Rosa Zorayatamin Damanik
Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sumatera Utara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR RISIKO KEJADIAN MALARIA DI DESA BAGAN KUALA KECAMATAN TANJUNG BERINGIN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI TAHUN 2023: RISK FACTORS OF MALARIA INCIDENCE IN BAGAN KUALA VILLAGE, TANJUNG BERINGIN SUB-DISTRICT SERDANG BEDAGAI REGENCY IN 2023 Rosmiati Kaharudin; Ramadhan Bestari; Dewi Pangestuti; Rosa Zorayatamin Damanik
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1016

Abstract

Malaria merupakan penyakit infeksi yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles dan masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang mempengaruhi kejadian malaria di Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan case control study, melibatkan responden positif malaria sebagai kelompok kasus dan responden negatif malaria sebagai kelompok kontrol. Data primer diperoleh melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square atau uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor lingkungan sekitar rumah (p = 0,196), kondisi fisik rumah (p = 0,053), serta perilaku pencegahan malaria (p = 0,396) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian malaria (p > 0,05). Karakteristik responden menunjukkan sebagian besar berusia 26–35 tahun (28,1%), berjenis kelamin perempuan (54,6%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (34,3%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel lingkungan, kondisi fisik rumah, dan perilaku pencegahan tidak terbukti sebagai faktor risiko pada wilayah penelitian, sehingga kemungkinan terdapat faktor lain yang berkontribusi terhadap penularan malaria di Desa Bagan Kuala.
PERBEDAAN PERILAKU VAGINAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PATOLOGIS PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN DAN NON FAKULTAS KEDOKTERAN: DIFFERENCES BETWEEN VAGINAL HYGIENE BEHAVIOR AND PATHOLOGICAL VAGINAL DISCHARGE INCIDENCE AMONG MEDICAL AND NON-MEDICAL FACULTY STUDENTS Afri Ani; Mayasari Rahmadhani; Rosa Zorayatamin Damanik; Farah Diba
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1040

Abstract

Lebih 75% dari seluruh wanita di dunia akan mengalami keputihan paling sedikit sekali seumur hidup dan sebanyak 45% akan mengalami 2 kali keputihan atau lebih. Faktor pencetus keputihan dapat dibagi menjadi dua yaitu faktor infeksi dan faktor non-infeksi. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui perbedaan perilaku vaginal hygiene dengan kejadian keputihan patologis pada mahasiswi. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan desain studi cross sectional. Analisis pada penelitian menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square atau dengan uji alternative fisher exact test. Hasil penelitian menunjukkan Angka kejadian keputihan patologis pada fakultas kedokteran sebanyak 32 responden (61,5%) dan pada fakultas non-kedokteran sebanyak 36 responden (69,2%), mayoritas pengetahuan vaginal hygiene dengan kategori baik berada pada fakultas kedokteran sebanyak 41 responden (78,8%), mayoritas tingkat sikap vaginal hygiene yang baik berada pada fakultas kedokteran sebanyak 45 responden (86,5%), Mayoritas tindakan vaginal hygiene yang baik berada pada fakultas kedokteran sebanyak 39 responden (75%). Dalam uji chi square, ditemukan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan vaginal hygiene dengan kejadian keputihan pada mahasiswi fakultas kedokteran dan fakultas non-kedokteran (p=0,000).
DAMPAK KESEHATAN PASCABANJIR BANDANG DAN LONGSOR NOVEMBER 2025 DI ACEH TAMIANG: HEALTH IMPACTS AFTER THE NOVEMBER 2025 FLASH FLOODS AND LANDSLIDES IN ACEH TAMIANG Muhammad Arief Pratama; Asyrafun Nisa Adelaide; Hafiz Nurdiansyah; Rosa Zorayatamin Damanik
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i2.1200

Abstract

Banjir bandang dan tanah longsor akhir November 2025 di Kabupaten Aceh Tamiang, Indonesia, memengaruhi lebih dari 300.000 penduduk akibat hujan monsun lebat yang diperburuk deforestasi dan degradasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak kesehatan awal dan pola penyakit pada populasi terdampak melalui penilaian kesehatan cepat selama pelayanan medis darurat. Studi deskriptif potong lintang dilakukan pada 8 Desember 2025 di Desa Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda. Tim medis Rumah Sakit Mahkota Bidadari memberikan pelayanan gratis kepada penyintas. Data demografi, paparan, keluhan, dan diagnosis dicatat secara sistematis. Sebanyak 315 pasien diperiksa (rerata usia 28,4 ± 16,2 tahun; 52,4% perempuan); 78,4% memiliki kontak langsung dengan air banjir dan 45,1% tinggal di penampungan sementara. Kondisi tersering adalah penyakit dermatologis (68,3%), infeksi saluran pernapasan akut (45,7%), dan diare akut (31,4%). Anak-anak menunjukkan angka infeksi pernapasan dan diare lebih tinggi secara signifikan dibanding dewasa (62,4% vs 38,2%, p<0,001; dan 38,5% vs 31,6%, p=0,009). Morbiditas pascabanjir didominasi penyakit kulit, infeksi pernapasan, dan diare. Respons pascabencana perlu memprioritaskan air bersih, sanitasi, perbaikan penampungan, dan layanan kesehatan preventif.