Siti Hawa Nabilla
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Relevansi Nilai-Nilai Piagam Madinah terhadap Sistem Hukum Nasional Indonesia : Tinjauan atas Perlindungan Hak Minoritas dan Kebebasan Beragama syakira; Siti Hawa Nabilla; Marzuki
JUSTNESS - Jurnal Hukun Politik dan Agama Vol 6 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : STIH Zainul Hasan Kraksaan Kraksaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61974/justness.v6i1.125

Abstract

This article examines the political orientation in the Medina era as a foundational model for Islamic governance, focusing on its enduring relevance to contemporary legal frameworks. It addresses the critical need to understand how the Prophet Muhammad SAW established a political structure rooted in Islamic values that effectively accommodated the diverse elements of Medina society. The primary objective of this study is to analyze the relevance of the Piagam Madinah's values in the formation of Indonesia's national legal system, particularly concerning the protection of minority rights and religious freedom. Employing a qualitative literature study with a historical-analytical approach, the research draws from primary Islamic sources (Qur'an, hadith) and contemporary scholarly works on Islamic political thought, complemented by analysis of Indonesian legal frameworks, constitutional law, and studies on human rights and religious pluralism in Indonesia. The findings demonstrate that the Prophet Muhammad successfully laid down political principles emphasizing brotherhood (al-Ikha), compassion (al-Mahabbah), justice (al-Adalah), and equality (al-Musawa). The conclusion asserts that these universal values from the Piagam Madinah align significantly with Indonesia's Pancasila and the 1945 Constitution, offering profound ethical and philosophical inspiration for an inclusive national legal system committed to religious freedom and minority protection.
Etika Bermedia Sosial Dalam Perspektif Ayat-Ayat Akhlak Fauziah Nur Ariza; Syakira Khofifa; Siti Hawa Nabilla; Hanif Dawamah; Mahmud Simamora
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.928

Abstract

Krisis etika di ruang digital Indonesia saat ini berada pada tahap yang mengkhawatirkan, ditandai dengan tingginya penyebaran hoaks, pornografi anak, dan perilaku cyberbullying. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ayat-ayat akhlak dalam Al-Qur’an dan mengontekstualisasikannya sebagai landasan etika bermedia sosial. Dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif melalui pendekatan studi pustaka dan analisis tafsir tematik (maudhu‘i), penelitian ini mengkaji sumber primer Al-Qur’an serta tafsir otoritatif seperti Al-Misbah dan Al-Munir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menawarkan prinsip komunikasi digital yang komprehensif, meliputi prinsip tabayyun untuk integritas informasi, konsep qaulan sadīdan untuk kesantunan lisan, serta larangan tajassus dan ghibah untuk perlindungan privasi. Kesimpulan penelitian ini merumuskan sebuah konstruksi kode etik media sosial berbasis Al-Qur'an yang menitikberatkan pada kesadaran muraqabah sebagai solusi internal untuk mengatasi degradasi moral di ruang publik virtual. Implementasi nilai-nilai ini diharapkan dapat menciptakan interaksi digital yang lebih bertanggung jawab dan bermartabat.