Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Tuturan Ritual Natoni Adat Masyarakat Etnis Timor dalam Penyambutan Tamu di Sekolah Fallo, John Darwis; Rokhman, Fathur
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.534 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk kebahasaaan tuturan ritual natoni adat masyarakat etnis Timor, fungsi kebahasaan tuturan ritual natoni adat masyarakat etnis Timor dan makna budaya kebahasaan tuturan ritual natoni adat masyarakat etnis Timor. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan teori lingusistik kebudayaan. Teknik pengumpulan datamenggunakanteknik simak dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif dielektif. Hasil penelitian ditemukan berbagai bentuk kebahasaan, mencakup : bentuk kata, bentuk frasa, bentuk kalimat, bentuk wacana; fungsi kebahasaan, mencakup: fungsi informasional, fungsi ekspresif, fungsi direktif, fungsi estetis, fungsi fatik; dan makna budaya kebahasaan yang terdapat dalam tuturan ritual natoni adat masyarakat etnis Timor dalam penyambutan tamu di sekolah.The purpose of this study is to describe and explain the ritual forms of speech kebahasaaan natoni Timor indigenous ethnic communities, linguistic utterances ritual function natoni etnis Timor indigenous communities and the cultural meaning of linguistic utterances natoni ritual indigenous ethnic communities Timor. The approach in this study using the approach of linguistic theory of culture. Data collection technique used see and interview techniques. In doing techniques refer, applied recording technique as the basic technique.  Then proceed with the advanced technique in the form of free refer techniques involved capably, recording technique, and the technique of record.  Furthermore, the technique of structured and unstructured interviews. Mechanical analysis of data using interactive models dielektif. The research found various forms of language, include: word a form, phrase form, form of sentences, form discourses, linguistic functions, include: informational function, expressive function, directive function, aesthetic function, phatic function; linguistic and cultural meaning contained in ritual speech natoni indigenous ethnic communities in welcoming guests at the school.
Makna Tuturan Adat Ika Suti Masyarakat Desa Napi Kecamatan Kie Kabupaten Timor Tengah Selatan: Indonesia Fallo, John Darwis; Oematan, Richard; Ingunau, Temmy M. E.; Mesah, Jeff Wilfred
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70942/ciencias.v7i2.186

Abstract

Ritual adat ika suti dalam perkawinan adat menggunakan bahasa budaya yang terbilang halus dan unik. Selain itu, Bahasa yang digunakan dalam tuturan ritual adat ika suti dalam perkawinan adat tersebut memiliki makna budaya kebahasaan. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan makna budaya kebahasaan tuturan ritual adat ika suti masyarakat Desa Napi. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan teori lingusistik kebudayaan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan wawancara. Dalam melakukan teknik simak, diterapkan teknik perekaman sebagai teknik dasarnya. Kemudian dilanjutkan dengan teknik lanjutan berupa teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Selanjutnya dilakukan teknik wawancara terstruktur dan tak terstruktur. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif dielektif. Hasil penelitian ditemukan berbagai makna budaya kebahasaan yang terdapat dalam tuturan ritual adat ika suti masyarakat Desa Napi pada masyarakat suku Amanuban di Kabupaten Timor Tengah Selatan yakni, Pertama, makna psikologis yang didalamnya terdapat makna percaya diri, makna motivasi dan makna kasih sayang. Kedua, makna filosofis yang didalamnya terdapat, makna menyadari kedudukan sebagai istri, makna berpengertian dan makna keterampilan.
Makna dan Fungsi Tenun Ikat (Rombo dan Lafa) Masyarakat Kabupaten Rote Ndao: Indonesia Fanggi, Berthi; Ndun, Ronni; Fallo, John
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70942/ciencias.v8i1.192

Abstract

Penelitian sini bertujuan untuk mendeskripsikan Makna dan Fungsi Tenun Ikat (Rombo dan Lafa) Masyarakat Kabupaten Rote Ndao. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan teori Semiotika. Teknik pengumpulan data mencakup: Observasi, wawancara, perekaman, dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa: Transkripsi, Terjemahan, Klasifikasi, Analisis, dan Kesimpulan. Hasil penelitian ditemukan berbagai makna mencakup (a) Makna Pengharapan (Rombo dan Lafa) yang terdapat pada motif pohon lontar, (b) Makna Persatuan (Rombo dan Lafa) yang terdapat pada motif kotak siri pinang, (c) Makna Kesetaraan (Rombo dan Lafa) yang terdapat pada ikat gergahing, dan fungsi mencakup: (a) Fungsi refernsial bahasa yang terkait dalam bahasa dimana seorang penenun menjelaskan tenun dengan memberikan nasihat, (b) Fungsi emotif bahasa yang terkait dalam bahasa dimana seorang penenun Rote membuat sebuah tenun ikat dengan batin dengan harapan, (c) Fungsi puitis dalam bahasa yang terkait dalam bahasa dimana seorang menyampaikan sesuatu yang bermanfaat, (d) Fungsi fatis bahasa yang terkait dalam bahasa untuk menanyakan pesan, (e) Fungsi konatif dalam tenun ikat untuk semangat dalam mulai menenun dalam tenun, (f) Fungsi meta bahasa dalam tenun menjelaskan hal-hal yang terkait dengan bahasa dalam sebuah proses menenun di Kabupetan Rote Ndao
Perlawanan Hegemoni Kekuasaan dalam Puisi Diponegoro, Aku Tulis Pamflet Ini, Kita Pemilik Sah Republik Ini, Perlawanan, Teratai Oematan, Ricard; Fallo, John Darwis; Isu, Rudolf J.
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70942/ciencias.v5i2.79

Abstract

This research is about the resistance to the hegemony of power in poetry. The problem that is realized is how to fight the hegemony of power in the five Indonesian poems. Based on the research problem formulated, the research objective is to interpret the resistance to the hegemony of power in the five Indonesian poets. The method used is an interpretive qualitative research method, using a hegemonic approach as its approach. In the research on the resistance to the hegemony of power in poetry, “Diponegoro” by: Chairil Anwar, “Aku Tulis Pamflet Ini” by: W. S. Rendra, “Kita Pemilik Sah Republik Ini” by: Taufiq Imail, “Perlawanan” by: Mansur Samin, dan “Teratai” by: Sanoesi Pane as the five Indonesian poems used as data in the study.
Tindak Tutur Direktif dalam Stand up Comedy Ari Kriting: Indonesia Oematan, Richard Roberto; Fallo, John; Kolnel, Arnot
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70942/ciencias.v6i1.102

Abstract

Directive speech acts in Ari Kriting's Stand up Comedy include the form and function of directive speech acts. This study aims to explain the form and function of directive speech acts. This type of research is descriptive qualitative research. The data source was obtained from Ari Kriting's Stand up Comedy video. Data collection techniques, namely techniques of observation and data recording and data analysis. The data analysis technique was carried out by listening to Ari Kriting's Stand up Comedy video in its entirety and translating his speech into written form and then marking the utterances that belong to the type of directive speech act. The research results in Ari Kriting's Stand up Comedy found several types of directive speech acts. These directive speech acts are: (a) Riquistives include: inviting. begging. (b) Quistions include: asking, interrogating. (c) Advisory includes: warning, suggesting.
Makna dan Fungsi Tuturan Adat Keu Laka di Desa Serubeba Kecamatan Rote Timor Kabupaten Rote Ndao: Indonesia Fallo, John Darwis; Boimau, Sanhedri
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70942/ciencias.v6i1.105

Abstract

The purpose of this study was to describe the meaning contained in the Keu Laka Customary Ritual Speech in Serubeba Village, East Rote District, Rote Ndao District, to describe the functions in the Keu Laka Customary Ritual Speech in Serubeba Village, East Rote District, Rote Ndao District. The approach in this study uses a cultural linguistic theory approach. Data collection techniques using interview and observation techniques. The data analysis technique uses a qualitative descriptive technique. The results of the study found various linguistic meanings, including: the meaning of supplication, the meaning of adoration, and linguistic functions, including: expressive function, conative function.
Bentuk Makna dan Fungsi Tarian Likurai Masyarakat Desa Tesa Kecamatan Laen Manen Kabupaten Malaka: Indonesia Bau, Yohana Gloriana; Ndun, Ronni M.; Fallo, John Darwis
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70942/ciencias.v8i2.507

Abstract

Tujuan penelitiannya adalah 1. Menjelaskan bentuk tarian likurai masyarakat desa tesa kecamatan laen manen Kabupaten malaka, 2. Menjelaskan fungsi tarian likurai masyarakat desa tesa kecamatan laen manen kabupaten malaka, 3. Menjelaskan makna tarian likurai masyarakat desa tesa kecamatan laen manen kabupaten malaka. Dengan menggunakan teori semiotik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa tarian likurai dapat dilaksanakan untuk penyambutan tamu penting, upacara adat, pertunjukan seni, dan festival budaya. Bentuk tarian likurai adalah bentuk garis sejajar dan bentuk lingkaran, Makna tarian likurai adalah makna penghormatan, makna religius,  dan makna ungkapan syukur, fungsi tarian likurai adalah fungsi menghibur merupakan, fungsi menjodohkan, gotong royong, dan memuliakan Tuhan adalah menyangkut kepercayaan manusia kepada Tuhan. The purpose of the study is 1. To explain the form of the likurai dance of the Tesa village community, Laen Manen sub-district, Malaka Regency, 2. To explain the function of the likurai dance of the Tesa village community, Laen Manen sub-district, Malaka Regency, 3. To explain the meaning of the likurai dance of the Tesa village community, Laen Manen sub-district, Malaka Regency. By using semiotic theory. The method used in this study is descriptive qualitative. The results of the study show that the likurai dance can be performed to welcome important guests, traditional ceremonies, art performances, and cultural festivals. The form of the likurai dance is the form of parallel lines and the shape of a circle, The meaning of the likurai dance is the meaning of respect, religious meaning, and the meaning of expressing gratitude, the function of the likurai dance is the function of entertaining, the function of matching, mutual cooperation, and glorifying God is related to human belief in God.
Makna Dalam Tuturan Sul A’tolo' Pada Perkawinan Masyarakat Desa Nobi-Nobi Kecamatan Amanuban Tengah Kabupaten Timor Tengah Selatan: Indonesia Kabnani, Mance Alfando; Boimau, Sanhedri; Fallo, John Darwis; Mesah, Jeff Wilfred
Ciencias : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Sul A'tolo speech is one of the stages of marriage in the Nobi-nobi Village community, Amanuban Tengah District, South Central Timor Regency, where the man's family sends someone to deliver the sul a 'tolo in the form of a package containing jewelry as a sign of engagement to the desired woman. The problem in this study is how the meaning of the sul a'tolo' speech is in the marriage of the Nobi-Nobi Village community, Amanuban Tengah District, South Central Timor Regency. The purpose of this study is to describe the meaning of the sul a 'tolo' speech in the marriage of the Nobi-Nobi Village community, Amanuban Tengah District, South Central Timor Regency. The theory used is the theory of cultural linguistics. This study uses a qualitative descriptive method. In data collection, the researcher used observation, interview, listening, recording and documentation techniques. Based on the results of data analysis, the meaning found in the sul a 'tolo speech is as follows: (1) The meaning of requests and hopes, (2) The meaning of respect and ethics (3) Symbolic and metaphorical meaning, and (4) The meaning of love framed by custom.