Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sosialisasi Potensi Geografis Desa Dalam Peningkatan Ketahanan Pangan Di Desa Papela, Kecamatan Rote Timur Kabupaten Rote Ndao Muhammad Husen Hasan; Sunimbar Sunimbar; Sukmawati Sukmawati; Habibi Musa; Andrinata Andrinata
Jurnal Flobamorata Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2025): JURNAL FLOBAMORATA MENGABDI
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/jfm.v3i1.2602

Abstract

Ketahanan pangan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan berkelanjutan, khususnya di wilayah pedesaan yang memiliki potensi geografis beragam. Desa Papela Kecamatan Rote Timur Kabupaten Rote Ndao dengan karakteristik geografis yang unik , seperti kesuburan tanah, ketersediaan air, keanekaragaman hayati, dan iklim yang mendukung, memiliki peluang besar untuk mengembangkan sistem pangan mandiri. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengoptimalkan, dan memanfaatkan potensi geografis desa Papela guna meningkatkan ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari pemetaan potensi. Kegiatan ini dilakukan melalui diskusi kelompok terarah, observasi lapangan, Hasil pengabdian menunjukkan bahwa bahwa potensi geografis desa Papela Kecamtan Rote Timur Kabupaten Rote Ndao, baik berupa kondisi geologi, geomorfologi, oseanografi,ekonomi, demografi, sosial budaya dan pedosfer maupun kearifan lokal, memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan ketahanan pangan masyarakat. Pemanfaatan potensi tersebut secara optimal, melalui penerapan teknologi tepat guna, pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan, dan penguatan kapasitas masyarakat, mampu meningkatkan produktivitas pertanian, diversifikasi pangan, dan kemandirian ekonomi desa. Kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak pendamping menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan program, sehingga desa tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri, tetapi juga berkontribusi pada pasokan pangan Desa Papela itu sendiri.
PENGARUH MODEL GAME-BASED LEARNING BERBANTUAN WORDWALL PADA MATA PELAJARAN IPAS MATERI TENTANG “HARMONI DALAM EKOSISTEM” UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DI UPTD SD INPRES LASIANA Kristin Klara Dethan; Fembriani Fembriani; Habibi Musa
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4746

Abstract

Peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS memerlukan penerapan model pembelajaran yang inovatif dan interaktif. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah model game-based learning berbantuan aplikasi wordwall yang mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan berpusat pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model game-based learning berbantuan wordwall terhadap hasil belajar siswa pada materi “Harmoni dalam Ekosistem” di kelas V UPTD SD Inpres Lasiana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen dan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 27 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes (pretest dan posttest), observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji normalitas, uji homogenitas, serta uji hipotesis menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah penerapan model game-based learning berbantuan wordwall. dari 41,00 menjadi 63,52. Sedangkan pada pertemuan 2, nilai rata-rata meningkat dari 69,59 menjadi 81,07.. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian, model game-based learning berbantuan wordwall efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS.
Penguatan Kompetensi Guru Melalui Pendampingan Pembuatan Modul Ajar Inovatif Dengan Pendekatan Deep Learning Menggunakan Model CERDAS Vera Rosalina Bulu; Martha Kristina Kota; Livia Eunike Paut; Habibi Musa; Juliana M. Nenohai; Sania Natonis
Jurnal Abdi Masyarakat dan Pemberdayaan Inovatif Vol 2 No 2 (2026)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/jampi.v2i2.725

Abstract

This community service program aimed to strengthen the pedagogical and professional competencies of elementary school teachers through mentoring in developing innovative teaching modules based on the deep learning approach using the CERDAS model (Cermati, Eksplorasi, Rancang, Demonstrasi, Analisis, and Supervisi). The program was conducted at SMP Negeri 1 Atambua and involved 35 elementary school teachers representing 147 elementary schools in Belu Regency. The activity was implemented through collaboration between Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusa Cendana and the Government of Belu Regency in response to teachers’ difficulties in designing teaching modules aligned with the Merdeka Curriculum and 21st century learning. The program employed training, discussion, guided practice, microteaching, reflection, and supervision activities integrated within the CERDAS mentoring model. The findings showed that the program positively improved teachers’ competencies in designing innovative and contextual teaching modules based on deep learning. The assessment results indicated that 50% of teacher groups achieved the “very good” category and 50% achieved the “good” category in developing teaching modules. In addition, 90% of participants stated that the program improved their understanding of the deep learning approach and HOTS-oriented learning implementation.The CERDAS model contributed to strengthening teachers’ abilities in developing active, collaborative, reflective, and problem-solving-oriented learning in accordance with the principles of the Merdeka Curriculum and 21st century education.