Martin Rahmat Hidayat
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Reconstruction of Morality Offenses in the New Criminal Code: A Study of Article 412 from the Perspectives of Positive Law and Islamic Criminal Law Fairuz Abdul Haq; Martin Rahmat Hidayat
Jurnal El-Thawalib Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/el-thawalib.v7i3.19619

Abstract

Reconstruction of Morality Offenses in the New Criminal Code: A Study of Article 412 from the Perspectives of Positive Law and Islamic Criminal Law
Reconstruction of Morality Offenses in the New Criminal Code: A Study of Article 412 from the Perspectives of Positive Law and Islamic Criminal Law Fairuz Abdul Haq; Martin Rahmat Hidayat
Jurnal El-Thawalib Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/el-thawalib.v7i3.19619

Abstract

Reconstruction of Morality Offenses in the New Criminal Code: A Study of Article 412 from the Perspectives of Positive Law and Islamic Criminal Law
Praktik Revenge Porn Sebagai Tindak Pidana Dan Perlindungan Korban Menurut Hukum Positif Di Indonesia Martin Rahmat Hidayat; Dewi Sulastri; Dede Kania
Jurnal Riset Ilmu Hukum Volume 6, No 1, Juli 2026, Jurnal RIset Ilmu Hukum (JRIH)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrih.v6i1.10619

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan media sosial telah memunculkan bentuk kejahatan baru berupa revenge porn, yaitu penyebaran konten intim tanpa persetujuan sebagai bentuk balas dendam yang berdampak serius terhadap martabat dan kesehatan psikologis korban. Fenomena ini menunjukkan lemahnya perlindungan privasi di ruang digital serta belum optimalnya respons hukum dalam memberikan keadilan yang berperspektif korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualifikasi revenge porn sebagai tindak pidana serta bentuk pertanggungjawaban pidana pelaku dan perlindungan hukum bagi korban menurut hukum positif Indonesia. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual melalui studi kepustakaan yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revenge porn memenuhi unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, dan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, meskipun pengaturannya masih tersebar dan belum spesifik. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis integratif antara pertanggungjawaban pidana pelaku dan model perlindungan komprehensif bagi korban berbasis pendekatan hak asasi dan pemulihan psikososial.