Dedi Munawwar Yasin
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Problematika Implementasi Hadis tentang Tajhizul Jenazah (Pengurusan Jenazah) di Era Modern Regina Trismayanti; Berlianna Rahmawati; Meri Noktaria; Dedi Munawwar Yasin; Khoirul Aziz; Alihan Satra
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/mrsefj90

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika implementasi hadis tentang tajhizul jenazah (pengurusan jenazah) dalam konteks masyarakat modern. Kajian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara ajaran normatif dalam hadis Nabi Muhammad SAW dengan praktik yang berkembang di masyarakat yang dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, dan perkembangan ilmu pengetahuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), melalui analisis terhadap hadis-hadis terkait, kitab syarah hadis, serta literatur fikih klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa problematika utama, yaitu dominasi tradisi lokal yang cenderung menggeser praktik sunnah, penundaan pengurusan jenazah karena alasan sosial dan administratif yang tidak selalu sejalan dengan prinsip penyegeraan, rendahnya literasi dan keterampilan masyarakat dalam pengurusan jenazah, serta munculnya tantangan kontemporer yang berkaitan dengan kondisi medis dan situasi khusus. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman hadits secara kontekstual dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip syariat, seperti kemaslahatan, kemudahan, dan pencegahan bahaya. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi keagamaan yang berkelanjutan agar praktik pengurusan jenazah tetap sesuai dengan ajaran Islam dan relevan dengan dinamika kehidupan modern.
Konsep Muhkam dan Mutasyabih dalam Penguatan Moderasi Beragama di Sekolah Eka Oktayani; Ulil Albab; Dedi Munawwar Yasin; Ibnu Rozali; Arin Setiani; Az-Zahra Dien Adzellina; Nadirah Syafitri
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/5sc7t479

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep muhkam dan mutasyabih dalam Al-Qur’an serta perannya dalam memperkuat moderasi beragama di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai buku dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat muhkam berfungsi sebagai dasar nilai yang jelas dan tetap, seperti keadilan, tauhid, dan toleransi, sedangkan ayat mutasyabih memberikan ruang penafsiran yang mendorong sikap terbuka dan menghargai perbedaan. Keseimbangan antara keduanya menghasilkan pemahaman agama yang tidak ekstrem dan sesuai dengan konteks kehidupan. Dalam pendidikan, konsep ini berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik yang moderat, inklusif, dan mampu hidup harmonis di tengah keberagaman.
Flexing dan Pamer di Media Sosial: Kajian Tafsir Tematik tentang Riya’ dalam Al-Qur’an Indah Salwa; Berlianna Rahmawati; Dedi Munawwar Yasin; Reva Alvionita; Muhammad Takrip
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/r78gdc67

Abstract

Fenomena flexing dan pamer di media sosial semakin berkembang seiring kemajuan teknologi digital. Perilaku ini memiliki keterkaitan dengan konsep riya', yaitu melakukan suatu tindakan dengan tujuan memperoleh pujian dan pengakuan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep riya' dalam Al-Qur'an serta relevansinya terhadap fenomena flexing di media sosial melalui metode library research dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu'i). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an mengecam perilaku riya' sebagaimana dijelaskan dalam QS. An-Nisa' [4]: 38, QS. Al-Ma'un [107]: 4–6, dan QS. Al-Baqarah [2]: 264. Bentuk riya' meliputi pamer ibadah, pamer harta (tafakhur), pencitraan sosial, dan perilaku yang mengarah pada kesombongan. Dalam konteks media sosial, flexing dapat menjadi bentuk riya' modern apabila didorong oleh keinginan memperoleh validasi dan popularitas. Perilaku tersebut tidak hanya merusak nilai spiritual suatu amal, tetapi juga berdampak pada kehidupan sosial melalui munculnya budaya pencitraan, perbandingan sosial, dan persaingan yang tidak sehat. Oleh karena itu, Al-Qur'an menekankan pentingnya keikhlasan, kerendahan hati, dan orientasi mencari ridha Allah Swt. dalam setiap aktivitas, termasuk dalam penggunaan media sosial.
Eksistensi dan Peran Sosial Pondok Pesantren Sabilul Hasanah dalam Meningkatkan Kesadaran Keagamaan Warga Desa Purwosari Muhtarom Muhtarom; Dedi Munawwar Yasin; Aisyah Amanda Putri; Fariz Ardiansyah; Berlianna Rahmawati; Ayu Kirana
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 2 (2026): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jwfnc226

Abstract

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, baik dalam bidang pendidikan, dakwah, maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi dan peran sosial Pondok Pesantren Sabilul Hasanah dalam meningkatkan kesadaran keagamaan masyarakat Desa Purwosari. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Sabilul Hasanah memiliki peran penting sebagai pusat pendidikan dan dakwah, meningkatkan literasi keagamaan masyarakat, membina karakter dan akhlak masyarakat, serta menjalin sinergi dengan masyarakat sekitar. Berbagai kegiatan seperti pengajian, pembinaan baca tulis Al-Qur’an, kajian keislaman, serta kegiatan sosial keagamaan menjadi sarana dalam meningkatkan kesadaran beragama masyarakat. Keberadaan pesantren tidak hanya memberikan dampak bagi para santri, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan keagamaan masyarakat secara luas.