Lela Handayani
Akademi Kebidanan Prestasi Agung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Determinasi Kepatuhan Kunjungan Balita Ke Posyandu: Studi Cross-Sectional Farika Riyanti; Khoirotul Umul Latifah; Lela Handayani
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 7 No 1 (2026): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: April 2026
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v7i1.7655

Abstract

Kesehatan balita merupakan salah satu indikator penting dalam menilai derajat kesehatan masyarakat, karena kelompok usia ini sangat rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, seperti gizi buruk, penyakit infeksi, dan gangguan tumbuh kembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kepatuhan kehadiran balita di posyandu di wilayah pelosok Kampung Bandar Aji, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Penelitian menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 118 responden yang memiliki balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05), serta dihitung Odds Ratio (OR) dan Confidence Interval (CI 95%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga variabel yang berhubungan signifikan dengan kehadiran di posyandu, yaitu pendidikan (p=0,026; OR=3,272; CI 95%: 1,222–8,762), pekerjaan (p=0,020; OR=3,254; CI 95%: 1,273–8,321), dan pengetahuan (p=0,006; OR=3,533; CI 95%: 1,488–8,389). Responden dengan pendidikan <SMA, tidak bekerja, dan memiliki pengetahuan baik cenderung lebih aktif menghadiri posyandu. Sementara itu, variabel umur (p=0,432) dan jumlah anak (p=0,426) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa faktor pengetahuan, pendidikan, dan pekerjaan merupakan determinan penting dalam meningkatkan kehadiran di posyandu.
Risk Analysis of Exposure to Worker Health and Ecosystems at Tin Smelters Ferly Oktriyedi; Lela Handayani; Dedek Sutinbuk
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i2.765

Abstract

Indonesia, particularly Bangka Belitung Province, is one of the world's largest tin producers, supporting exports and state revenue. Tin smelting activities (smelters) are a vital part of this metal's production chain. The focus of this research is on production activities, tailings disposal, and chemical refining, which have the potential to cause environmental pollution and health risksThis research is important to provide evidence-based insights into environmental and occupational hazards of tin smelting, enabling targeted mitigation strategies and promoting sustainable industrial practices without compromising public health or environmental integrity. This study used descriptive field observation methods at the tin smelter in June 2025, focusing on the production process, waste management, and occupational safety practices. Data were collected through direct observation and semi-structured interviews with workers, OHS officers, and operational managers. The data were then analyzed qualitatively to identify and describe potential environmental pollution and occupational health risks. This study confirms that tin mining activities, from land clearing to refining, have significant impacts on the environment, public health, and occupational safety. Soil, water, and air pollution from solid and liquid waste and exposure to heavy metals have been proven to threaten the sustainability of the ecosystem and the socio-economic well-being of surrounding communities. Furthermore, mine workers face a high risk of occupational diseases and physical and mental stress. Therefore, a comprehensive mitigation strategy is needed through the implementation of waste management technology, strict OHS standards, environmental quality monitoring, and public health education. These efforts are key to balancing tin industry productivity with sustainable development principles.
Determinan Penggunaan Keluarga Berencana pada Pasangan Usia Subur Berbasis Wilayah Perairan Khoirotul Umul Latifah; Ayu Kurniati; Lela Handayani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.2112

Abstract

Pengendalian pertumbuhan penduduk merupakan salah satu isu penting dalam pembangunan kesehatan, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Keberhasilan program KB tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan layanan, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti karakteristik individu, sosial ekonomi, serta kondisi lingkungan tempat tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan penggunaan keluarga berencana (KB) pada pasangan usia subur di wilayah perairan. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 87 responden dengan Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Variabel yang diteliti meliputi umur, pendidikan, pekerjaan, jumlah anak, dan kepemilikan BPJS sebagai variabel independen, serta penggunaan KB sebagai variabel devenden. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur melalui wawancara langsung kepada responden. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur (p=0,018; OR=3,883), pendidikan (p=0,029; OR=3,322), dan pekerjaan (p=0,019; OR=3,594) memiliki hubungan signifikan dengan penggunaan KB, di mana responden yang lebih muda, berpendidikan tinggi, dan bekerja cenderung lebih aktif menggunakan KB. Sementara itu, jumlah anak (p=0,435) dan kepemilikan BPJS (p=1,000) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan KB lebih dipengaruhi oleh faktor individu, sosial ekonomi, serta kondisi lingkungan seperti keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah persawahan dan perairan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan penggunaan KB perlu difokuskan pada kelompok berisiko dengan pendekatan edukasi yang lebih intensif serta peningkatan akses layanan melalui strategi pelayanan yang lebih dekat dan mobile.