Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perilaku Berisiko Sebagai Faktor Penyebab Kecelakaan Pada Pengemudi Sepeda Motor Komersial: Systematic Review Afif Mauludi, Ahmad; Djunaidi, Zulkifli; Saiful Arif, Luthfi
Jurnal Keselamatan Transportasi Jalan (Indonesian Journal of Road Safety) Vol. 8 No. 1 (2021): JURNAL KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN (INDONESIAN JOURNAL OF ROAD SAFETY)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46447/ktj.v8i1.307

Abstract

Transportasi menjadi hal yang penting dalam mobilitas di zaman modern dan jasa sepeda motor komersial menjadi pilihan utama pengguna jalan di Indonesia. Terlepas dari banyaknya keuntungan tersebut pengemudi sepeda motor komersial memiliki ancaman keselamatan dengan tingginya angka kecelakaan sepeda motor. Kecelakaan tersebut sebagian besar diakibatkan oleh perilaku berisiko yang dilakukan oleh pengemudi itu sendiri. Penelitian merupakan sebuah tinjauan pustaka sistematis, yang bertujuan untuk mengkaji bentuk perilaku berisiko saat berkendara, faktor-faktor yang mempengaruhinya dan bagaimana kontribusinya dalam kejadian kecelakaan lalu lintas pada pengemudi sepeda motor komersial dari berbagai penelitian. Berdasarkan hasil systematic review, perilaku berisiko pengemudi sepeda motor komersial signifikan berhubungan dengan kejadian kecelakaan memiliki bentuk, berkendara dalam pengaruh alkohol, merokok saat mengemudi, penggunaan lampu kendaraan yang tidak sesuai, penggunaan handphone saat mengemudi, jumlah penumpang yang melebihi kapasitas, pelanggaran marka jalan, menyalip secara berbahaya, penggunaan lampu indikator yang tidak sesuai, pelanggaran kecepatan, pelanggaran rambu dan sinyal lalu lintas. Perilaku berisiko saat mengemudi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya persepsi keselamatan dan risiko berkendara, kondisi jalan, tuntutan ekonomi, kebiasaan merokok, umur, tingkat pendidikan, pengalaman kecelakaan, pelatihan dan pengalaman mengemudi. Untuk mengurangi tingkat kecelakaan pada pengemudi sepeda motor komersial, diperlukan penyediaan fasilitas peningkatan edukasi dan pelatihan keselamatan oleh pihak penyedia aplikasi atau pemerintah.
PELATIHAN KESELAMATAN PADA PEKERJAAN DI KAMPUNG KALIBUMI, NABIRE, PAPUA TENGAH Raharjo, Agung; Ahmad Afif Mauludi; Januar Ariyanto; Farahul Jannah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v4i4.3080

Abstract

Penilaian risiko dan identifikasi bahaya sangat penting dalam fase awal proyek, seperti survei lapangan dan investigasi tanah. Kontraktor yang terlibat pekerjaan di Kampung Kalibumi, Nabire, Papua Tengah, menghadapi tantangan besar akibat kondisi area kerja yang berisiko tinggi, dari kondisi bahaya bekerja dekat dengan air, akses yang sulit, dan bahaya sosial serta kesehatan seperti malaria. Tanpa identifikasi yang tepat, risiko kecelakaan meningkat, terutama karena sebagian besar pekerja belum mengenal area tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan kepada kontraktor guna meningkatkan kesadaran terhadap bahaya spesifik di area kerja. Kegiatan ini melibatkan 13 peserta, terdiri dari kontraktor dan pekerja lapangan. Pelatihan dilakukan dengan pendekatan berbasis risiko, dimulai dengan koordinasi dengan pemangku kepentingan, identifikasi bahaya melalui observasi lapangan, penilaian risiko berbasis matriks, dan pengembangan rencana keselamatan yang spesifik. Materi pelatihan disesuaikan dengan hasil identifikasi risiko di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata skor peserta sebesar 89%, namun terdapat komponen pertanyaan mengenai pembelajaran dari insiden, dimana 92% peserta tidak menjawab dengan benar. Berdasarkan itu rekomendasi diberikan untuk meningkatkan pembelajaran dari insiden berdasarkan kasus dengan risiko yang serupa
Perilaku Berisiko Sebagai Faktor Penyebab Kecelakaan Pada Pengemudi Sepeda Motor Komersial: Systematic Review Afif Mauludi, Ahmad; Djunaidi, Zulkifli; Saiful Arif, Luthfi
Jurnal Keselamatan Transportasi Jalan (Indonesian Journal of Road Safety) Vol. 8 No. 1 (2021): JURNAL KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN (INDONESIAN JOURNAL OF ROAD SAFETY)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46447/ktj.v8i1.307

Abstract

Transportasi menjadi hal yang penting dalam mobilitas di zaman modern dan jasa sepeda motor komersial menjadi pilihan utama pengguna jalan di Indonesia. Terlepas dari banyaknya keuntungan tersebut pengemudi sepeda motor komersial memiliki ancaman keselamatan dengan tingginya angka kecelakaan sepeda motor. Kecelakaan tersebut sebagian besar diakibatkan oleh perilaku berisiko yang dilakukan oleh pengemudi itu sendiri. Penelitian merupakan sebuah tinjauan pustaka sistematis, yang bertujuan untuk mengkaji bentuk perilaku berisiko saat berkendara, faktor-faktor yang mempengaruhinya dan bagaimana kontribusinya dalam kejadian kecelakaan lalu lintas pada pengemudi sepeda motor komersial dari berbagai penelitian. Berdasarkan hasil systematic review, perilaku berisiko pengemudi sepeda motor komersial signifikan berhubungan dengan kejadian kecelakaan memiliki bentuk, berkendara dalam pengaruh alkohol, merokok saat mengemudi, penggunaan lampu kendaraan yang tidak sesuai, penggunaan handphone saat mengemudi, jumlah penumpang yang melebihi kapasitas, pelanggaran marka jalan, menyalip secara berbahaya, penggunaan lampu indikator yang tidak sesuai, pelanggaran kecepatan, pelanggaran rambu dan sinyal lalu lintas. Perilaku berisiko saat mengemudi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya persepsi keselamatan dan risiko berkendara, kondisi jalan, tuntutan ekonomi, kebiasaan merokok, umur, tingkat pendidikan, pengalaman kecelakaan, pelatihan dan pengalaman mengemudi. Untuk mengurangi tingkat kecelakaan pada pengemudi sepeda motor komersial, diperlukan penyediaan fasilitas peningkatan edukasi dan pelatihan keselamatan oleh pihak penyedia aplikasi atau pemerintah.
Faktor Manusia dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Wisata Petualangan: Studi Eksploratif Ahmad Afif Mauludi; Rini Puspita Dewi; Muhammad Azrin Karim; Tri Arini; Dwina Anggraini; Tia Nurhidayanti; Arif Sulfiantono
Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 5 (2026): Nusantara Sehat: Jurnal Kesehatan Indonesia
Publisher : PT Bukuloka Literasi Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65307/ns.v1i5.173

Abstract

Pendahuluan: Sektor wisata petualangan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tumbuh pesat pascapandemi dengan profil risiko kerja yang tinggi, namun didominasi pekerja informal. Studi pendahuluan mengungkap fenomena paradoksal di mana pekerja berpengalaman justru memandang risiko lebih rendah, sementara literatur K3 yang ada lebih berfokus pada perspektif wisatawan. Tujuan: Mengeksplorasi faktor manusia yang memengaruhi K3 di sektor wisata petualangan DIY dan mengungkap mekanisme di balik paradoks pengalaman. Metode: Penelitian kualitatif eksploratif dengan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui empat sesi Focus Group Discussion (16 partisipan dari Goa Kiskendo, Wisata Canden, Benteng Vredeburg, dan Pantai Drini) dan wawancara mendalam dengan 20 informan kunci, kemudian dianalisis menggunakan thematic analysis Braun & Clarke. Hasil: Teridentifikasi empat tema utama: (1) paradoks pengalaman akibat habituasi dan bias kognitif; (2) kesenjangan antara pengetahuan prosedural dan substansial; (3) tekanan psikososial dan kelelahan sebagai determinan risiko; serta (4) dualitas budaya keselamatan antara model birokratis-formal dan komunal-solidaritas. Pengalaman traumatik langsung terbukti menjadi pematah paradoks pengalaman. Kesimpulan: Intervensi K3 perlu melampaui pendekatan teknis dengan menyentuh dimensi psikologis dan kultural melalui pelatihan berbasis metakognisi, pelaporan near-miss, dan dukungan kesehatan mental. Keterbatasan penelitian pada cakupan geografis dan desain cross-sectional menyarankan studi longitudinal lintas wilayah untuk penelitian lanjutan. Kata Kunci: faktor manusia, wisata petualangan, paradoks pengalaman, keselamatan dan kesehatan kerja
Experience, Knowledge, and Risk Perception Among Adventure Tourism Workers in Yogyakarta Ahmad Afif Mauludi; Rini Puspita Dewi; Muhammad Azrin Karim; Tri Arini; Dwina Anggraini; Tia Nurhidayanti; Arif Sulfiantono
Journal of Research on Business and Tourism Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Research on Business and Tourism
Publisher : Lembaga Penelitian Publikasi dan Pengabdian Masyarakat LSPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37535/104006120265

Abstract

This study examined occupational health and safety (OHS) risk perception and its influencing factors among adventure tourism workers in Yogyakarta, Indonesia. A cross-sectional, quantitative design was used with data collected via self-administered online questionnaire from 114 workers aged 17 to 58 years. Non-parametric tests were applied: Spearman's Rho, Kendall's Tau, Mann-Whitney U, and Kruskal-Wallis H. Workers rated most hazards at the "Medium Risk" level, though organizational failures and external conditions received consistent "High Risk" ratings. Contrary to expectations, education, work experience, and OHS knowledge all showed negative correlations with risk perception, indicating that familiarity with the job may foster complacency rather than heightened vigilance. Work-related stress and prior injury history, by contrast, correlated positively with risk perception. These findings suggest that experienced workers may develop overconfidence that dulls their sensitivity to occupational hazard. Knowledge-based training alone does not appear sufficient to counter this tendency. The study argues for OHS programs that target risk perception recalibration through experiential methods, and urges management to treat equipment quality and organizational preparedness as priority concerns.