Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Model Pengambilan Keputusan Dalam Diplomasi Konflik: Kajian Teoretis Literatur Indonesia Dan Implikasinya Pada Krisis Sudan 2025 Azka Fathan Fansuri; Dewi Lestari
AL-BAHTS: Jurnal Ilmu Sosial,Politik, dah Hukum Vol 2 No 3 (2025): AL-BAHTS: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Hukum
Publisher : Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/albahts.v2i3.5004

Abstract

The protracted conflict in Sudan in 2025 illustrates repeated failures in implementing ceasefire agreements, driven largely by unstable domestic political dynamics and overlapping external interventions. This study analyzes the key determinants shaping ceasefire breakdowns by examining the interaction between domestic elite interests, fragmentation among armed groups, and international pressures. The research aims to provide an in-depth understanding of how military and political elites influence the trajectory of conflict and diplomacy. The study employs a qualitative research design based on document analysis, literature review, and policy examination related to the dynamics of SAF, RSF, and regional actors. Data were analyzed using decision-making theory and conflict diplomacy frameworks to identify behavioral patterns and strategic interests affecting negotiation processes. The findings reveal that ceasefire failures stem from incompatible elite power calculations, weak command structures, and external support that sustains conflict dynamics. Moreover, fragmented positions among regional mediators further reduce the effectiveness of multilateral diplomatic efforts. The study concludes that Sudan’s diplomatic failures are structural, shaped by the interactions between domestic elite decision-making and geopolitical contestation that together create disincentives for peaceful resolution. These results highlight the need for mediation approaches that are more realistic, adaptive, and oriented toward creating strategic incentives for involved elites.
Strategi Perencanaan, Penyusunan, Dan Evaluasi SDM Sebagai Pilar Manajemen Lembaga Pendidikan Berkelanjutan Di Era Transformasi Digital Devi Sintia Sari; Azka Fathan Fansuri; Novela Aulia Zain
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga pendidikan menghadapi tantangan besar di era transformasi digital, terutama dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang menjadi pilar utama keberlanjutan. Permasalahan yang muncul adalah bagaimana lembaga pendidikan mampu merencanakan, menyusun, dan mengevaluasi SDM agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat. Perencanaan yang kurang berbasis data, penyusunan yang tidak memperhatikan kompetensi digital, serta evaluasi yang masih konvensional seringkali menjadi hambatan dalam menjaga kualitas layanan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode literatur review dengan menelaah berbagai jurnal, artikel ilmiah, dan sumber akademik yang relevan. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi strategi perencanaan, penyusunan, dan evaluasi SDM yang sesuai dengan tuntutan era digital. Literatur yang dipilih berfokus pada manajemen SDM di lembaga pendidikan, khususnya terkait adaptasi teknologi, pengembangan kompetensi digital, serta sistem evaluasi berbasis teknologi.Hasil pembahasan menunjukkan bahwa perencanaan SDM berbasis data dan berorientasi pada keberlanjutan mampu memetakan kebutuhan tenaga kerja secara lebih tepat. Penyusunan SDM melalui rekrutmen, seleksi, penempatan, dan pengembangan kompetensi digital menghasilkan tenaga pendidik yang adaptif dan inovatif. Evaluasi SDM berbasis teknologi, dengan indikator pedagogis, digital, etika, dan inovasi, terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas tenaga pendidik sekaligus mendukung pengembangan karier dan kesejahteraan. Kesimpulannya, strategi perencanaan, penyusunan, dan evaluasi SDM yang terintegrasi menjadi pilar keberlanjutan lembaga pendidikan di era transformasi digital. Dengan manajemen SDM yang komprehensif, lembaga pendidikan dapat menjaga kualitas layanan, menghadapi tantangan global, serta menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Paradoks Implementasi Moving Class dalam Pengelolaan Pembelajaran: Analisis Motivasi Belajar dan Stres Akademik Siswa M. Akbar Haskim; Nurmadiah; Azka Fathan Fansuri; Siti Rhaudatul Jannah; Nurmalisa; Nasya Putri; Rubingantun; M. Rezki Danuarta
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi moving class sebagai inovasi dalam pengelolaan pembelajaran menimbulkan berbagai dampak terhadap proses belajar siswa, baik dalam meningkatkan motivasi belajar maupun memunculkan stres akademik. Kondisi tersebut menunjukkan adanya paradoks dalam penerapan moving class, terutama berkaitan dengan kesiapan fasilitas sekolah, pengelolaan waktu pembelajaran, dan kemampuan adaptasi siswa terhadap perubahan lingkungan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi moving class dalam pengelolaan pembelajaran melalui kajian terhadap motivasi belajar dan stres akademik siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Systematic Literature Review melalui analisis berbagai artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi yang diterbitkan pada tahun 2021–2025. Data diperoleh melalui penelusuran literatur dari berbagai database ilmiah dan dianalisis secara deskriptif untuk menemukan pola serta hubungan antara implementasi moving class, motivasi belajar, dan stres akademik siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moving class mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih dinamis, meningkatkan keterlibatan siswa, dan mendorong motivasi belajar melalui lingkungan belajar yang variatif dan interaktif. Namun, sistem ini juga berpotensi menimbulkan stres akademik akibat tingginya mobilitas belajar, kelelahan fisik, tekanan adaptasi, dan kurang optimalnya pengelolaan pembelajaran di sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi moving class memiliki dampak positif dan negatif terhadap siswa sehingga penerapannya perlu mempertimbangkan efektivitas pembelajaran dan kondisi psikologis peserta didik secara seimbang.