Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Manajemen Wakil Kepala Sekolah Madrasah Bidang Kesiswaan di MTS Nurul Huda KM.5 Nusantara Jaya Kecamatan Keritang Kasmawati; Nurmadiah; Irjus Indrawan
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 1 No 1 (2023): 2023
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v1i1.74

Abstract

Manajemen pada lembaga pendidikan merupakan suatu proses pengelolaan lembaga pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen wakil kepala madrasah bidang kesiswaan, dan untuk mengetahui apa faktor-faktor pendukung dan penghambat manajemen wakil kepala madrasah bidang kesiswaan. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif, adapun informan kunci dalam penelitian ini adalah wakil kepala madrasah bidang kesiswaan. Tekhnik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verivikasi. Hasil penelitian ini yang meliputi Planning sudah Baik karena sudah melakukan prosedur sebagaimana mestinya. Organizing dalam pelaksanaanya sudah baik karena pihak sekolah selalu melibatkan kepala madarasah, majlis guru, pembina, serta siswa dan siswi. Actuating yang dilakukan sudah cukup baik karena sudah mengikuti perencanaan yang sama-sama sudah direncanakan walaupaun ketika dalam pelaksanaan masih ada kendala yang terjadi di lapangan. Controlling yang cukup baik karena mereka melakukannya dengan langsung ikut serta terlibat dan juga langsung terjun kelapangan, walaupun masih ada guru atau pembina yang tidak ikut serta dalam pengawasan dalam kegiatan tersebut. Evaluation yang dilakukan dengan mengadakan rapat evaluasi yang diselenggarakan saat akhir kegiatan untuk mengetahui apa saja kekurangan atau kendala saat melaksanakan kegiatan tersebut. Untuk faktor pendukung ada tiga yaitu; Banyak dukungan dari para mejelis guru, Kerja keras dan dukungan dari kepala madrasah, dan kreatif serta inovatif yang dimiliki kesiswaan. Sedangkan faktor penghambatnya ada empat yaitu; Kurangnya koordinasi dan komunikasi, Sarana dan prasarana yang belum lengkap, Kondisi halaman madrasah yang sering banjir, 4) Kondisi ruangan yang masih dalam perbaikan, dan Waktu pelaksanaan tidak maksimal.
Perencanaan Strategi Kepala Sekolah Dalam Mewujudkan School Branding Di SMP IT Alhusniyah Tembilahan Mila Oktapia; Nurmadiah
Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam bagaimana kepala sekolah merencanakan strategi dalam membentuk citra sekolah (school branding) serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah melakukan perencanaan strategi school branding yang diterapkan mencakup melakukan riset, identifikasi keunikan sekolah, penentuan kompetitor dan karakteristik, hingga tahap penerapan dan rebranding. Pelaksanaan strategi ini menunjukkan adanya keterlibatan aktif dari komite sekolah, guru, serta penekanan pada kebutuhan dan kepentingan peserta didik sebagai prioritas utama. Kendati masih dalam tahap pengembangan dan belum sepenuhnya optimal, strategi ini telah memberikan arah yang jelas terhadap pencapaian citra positif sekolah di mata masyarakat. Faktor-faktor pendukung yang memperkuat pelaksanaan strategi ini antara lain adalah kepemimpinan kepala sekolah yang visioner, kejelasan arah visi dan misi, kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan, dukungan stakeholder, sarana prasarana yang memadai, serta sistem evaluasi berkelanjutan. Sementara itu, hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu kepala sekolah, minimnya pelatihan atau pendampingan, dan belum meratanya pemahaman warga sekolah terkait pentingnya school branding. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepala sekolah telah menyusun perencanaan strategi, melibatkan berbagai pihak dalam penyusunan visi dan misi, serta melaksanakan strategi branding seperti riset dan rebranding. Meskipun pelaksanaan branding belum maksimal, namun telah berjalan secara bertahap.
Efektivitas Supervisi Kepala Sekolah Dalam Pembinaan Profesionalitas Guru Di SMP Negeri 2 Pulau Kijang Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir Nurkhaliza; Nurmadiah
Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana efektivitas supervisi kepala sekolah dalam pembinaan profesionalitas guru di SMP Negeri 2 Pulau Kijang Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir dan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor penghambat dan pendukungnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah trianggulasi. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kepala sekolah dan guru dengan mencari bagaimana efektivitas supervisi kepala sekolah dalam pembinaan profesionalitas guru di SMP Negeri 2 Pulau Kijang Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi dilaksanakan secara terstruktur melalui observasi kelas berkala dengan instrumen penilaian yang objektif, mencakup aspek strategi mengajar, pengelolaan kelas, interaksi siswa, dan pencapaian pembelajaran. Supervisi dilakukan dengan pendekatan pembinaan yang mendorong keterbukaan, partisipasi aktif, dan motivasi guru. Kepala sekolah juga mendukung pengembangan profesional guru melalui pelatihan, seminar, dan sertifikasi. Evaluasi supervisi dilakukan secara reflektif dan melibatkan guru dalam perbaikan berkelanjutan. Kedua: Faktor pendukung keberhasilan supervisi didukung oleh kerja sama antara kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan, lingkungan kerja yang kondusif, serta dukungan dari pengawas sekolah dan dinas pendidikan. Faktor penghambat supervisi juga menghadapi kendala seperti keterbatasan waktu kepala sekolah, kesiapan guru yang beragam, keterbatasan infrastruktur dan teknologi, serta perubahan kebijakan pendidikan yang cepat.
Implementasi Manajemen Madrasah Dalam Meningkatkan Efektivitas Pendidikan Di MTS Pondok Pesantren Tunas Harapan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir Satria; Nurmadiah
Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi manajemen madrasah dalam meningkatkan efektivitas pendidikan di MTs Pondok Pesantren Tunas Harapan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir. Fokus penelitian ini adalah pada pengelolaan sumber daya manusia sebagai faktor utama dalam menciptakan pendidikan yang efektif, mencakup aspek perencanaan, rekrutmen, seleksi, pengembangan, pemberian kompensasi, serta evaluasi kinerja guru. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen sumber daya manusia telah berjalan dengan cukup baik, terutama karena adanya kepemimpinan kepala sekolah yang terbuka, suasana kerja yang kekeluargaan, dan partisipasi aktif guru yang sebagian besar merupakan alumni pondok pesantren. Faktor pendukung lainnya adalah sistem komunikasi yang efektif, pemberian peran struktural kepada guru, serta dukungan terhadap pelatihan dan peningkatan kompetensi. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan anggaran, kurang meratanya pelatihan, dan belum adanya sistem evaluasi kinerja yang terstandar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat kendala, manajemen sekolah di MTs Pondok Pesantren Tunas Harapan Tembilahan telah menunjukkan peran penting dalam meningkatkan efektivitas pendidikan secara berkelanjutan.
Efektivitas Kepemimpinan Kepala Sekolah Sebagai Administrator Di SD 06 Muhammadiyah Tembilahan Wahyugi; Nurmadiah; Irjus Indrawan
Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jpmp.v2i2.307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas kepemimpinan kepala sekolah sebagai administrator dalam meningkatkan kinerja lembaga pendidikan di SD Muhammadiyah Tembilahan. Fokus penelitian ini terletak pada peran kepala sekolah dalam menjalankan fungsi administrasi, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengawasan terhadap kegiatan operasional sekolah, khususnya dalam pengelolaan sumber daya manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah melaksanakan perannya sebagai administrator secara cukup efektif, ditandai dengan pembagian tugas yang jelas, komunikasi yang terbuka dengan guru dan staf, serta pengawasan rutin terhadap kinerja guru. Faktor pendukung keberhasilan tersebut antara lain gaya kepemimpinan yang partisipatif, budaya kerja yang harmonis, serta dukungan dari yayasan sekolah. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan anggaran, belum optimalnya sistem evaluasi kerja guru, serta kurangnya pelatihan bagi guru dalam bidang administrasi dan teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas kepemimpinan kepala sekolah sebagai administrator sangat berpengaruh terhadap kualitas pengelolaan sekolah dan peningkatan mutu pendidikan di SD Muhammadiyah Tembilahan.
Komitmen Organisasi Kependidikan Dalam Meningkatkan Profesionalitas Mhd Nur Husna; Nurmadiah; Ali Murtopo
Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran organisasi profesi kependidikan dalam meningkatkan profesionalitas. Penelitian ini menggunakan Pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif. Studi literatur yang dikumpulkan didasarkan pada informasi perpustakaan (buku dan digital). Informasi tersebut ditelusuri dari buku referensi, buku teks, dan jurnal yang memuat banyak artikel. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: peran organisasi profesi pendidikan dalam sistem pendidikan adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan, selain itu keberadaan organisasi profesi pendidikan berperan untuk memberikan pertimbangan dan masukan kepada pemerintah dalam menyusun perencanaan pendidikan. Organisasi profesi juga berperan sebagai pihak yang mendukung para ahli pendidikan dalam penyelenggaraan, pembinaan, dan pengembangan pendidikan, mengkritisi dan mengontrol dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan dasar serta sebagai mediator antara guru dengan pemerintah. Organisasi profesi pendidikan juga berperan dalam meningkatkan profesionalitas seorang guru sebagai pendidik. akan banyak ilmu dan sosialisasi terbaru dalam hal peningkatan profesionalitas tenaga pendidik. Kendala penyelenggaraan profesi pendidikan dalam sistem pendidikan adalah kurangnya kesadaran guru akan hukum dan disiplin guru dalam menjalankan profesinya. rendahnya motivasi berusaha untuk mengembangkan kualitas diri guru, dan rendahnya kompetensi guru dalam hal kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional.
Implementasi Budaya Organisasi Ke Kesiswaanan Di Madrasah Tsanawiyah Annahdhatul Muhibbah Desa Bente Kecamatan Mandah Nurmadiah; Syarifaturrizqa; Maimunah
Jurnal Pelita Manajemen Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Implementasi budaya organisasi kesiswaan di Madrasah Tsanawiyah Annahdhatul Muhibbah Bente Kecamatan Mandah dan untuk mengetahui apa saja faktor pendukungnya dan penghambatnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya data tersebut dituangkan dalam bentuk deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, maka diperoleh kesimpulan yaitu: Pertama: Implementasi budaya organisasi kesiswaan di Madrasah Tsanawiyah Annahdhatul Muhibbah Bente telah berjalan dengan baik melalui tiga tahap utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, Kepala Madrasah, Waka Ke kesiswaanan, dan pembina OSIM bersama kesiswaan menyusun visi, misi, serta program kerja secara musyawarah dan terarah. Tahap pelaksanaan menunjukkan adanya pembagian tugas yang jelas dalam struktur organisasi, di mana setiap anggota memahami peran dan tanggung jawab masing-masing. Budaya organisasi seperti musyawarah, gotong royong, dan rasa kekeluargaan telah tertanam dan dijaga. Pada tahap evaluasi, dilakukan refleksi rutin terhadap kinerja organisasi, baik melalui laporan kegiatan maupun forum evaluasi yang melibatkan guru dan kesiswaan. Kedua, Faktor pendukungnya adalah adanya komitmen pihak madrasah, pembina yang aktif, pelatihan organisasi, serta motivasi kesiswaan yang tinggi. Para pengurus juga merasa didampingi dan diberi ruang untuk berkembang, sehingga budaya kerja sama dan tanggung jawab terbentuk secara positif. Dan faktor penghambatnya karena adanya pelaksanaannya masih menghadapi kendala seperti kurangnya pengalaman organisasi pada sebagian kesiswaan, keterbatasan waktu akibat padatnya kegiatan akademik, serta kurangnya fasilitas penunjang. Meski demikian, budaya organisasi sudah mulai terbentuk dan perlu terus diperkuat agar lebih efektif dan berkelanjutan.
Paradoks Implementasi Moving Class dalam Pengelolaan Pembelajaran: Analisis Motivasi Belajar dan Stres Akademik Siswa M. Akbar Haskim; Nurmadiah; Azka Fathan Fansuri; Siti Rhaudatul Jannah; Nurmalisa; Nasya Putri; Rubingantun; M. Rezki Danuarta
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi moving class sebagai inovasi dalam pengelolaan pembelajaran menimbulkan berbagai dampak terhadap proses belajar siswa, baik dalam meningkatkan motivasi belajar maupun memunculkan stres akademik. Kondisi tersebut menunjukkan adanya paradoks dalam penerapan moving class, terutama berkaitan dengan kesiapan fasilitas sekolah, pengelolaan waktu pembelajaran, dan kemampuan adaptasi siswa terhadap perubahan lingkungan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi moving class dalam pengelolaan pembelajaran melalui kajian terhadap motivasi belajar dan stres akademik siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Systematic Literature Review melalui analisis berbagai artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi yang diterbitkan pada tahun 2021–2025. Data diperoleh melalui penelusuran literatur dari berbagai database ilmiah dan dianalisis secara deskriptif untuk menemukan pola serta hubungan antara implementasi moving class, motivasi belajar, dan stres akademik siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moving class mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih dinamis, meningkatkan keterlibatan siswa, dan mendorong motivasi belajar melalui lingkungan belajar yang variatif dan interaktif. Namun, sistem ini juga berpotensi menimbulkan stres akademik akibat tingginya mobilitas belajar, kelelahan fisik, tekanan adaptasi, dan kurang optimalnya pengelolaan pembelajaran di sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi moving class memiliki dampak positif dan negatif terhadap siswa sehingga penerapannya perlu mempertimbangkan efektivitas pembelajaran dan kondisi psikologis peserta didik secara seimbang.