Raihan Hidayatullah
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyalahgunaan Hadits di Media Sosial : Verivikasi Melalui Metode Takhrij Hadits Nadirah Syafitri; M. Arridho; Arin Setiani; Raihan Hidayatullah; Alimron Alimron
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.11892

Abstract

Perkembangan media sosial telah mempermudah penyebaran informasi keagamaan, termasuk hadis Nabi saw. Namun, kemudahan tersebut juga meningkatkan risiko penyebaran hadis yang tidak terverifikasi, baik berupa hadis lemah (dha'if), hadis palsu (maudhu'), maupun hadis yang digunakan di luar konteksnya. Fenomena ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman terhadap ajaran Islam dan memengaruhi kualitas pemahaman keagamaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk penyalahgunaan hadis di media sosial serta menjelaskan pentingnya metode takhrij hadis sebagai sarana verifikasi keautentikan hadis yang beredar di ruang digital. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan memanfaatkan berbagai sumber pustaka, seperti kitab-kitab hadis, buku, jurnal ilmiah, dan literatur yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui kajian terhadap konsep takhrij hadis dan fenomena penyebaran hadis di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyalahgunaan hadis di media sosial umumnya terjadi dalam bentuk penyebaran hadis tanpa mencantumkan sumber yang jelas, penggunaan hadis yang tidak sesuai konteks, serta penyebaran hadis tanpa pemeriksaan status keabsahannya. Metode takhrij hadis berperan penting dalam menelusuri sumber hadis, mengidentifikasi sanad dan matan, serta menentukan kualitas hadis sehingga dapat membantu masyarakat membedakan hadis yang dapat dijadikan hujah dan yang tidak. Dengan demikian, penerapan metode takhrij hadis menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan literasi keagamaan dan membangun budaya verifikasi informasi di era digital.
Makna Lafaz Fitnah dalam Al-Qur'an: Kajian Al-Wujūh wa Al-Naẓā'ir dan Relevansinya terhadap Pendidikan Karakter dalam Pendidikan Agama Islam M. Dzaki Almaulidi; Nur Hidayah Adelia; Ranti Riani Nur Iffah; Maila Rosyadah; Raihan Hidayatullah; Ibnu Rozali
Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education Vol. 4 No. 1 (2026): Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/taqrib.v4i1.1930

Abstract

Lafaz fitnah dalam Al-Qur’an memiliki beragam makna yang tidak dapat dipahami secara tunggal. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna lafaz fitnah dalam Al-Qur’an melalui pendekatan al-wujūh wa al-naẓā’ir serta relevansinya terhadap pendidikan karakter dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i). Data diperoleh dari Al-Qur’an, kitab tafsir, buku, dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lafaz fitnah memiliki variasi makna, seperti ujian, syirik, azab, kesesatan, dan kekacauan sosial, sesuai dengan konteks ayat. Pemahaman terhadap keragaman makna tersebut berkontribusi pada penguatan pendidikan karakter, seperti sikap kritis, tabayyun, bijak bermedia sosial, sabar menghadapi ujian, dan menjaga persatuan sosial.