Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi bahasa diskriminasi dalam film Pengepungan di Bukit Duri karya Joko Anwar. Fokus penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk bahasa diskriminasi yang muncul dalam dialog tokoh-tokoh di film tersebut serta faktor sosial dan ideologis yang memengaruhi kemunculan bahasa diskriminatif tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis bagaimana bahasa digunakan dalam film untuk membentuk stigma, relasi kuasa, dan legitimasi diskriminasi terhadap kelompok etnis tertentu, khususnya etnis Tionghoa di Indonesia. Data dikumpulkan melalui teknik simak berulang dan catat dengan mengamati dialog-dialog yang mengandung unsur diskriminasi dalam film. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 32 data ujaran yang mengandung diskriminasi, yang terbagi dalam empat bentuk utama: ujaran kebencian, stereotipe, ancaman atau intimidasi, serta pelabelan negatif dan dehumanisasi. Faktor-faktor yang melatarbelakangi kemunculan bahasa diskriminasi ini meliputi prasangka sosial, generalisasi, konflik sosial, serta dominasi kekuasaan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada kajian linguistik media, khususnya dalam memahami peran bahasa sebagai sarana untuk merepresentasikan diskriminasi dan ketidaksetaraan sosial dalam media audiovisual.
Copyrights © 2026