan dosis 10 mg/kgBB. Simpulan, ekstrak daun rambutan memiliki efek antihiperglikemia pada mencit jantan yang diinduksi glukosa. Kata kunci: antihiperglikemia; daun rambutan; diabetes mellitus; kadar glukosa darah