Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Muhkam dan Mutasyabih dalam Penguatan Moderasi Beragama di Sekolah Eka Oktayani; Ulil Albab; Dedi Munawwar Yasin; Ibnu Rozali; Arin Setiani; Az-Zahra Dien Adzellina; Nadirah Syafitri
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/5sc7t479

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep muhkam dan mutasyabih dalam Al-Qur’an serta perannya dalam memperkuat moderasi beragama di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai buku dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat muhkam berfungsi sebagai dasar nilai yang jelas dan tetap, seperti keadilan, tauhid, dan toleransi, sedangkan ayat mutasyabih memberikan ruang penafsiran yang mendorong sikap terbuka dan menghargai perbedaan. Keseimbangan antara keduanya menghasilkan pemahaman agama yang tidak ekstrem dan sesuai dengan konteks kehidupan. Dalam pendidikan, konsep ini berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik yang moderat, inklusif, dan mampu hidup harmonis di tengah keberagaman.
Penyalahgunaan Hadits di Media Sosial : Verivikasi Melalui Metode Takhrij Hadits Nadirah Syafitri; M. Arridho; Arin Setiani; Raihan Hidayatullah; Alimron Alimron
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.11892

Abstract

Perkembangan media sosial telah mempermudah penyebaran informasi keagamaan, termasuk hadis Nabi saw. Namun, kemudahan tersebut juga meningkatkan risiko penyebaran hadis yang tidak terverifikasi, baik berupa hadis lemah (dha'if), hadis palsu (maudhu'), maupun hadis yang digunakan di luar konteksnya. Fenomena ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman terhadap ajaran Islam dan memengaruhi kualitas pemahaman keagamaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk penyalahgunaan hadis di media sosial serta menjelaskan pentingnya metode takhrij hadis sebagai sarana verifikasi keautentikan hadis yang beredar di ruang digital. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan memanfaatkan berbagai sumber pustaka, seperti kitab-kitab hadis, buku, jurnal ilmiah, dan literatur yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui kajian terhadap konsep takhrij hadis dan fenomena penyebaran hadis di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyalahgunaan hadis di media sosial umumnya terjadi dalam bentuk penyebaran hadis tanpa mencantumkan sumber yang jelas, penggunaan hadis yang tidak sesuai konteks, serta penyebaran hadis tanpa pemeriksaan status keabsahannya. Metode takhrij hadis berperan penting dalam menelusuri sumber hadis, mengidentifikasi sanad dan matan, serta menentukan kualitas hadis sehingga dapat membantu masyarakat membedakan hadis yang dapat dijadikan hujah dan yang tidak. Dengan demikian, penerapan metode takhrij hadis menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan literasi keagamaan dan membangun budaya verifikasi informasi di era digital.