This Author published in this journals
All Journal Jurnal Skripta
Nurfajar Ekasari
Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REPRESENTASI BAHASA DISKRIMINASI DALAM FILM ‘PENGEPUNGAN DI BUKIT DURI’ KARTA JOKO ANWAR : Analisis Wacana Kritis terhadap Diskriminasi Bahasa dalam Sinema Indonesia Nurfajar Ekasari; Nuraini Kasman; Kamal
JURNAL SKRIPTA Vol 12 No 1 (2026): SKRIPTA MEI 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/skripta.v12i1.9676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi bahasa diskriminasi dalam film Pengepungan di Bukit Duri karya Joko Anwar. Fokus penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk bahasa diskriminasi yang muncul dalam dialog tokoh-tokoh di film tersebut serta faktor sosial dan ideologis yang memengaruhi kemunculan bahasa diskriminatif tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis bagaimana bahasa digunakan dalam film untuk membentuk stigma, relasi kuasa, dan legitimasi diskriminasi terhadap kelompok etnis tertentu, khususnya etnis Tionghoa di Indonesia. Data dikumpulkan melalui teknik simak berulang dan catat dengan mengamati dialog-dialog yang mengandung unsur diskriminasi dalam film. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 32 data ujaran yang mengandung diskriminasi, yang terbagi dalam empat bentuk utama: ujaran kebencian, stereotipe, ancaman atau intimidasi, serta pelabelan negatif dan dehumanisasi. Faktor-faktor yang melatarbelakangi kemunculan bahasa diskriminasi ini meliputi prasangka sosial, generalisasi, konflik sosial, serta dominasi kekuasaan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada kajian linguistik media, khususnya dalam memahami peran bahasa sebagai sarana untuk merepresentasikan diskriminasi dan ketidaksetaraan sosial dalam media audiovisual.