Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRUKTUR SOSIAL EKONOMI PEKERJA SEKTOR INFORMAL DI KAWASAN SEBERANG ULU KOTA PALEMBANG Thita Maharani; Yusela anida; Nindi amirnati; Dwi andreanno Saputra; Rudy Kurniawan; Lisya Septiani Putri; Suci Wahyu Fajriani
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5343

Abstract

Sektor informal merupakan salah satu sektor ekonomi yang memiliki peran penting dalam menyerap tenaga kerja dan menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur sosial ekonomi pekerja sektor informal di kawasan Seberang Ulu Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap empat informan yang bekerja di sektor informal, yaitu pedagang warung, pedagang ikan di pasar, pengrajin tenun songket, serta pelaku usaha kecil rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja sektor informal menjadikan aktivitas tersebut sebagai sumber pendapatan utama bagi keluarga. Namun demikian, pendapatan yang diperoleh bersifat tidak tetap dan sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar, jumlah pembeli, serta faktor eksternal seperti cuaca. Selain itu, sebagian besar pekerja sektor informal menjalankan usaha secara mandiri dengan modal pribadi tanpa dukungan organisasi atau kelompok usaha tertentu. Dalam mengelola keuangan rumah tangga, para pekerja sektor informal menerapkan strategi penghematan serta memanfaatkan pendapatan harian untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa hubungan sosial antar pekerja di lingkungan sekitar relatif baik meskipun terdapat persaingan dalam kegiatan ekonomi. Oleh karena itu, sektor informal tetap menjadi salah satu penopang utama ekonomi masyarakat, meskipun masih menghadapi berbagai keterbatasan seperti ketidakstabilan pendapatan dan minimnya dukungan modal usaha.
Praktik Disiplin dan Normalisasi Mahasiswa FISIP Universitas Sriwijaya Perspektif Michel Foucault M Redho Nopansyah; Yusela Anida; Cantika; Viero Varbi Sununianti; Istiqoma; Deni Aries Kurniawan
QAWIUN : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publiseher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qw.v2i1.840

Abstract

Penelitian ini membahas praktik disiplin dan normalisasi dalam kehidupan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya dengan menggunakan perspektif Michel Foucault. Perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai ruang transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai arena relasi kuasa yang bekerja melalui mekanisme disiplin untuk membentuk perilaku dan kesadaran mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk praktik disiplin, proses normalisasi, serta relevansi konsep panoptikon dalam memahami pengawasan dalam kehidupan kampus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi dan studi dokumentasi terhadap aktivitas akademik, organisasi mahasiswa, serta aturan kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik disiplin diterapkan melalui sistem kehadiran, evaluasi akademik, batas waktu pengumpulan tugas, dan norma organisasi yang mendorong mahasiswa menyesuaikan diri dengan standar institusi. Pengawasan tidak hanya dilakukan oleh dosen dan institusi, tetapi juga berlangsung melalui interaksi antar mahasiswa serta penggunaan media digital. Selain itu, proses normalisasi membentuk standar mengenai “mahasiswa ideal” yang disiplin, aktif, dan produktif. Perkembangan teknologi digital juga memperluas praktik pengawasan melalui panoptikon digital dalam media sosial dan platform pembelajaran daring. Praktik disiplin tersebut mampu menciptakan keteraturan dan efektivitas akademik, namun pada saat yang sama juga membentuk subjektivitas mahasiswa dan membatasi ruang kebebasan individu. Dengan demikian, disiplin dalam kehidupan kampus dapat dipahami sebagai bentuk kekuasaan yang bekerja secara halus melalui pengawasan dan normalisasi yang berlangsung secara berkelanjutan.