Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN MODEL INQUIRY LEARNING BERBANTUAN MEDIA CERITA BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN MINAT MEMBACA SISWA KELAS III SD GMIT AIRNONA 12 KUPANG Farlin Metan; Markus Sampe; Martha Kristina Kota
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4806

Abstract

Rendahnya minat membaca siswa kelas III SD GMIT Airnona 12 Kupang menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Kondisi tersebut terlihat dari kurangnya partisipasi siswa dalam kegiatan membaca, rendshnya ketertarikan terhadap bacaan, serta belum optimalnya keterlibaran siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Dalam upaya meningkatkan minat membaca iswa, diperlukan penerapan model pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar aktif, menarik, dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model Inquiry Learning berbantuan media cerita bergambar dalam meningkatkan minat membaca siswa kelas III SD GMIT Airnona 12 Kupang, dengan penekanan pada aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian sebanyak 13 siswa kelas III A SD GMIT Airnona 12 Kupang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes hasil belajar. Data yang diperoleh dianalisis secara deksriptif kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui peningkatan minat membaca siswa pada setiap siklus pembelajaran.  Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model Inquiry Learning berbantuan media cerita bergambar mampu meningkatkan minat membaca siswa. Hal ini terlihat dari peningkatan hasil belajar siswa pada setiap siklus. Pada tahap Pre-test, presentase ketuntasan belajar siswa hanya mencapai 23,1 % dengan rata-rata kelas 41,9. Setelah diterapkan tindakan pada siklus I, presentase ketuntasan meningkat menjadi 53,9% dengan rata-rata kelas 62,7. Selanjutnya pada siklus II, prsentase ketuntasan kembali meningkat menjadi 92,3% dengan rata-rata kelas 84,6. Selain itu, aktivitas guru meningkat dari nilai 81,7 pada siklus I dan menjadi 95 pada siklus II, sedangkan aktivitas siswa meningkat dari 63,6 menjadi 98,71. Peningkatan tersebut menunjukan bahwa siswa menjadi lebih aktif, antusias, dan tertarik dalam kegiatan membaca melalui pengunaan media cerita bergambar. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapa model Inquiry Learning berbantuan media cerita bergambar efektif dalam meningkatkan minat membaca siswa kelas III SD GMIT Airnona 12 Kupang.
Penguatan Kompetensi Guru Melalui Pendampingan Pembuatan Modul Ajar Inovatif Dengan Pendekatan Deep Learning Menggunakan Model CERDAS Vera Rosalina Bulu; Martha Kristina Kota; Livia Eunike Paut; Habibi Musa; Juliana M. Nenohai; Sania Natonis
Jurnal Abdi Masyarakat dan Pemberdayaan Inovatif Vol 2 No 2 (2026)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/jampi.v2i2.725

Abstract

This community service program aimed to strengthen the pedagogical and professional competencies of elementary school teachers through mentoring in developing innovative teaching modules based on the deep learning approach using the CERDAS model (Cermati, Eksplorasi, Rancang, Demonstrasi, Analisis, and Supervisi). The program was conducted at SMP Negeri 1 Atambua and involved 35 elementary school teachers representing 147 elementary schools in Belu Regency. The activity was implemented through collaboration between Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusa Cendana and the Government of Belu Regency in response to teachers’ difficulties in designing teaching modules aligned with the Merdeka Curriculum and 21st century learning. The program employed training, discussion, guided practice, microteaching, reflection, and supervision activities integrated within the CERDAS mentoring model. The findings showed that the program positively improved teachers’ competencies in designing innovative and contextual teaching modules based on deep learning. The assessment results indicated that 50% of teacher groups achieved the “very good” category and 50% achieved the “good” category in developing teaching modules. In addition, 90% of participants stated that the program improved their understanding of the deep learning approach and HOTS-oriented learning implementation.The CERDAS model contributed to strengthening teachers’ abilities in developing active, collaborative, reflective, and problem-solving-oriented learning in accordance with the principles of the Merdeka Curriculum and 21st century education.