Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Ketenangan Hati Persepektif Al-Qur’an: Analisis Tafsir Maudhu’i Dalam Surah Ar-Rad Ayat 28 Fauziah Nur Ariza; Rahma Rizki Nasution; Rahmah Aulia Saragih; Hotman Isad Siregar; Nurhalizah; Sabrina Bila Putri; Itcat Martua Harahap; Hafiz Purba
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 6 No. 02 (2026): Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v6i02.8887

Abstract

Peace of mind is often discussed in the Qur'an but is still not explicit. This study of the concept of peace of mind in the Qur'an Maudhu'i Tafsir approach to the Ar-Rad verse 28, and the theology of dhikr and Al-Qulub. Through analysis of classical and contemporary sources of interpretation, that the peace referred to in the verse is not only from one side but a spiritual state in the awareness of monotheism. This study contributes to the study of the interpretation of the Qur'an by discussing peace of mind is not merely advice but the understanding of monotheism and existence for human psychology and spirituality. Thus, this study positions La Ilaha Illa Allah not only as theology, but as a Qur'anic paradigm for steadfastness
MEMBANGUN FONDASI AKIDAH MELALUI PENDIDIKAN TAUHID DALAM QS. LUQMAN AYAT 13: KAJIAN TAFSIR TEMATIK Fauziah Amna Sipahutar; Nazwa Nadia; Nurul Izzati; M. Ridho Baihaqi; Fauziah Nur Ariza
Jurnal Syaikh Mudo Madlawan: Kajian Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Syaikh Mudo Madlawan
Publisher : LPPM IAI Dar Aswaja Rokan Hilir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas mengenai konsep Tauhid sebagai landasan utama dalam membangun iman Islam melalui interpretasi tematik ayat 13 Surah Al-QS. Luqman. Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah melemahnya pemahaman tentang monoteisme yang berdampak pada kemerosotan iman dan akhlak, terutama pada generasi kontemporer yang menghadapi tantangan modernitas seperti materialisme, hedonisme, dan ketergantungan berlebihan pada teknologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan riset kepustakaan, dengan sumber data utama berupa Al-Qur'an dan kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer, seperti Tafsir Ibn Kathir, Tafsir Fi'il al-Qur'an karya Sayyid Qutb, dan Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, serta literatur pendukung di bidang iman dan pendidikan Islam. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analitis dengan pendekatan interpretasi tematik untuk mengidentifikasi dan mensintesis makna tauhid, larangan syirik, dan nilai-nilai pendidikan iman dalam Surah Al-Hakim. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa monoteisme dalam ayat ini berfungsi bukan hanya sebagai keyakinan teologis, tetapi juga sebagai prinsip keadilan, kesadaran etika, dan landasan bagi perkembangan moral dan intelektual manusia. Larangan politeisme dipahami sebagai upaya untuk menjaga kemurnian iman dan integritas moral. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan tauhid yang ditanamkan dengan kebijaksanaan dan dialog, sebagaimana dicontohkan oleh Surah Al-Hakim, merupakan strategi fundamental dalam membangun landasan iman yang kokoh dan relevan dengan tantangan zaman.
Jin dalam Perspektif Al-Qur’an QS. Al-Jinn: 7-15 Muhammat Indra Nasution; Afif Fatahillah; Aulia Dinda Putri; Balqis Najwa; Fauziah Nur Ariza
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.944

Abstract

Jin, setan, dan iblis adalah entitas ciptaan Allah yang ada di alam gaib. Selain manusia, Allah telah menciptakan makhluk-makhluk ini sebagai bukti keberadaan entitas gaib yang mengamati tindakan mereka dari sudut pandang mana pun yang mereka pilih. Seluruh umat manusia meyakini keberadaan tiga entitas gaib tersebut. Keyakinan akan keberadaan entitas gaib adalah aspek fundamental iman yang penting bagi umat Islam. Telah diwahyukan bahwa di antara ciri-ciri individu yang memiliki rasa hormat yang mendalam kepada Tuhan adalah mereka yang meyakini apa yang tidak terlihat. Sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Baqarah, ayat 3, disebutkan: "Orang-orang yang beriman kepada yang gaib." Namun, meyakini entitas gaib tidak berarti kita harus memuja mereka atau menganggap mereka sebagai ilahi. Iman kepada makhluk gaib mencerminkan gagasan bahwa Tuhan memiliki kemampuan untuk mewujudkan apa pun yang diinginkan-Nya, sehingga menghasilkan keragaman yang luar biasa di antara entitas yang diciptakan-Nya. Semua ini berfungsi sebagai bukti keagungan Allah SWT.
Munasabah dalam Tafsir Al-Qur’an: Pilar Keterpaduan Teks Wahyu Menuju Pemahaman Kontekstual Fauziah Nur Ariza; Hendra Kurniawan
Islam & Contemporary Issues Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/ici.v4i2.1625

Abstract

This study aims to analyze the pattern of munasabah or the correlation between verses and chapters in the Qur’an, encompassing causal relationships, comparisons, contrasts, and thematic repetitions. Munasabah plays a crucial role in clarifying the logical and aesthetic connections between verses, helping readers gain a deeper understanding of the Qur’an. This study employs a qualitative, literature-based approach, referring to the theories of scholars such as As-Suyuthi, Nasr Abu Zaid, and Quraish Shihab. The findings reveal causal relationships in Surah Al-Baqarah verses 152 and 186, which emphasize the importance of remembering and being grateful to Allah as a consequence of His guidance. Comparative patterns are observed in Surah Al-Anfal verse 28 and Surah Al-Hadid verses 22-23, highlighting the contrast between worldly and eternal life. Contrasting patterns appear in Surah Al-Baqarah verses 258-259, illustrating the differences between believers and disbelievers. Meanwhile, thematic repetition is evident in Surah Ar-Rahman through the recurring phrase, "Then which of your Lord’s favors will you deny?" emphasizing gratitude. These findings confirm that munasabah in the Qur’an is not merely a rhetorical aspect but also holds significant theological and hermeneutical meaning in understanding the divine message.
Perkembangan Tafsir Al – Qur’an Di Era Kemerdekaan Indonesia: Dinamika, Tokoh Dan Metodologi Fauziah Nur Ariza; Anita Putri Siregar; Nafis Hasibuan; Faris Naufal; M. Maulana Farhan
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 3 No. 3 (2026): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of Qur'anic interpretation in the modern era is a response to increasingly complex social, cultural, scientific, and technological changes. Interpretation no longer focuses solely on linguistic and legal explanations but is also directed toward addressing the problems of contemporary Muslims. This journal examines the dynamics of the development of Qur'anic interpretation in the modern era, encompassing the background to its emergence, the characteristics of modern interpretation, and the methods and styles of interpretation used by modern commentators. Furthermore, it discusses important figures who played a role in the development of modern interpretation and their contributions to Islamic thought. The discussion shows that modern interpretation tends to be contextual, rational, and thematic, emphasizing the relevance of Qur'anic teachings to the lives of modern society. Thus, Qur'anic interpretation in the modern era serves as a bridge between the revealed text and the realities of contemporary Muslim life.
Etika Bermedia Sosial Dalam Perspektif Ayat-Ayat Akhlak Fauziah Nur Ariza; Syakira Khofifa; Siti Hawa Nabilla; Hanif Dawamah; Mahmud Simamora
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.928

Abstract

Krisis etika di ruang digital Indonesia saat ini berada pada tahap yang mengkhawatirkan, ditandai dengan tingginya penyebaran hoaks, pornografi anak, dan perilaku cyberbullying. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ayat-ayat akhlak dalam Al-Qur’an dan mengontekstualisasikannya sebagai landasan etika bermedia sosial. Dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif melalui pendekatan studi pustaka dan analisis tafsir tematik (maudhu‘i), penelitian ini mengkaji sumber primer Al-Qur’an serta tafsir otoritatif seperti Al-Misbah dan Al-Munir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menawarkan prinsip komunikasi digital yang komprehensif, meliputi prinsip tabayyun untuk integritas informasi, konsep qaulan sadīdan untuk kesantunan lisan, serta larangan tajassus dan ghibah untuk perlindungan privasi. Kesimpulan penelitian ini merumuskan sebuah konstruksi kode etik media sosial berbasis Al-Qur'an yang menitikberatkan pada kesadaran muraqabah sebagai solusi internal untuk mengatasi degradasi moral di ruang publik virtual. Implementasi nilai-nilai ini diharapkan dapat menciptakan interaksi digital yang lebih bertanggung jawab dan bermartabat.