Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Lingkungan Kerja dan Keselamatan Kerja terhadap Produktivitas Karyawan Melalui Kepuasan Kerja pada Perusahaan Jasa Bore Pile Yola Aprina; Alia Destiana Putri; Zatia Zalfa; Febrianty; Reza Hardian Pratama
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sur.v4i2.1963

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya mengelola lingkungan kerja dan keselamatan kerja (K3) untuk meningkatkan produktivitas karyawan, terutama pada perusahaan jasa bore pile yang memiliki risiko kerja tinggi. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh lingkungan kerja dan keselamatan kerja terhadap produktivitas karyawan melalui kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tipe eksplanatif. Populasi adalah seluruh karyawan perusahaan jasa bore pile, dengan sampel 80 responden yang dipilih menggunakan probability sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert 1–5 yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan lingkungan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja (beta=0,412; sig=0,000) dan produktivitas (beta=0,287; sig=0,003), keselamatan kerja berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja (beta=0,458; sig=0,000) dan produktivitas (beta=0,301; sig=0,002), serta kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap produktivitas (beta=0,356; sig=0,000). Pengaruh tidak langsung lingkungan kerja terhadap produktivitas melalui kepuasan kerja sebesar 0,147 dan keselamatan kerja sebesar 0,163. Kesimpulan penelitian adalah lingkungan kerja dan keselamatan kerja meningkatkan produktivitas karyawan secara langsung dan tidak langsung melalui peningkatan kepuasan kerja pada perusahaan jasa bore pile.
PENGARUH KUALITAS LAYANAN DAN KECEPATAN PENGIRIMAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN SHOPEEFOOD DI KOTA BANDAR LAMPUNG DENGAN PROMO HARGA SEBAGAI VARIABEL MODERASI Redo Dinata; Nesa Rismala; Puja Septa Rusdi; Febrianty; Reza Hardian Pratama
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1488

Abstract

Inovasi teknologi yang berkembang pesat telah mendorong masyarakat di Bandar Lampung untuk beralih ke layanan digital seperti ShopeeFood untuk efisiensi waktu. Situasi ini memaksa perusahaan untuk terus meningkatkan mutu layanan dan kecepatan pengiriman demi mempertahankan kepuasan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak kualitas layanan dan kecepatan pengiriman terhadap kepuasan pengguna, serta menguji peran promosi harga sebagai variabel yang memoderasi hubungan tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif, data dikumpulkan dari 101 responden pengguna ShopeeFood di Bandar Lampung melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) yang berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan software SmartPLS. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas layanan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kepuasan pengguna, dengan koefisien sebesar 0,504 dan p-value 0,000. Begitu pula, kecepatan pengiriman terbukti signifikan mempengaruhi kepuasan pengguna dengan koefisien 0,267 dan p-value 0,001. Nilai R-square untuk variabel kepuasan pengguna adalah 0,366, yang menunjukkan bahwa 36,6% variasi kepuasan dapat dijelaskan oleh kualitas layanan dan kecepatan pengiriman, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Meskipun kualitas layanan dan kecepatan pengiriman menjadi faktor utama dalam kepuasan, hasil uji menunjukkan bahwa kepuasan pengguna dalam model ini tidak memiliki dampak signifikan terhadap loyalitas pengguna. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan bahwa untuk meningkatkan kepuasan pengguna di Bandar Lampung, ShopeeFood perlu memberikan respon yang cepat, keandalan layanan, dan ketepatan waktu pengiriman yang sesuai dengan estimasi.
PENGARUH KUALITAS LAYANAN DAN KECEPATAN PENGIRIMAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN SHOPEEFOOD DI KOTA BANDAR LAMPUNG DENGAN PROMO HARGA SEBAGAI VARIABEL MODERASI Redo Dinata; Nesa Rismala; Puja Septa Rusdi; Febrianty; Reza Hardian Pratama
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1488

Abstract

Inovasi teknologi yang berkembang pesat telah mendorong masyarakat di Bandar Lampung untuk beralih ke layanan digital seperti ShopeeFood untuk efisiensi waktu. Situasi ini memaksa perusahaan untuk terus meningkatkan mutu layanan dan kecepatan pengiriman demi mempertahankan kepuasan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak kualitas layanan dan kecepatan pengiriman terhadap kepuasan pengguna, serta menguji peran promosi harga sebagai variabel yang memoderasi hubungan tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif, data dikumpulkan dari 101 responden pengguna ShopeeFood di Bandar Lampung melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) yang berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan software SmartPLS. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas layanan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kepuasan pengguna, dengan koefisien sebesar 0,504 dan p-value 0,000. Begitu pula, kecepatan pengiriman terbukti signifikan mempengaruhi kepuasan pengguna dengan koefisien 0,267 dan p-value 0,001. Nilai R-square untuk variabel kepuasan pengguna adalah 0,366, yang menunjukkan bahwa 36,6% variasi kepuasan dapat dijelaskan oleh kualitas layanan dan kecepatan pengiriman, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Meskipun kualitas layanan dan kecepatan pengiriman menjadi faktor utama dalam kepuasan, hasil uji menunjukkan bahwa kepuasan pengguna dalam model ini tidak memiliki dampak signifikan terhadap loyalitas pengguna. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan bahwa untuk meningkatkan kepuasan pengguna di Bandar Lampung, ShopeeFood perlu memberikan respon yang cepat, keandalan layanan, dan ketepatan waktu pengiriman yang sesuai dengan estimasi.
TRANSFORMASI BUDAYA KERJA DAN DIGITALISASI SDM :STRATEGI PT PLN(PERSERO)DALAM MENINGKATKAN AGILITAS KARYAWAN MENUJU TRANSISI ENERGI Recvinka Arsya Latifa; Nova Eliza; Ighra Tsabitah Danadi; Febrianty; Reza Hardian Pratama
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1499

Abstract

Perubahan lingkungan bisnis yang ditandai dengan pesatnya digitalisasi serta tuntutan keberlanjutan dalam transisi energi mendorong organisasi untuk melakukan penyesuaian tidak hanya pada aspek teknologi, tetapi juga pada budaya kerja dan pengelolaan sumber daya manusia. Literatur menunjukkan bahwa penerapan digitalisasi SDM mampu meningkatkan efisiensi operasional serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data (Bondarouk & Brewster, 2016). Di sisi lain, budaya organisasi yang adaptif dan kolaboratif berperan penting dalam meningkatkan kinerja serta daya saing (Denison, 2012). Dalam konteks tersebut, agilitas karyawan menjadi kemampuan krusial yang mencerminkan kesiapan individu dalam menghadapi perubahan melalui sikap proaktif, kemampuan beradaptasi, dan ketahanan (Sherehiy & Karwowski, 2014). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara transformasi budaya kerja dan digitalisasi SDM terhadap tingkat agilitas karyawan pada PT PLN (Persero). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal asosiatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner skala Likert kepada responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Indikator yang digunakan meliputi budaya kerja (nilai adaptif, kolaborasi digital, kesadaran perubahan), digitalisasi SDM (efisiensi administrasi, kemudahan akses layanan, keakuratan sistem), serta agilitas karyawan (proaktivitas belajar, adaptabilitas, dan resiliensi). Temuan penelitian diperkirakan menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan dari transformasi budaya kerja dan digitalisasi SDM terhadap peningkatan agilitas karyawan.