Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peran Ojek Online Indralaya dalam Menompang Ketahan Ekonomi Rumah Tangga Perkotaan Sabrina; Lisya Septiani Putri; Suci Wahyu Fajriani; Kirana Suhada; Imelda Putri Zulkarnain; Reva Zikri Fahlevi; Salsabilla Azzahra; Rudy Kurniawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5108

Abstract

Permasalahan ekonomi rumah tangga di wilayah perkotaan, khususnya bagi keluarga pengemudi ojek online, semakin kompleks akibat pendapatan yang tidak menentu dan ketergantungan terhadap platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ojek online dalam ketahanan ekonomi rumah tangga di Indralaya serta strategi adaptif yang diterapkan oleh keluarga pengemudi dalam menghadapi ketidakpastian pendapatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologi perkotaan, melalui wawancara mendalam dengan pengemudi ojek online serta studi literatur yang berkaitan dengan pekerjaan informal, ekonomi rumah tangga, dan transportasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ojek online menjadi sumber pendapatan utama bagi rumah tangga, membantu pemenuhan kebutuhan dasar, serta memberikan fleksibilitas dalam pengaturan waktu kerja. Akan tetapi, pendapatan yang tidak tetap menjadikan rumah tangga rentan terhadap krisis ekonomi, seperti pandemi dan kenaikan harga bahan bakar minyak. Untuk menghadapi ketidakpastian tersebut, keluarga pengemudi menerapkan strategi adaptif, di antaranya diversifikasi sumber pendapatan, keterlibatan anggota keluarga dalam aktivitas ekonomi, serta pemanfaatan program bantuan sosial. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa ojek online memiliki peranan penting dalam ketahanan ekonomi keluarga, namun perlindungan sosial dan kebijakan pendukung diperlukan untuk mengurangi tingkat kerentanan yang ada. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pengembangan kebijakan ekonomi digital serta kajian lanjutan mengenai ekonomi informal di wilayah perkotaan.    
STRUKTUR SOSIAL EKONOMI PEKERJA SEKTOR INFORMAL DI KAWASAN SEBERANG ULU KOTA PALEMBANG Thita Maharani; Yusela anida; Nindi amirnati; Dwi andreanno Saputra; Rudy Kurniawan; Lisya Septiani Putri; Suci Wahyu Fajriani
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5343

Abstract

Sektor informal merupakan salah satu sektor ekonomi yang memiliki peran penting dalam menyerap tenaga kerja dan menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur sosial ekonomi pekerja sektor informal di kawasan Seberang Ulu Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap empat informan yang bekerja di sektor informal, yaitu pedagang warung, pedagang ikan di pasar, pengrajin tenun songket, serta pelaku usaha kecil rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja sektor informal menjadikan aktivitas tersebut sebagai sumber pendapatan utama bagi keluarga. Namun demikian, pendapatan yang diperoleh bersifat tidak tetap dan sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar, jumlah pembeli, serta faktor eksternal seperti cuaca. Selain itu, sebagian besar pekerja sektor informal menjalankan usaha secara mandiri dengan modal pribadi tanpa dukungan organisasi atau kelompok usaha tertentu. Dalam mengelola keuangan rumah tangga, para pekerja sektor informal menerapkan strategi penghematan serta memanfaatkan pendapatan harian untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa hubungan sosial antar pekerja di lingkungan sekitar relatif baik meskipun terdapat persaingan dalam kegiatan ekonomi. Oleh karena itu, sektor informal tetap menjadi salah satu penopang utama ekonomi masyarakat, meskipun masih menghadapi berbagai keterbatasan seperti ketidakstabilan pendapatan dan minimnya dukungan modal usaha.
Kemiskinan Perkotaan sebagai Fenomena Multidimensional: Dinamika dan Strategi Bertahan Kelompok Rentan di Permukiman Sempadan Sungai Cibeureum, Kota Bandung Danapati Putri; Rudy Kurniawan; Suci Wahyu Fajriani; Lisya Septiani Putri
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6120

Abstract

Kemiskinan perkotaan di Kota Bandung merupakan fenomena multidimensional yang dipengaruhi oleh interaksi faktor ekonomi, sosial dan spasial. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk, penyebab, dan dinamika kemiskinan serta strategi bertahan kelompok rentan di permukman sempadan Sungai Cibeureum. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan strategi studi kasus melalui observasi dan wawancara terhadap 30 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan termanifestasi dalam keterbatasan fisik hunian, ketidakstabilan ekonomi akibat dominasi sektor informal, serta keterbatasan akses terhadap layanan dasar. Penyebab utama kemiskinan meliputi tingginya harga lahan, urbanisasi, dan ketidakpastian pendapatan dan kerentanan terhadan risiko lingkungan seperti banjir. Masyarakat mengembangkan strategi bertahan melalui pemanfaatan jaringan sosial, kedekatan dengan sumber penghidupan, dan adaptasi terhadap keterbatasan. Temuan ini menegaskan bahwa kemiskinan perkotaan merupakan proses yang dinamis dan terikat secara spasial.
Kekerasan Anak di Tempat Penitipan Anak sebagai Patologi Sosial: Analisis Sosiologi Anak terhadap Disfungsi Lembaga Pengasuhan Deska Fitriyani; Suci Wahyu Fajriani; Mallia Hartani; Kurnia Asni Sari; Lisya Septiani Putri
Locus Journal of Academic Literature Review Vol 5 No 6 (2026): June
Publisher : LOCUS MEDIA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56128/ljoalr.v5i6.968

Abstract

Artikel ini membahas kekerasan anak di Taman Penitipan Anak (TPA) atau daycare sebagai bentuk patologi sosial institusional. Kajian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan dan analisis dokumen kualitatif. Data bersumber dari artikel ilmiah, regulasi, dokumen kebijakan, laporan lembaga perlindungan anak, serta pemberitaan media kredibel yang dianalisis melalui analisis isi dan analisis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekerasan di daycare tidak dapat dipahami semata-mata sebagai penyimpangan individual pengasuh, tetapi sebagai gejala disfungsi institusi pengasuhan dalam menjalankan fungsi protektif, afektif, edukatif, dan kontrol sosial. Kekerasan tersebut berkaitan dengan relasi kuasa dewasa-anak, rendahnya kapasitas caregiver, lemahnya supervisi, tidak jelasnya mekanisme pelaporan, serta normalisasi kekerasan dalam budaya pengasuhan. Perspektif sosiologi anak menegaskan bahwa anak merupakan subjek sosial yang memiliki pengalaman, ekspresi, suara, dan hak untuk diakui. Oleh karena itu, pencegahan kekerasan di daycare memerlukan pembenahan kelembagaan melalui penguatan kapasitas pengasuh, SOP perlindungan anak, mekanisme pengaduan, pengawasan kolaboratif, keterlibatan orang tua, dan akuntabilitas lembaga. Kata kunci: Kekerasan anak, lembaga pengasuhan, patologi sosial, sosiologi anak, tempat penitipan anak (TPA)
Sektor Informal Pempek Sebagai Strategi Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga Noor Annisa Suci Lestary; Aisyah Arrahma; Gea Lestari; Rizki Fahrizi; Tary Hadisti Ajizah; Rudy Kurniawan; Suci Wahyu Fajriani; Lisya Septiani Putri
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss2.2696

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran sektor informal pempek sebagai strategi ketahanan ekonomi rumah tangga. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur sistematis terhadap 32 jurnal ilmiah, penelitian mengkaji kontribusi usaha pempek terhadap pendapatan rumah tangga, pola pengelolaan usaha, serta faktor yang mempengaruhi ketahanan ekonomi pelaku usaha. Hasil kajian menunjukkan bahwa usaha pempek skala rumah tangga menjalankan lima strategi ketahanan utama: diversifikasi produk dan pasar, manajemen keuangan terintegrasi, pemanfaatan modal sosial dan jaringan komunitas, penyerapan tenaga kerja keluarga, serta adaptasi pemasaran digital. Faktor pendukung ketahanan meliputi kuatnya identitas budaya pempek, modal sosial komunitas, dan dukungan kebijakan UMKM pemerintah daerah. Sementara faktor penghambat mencakup keterbatasan modal, persaingan ketat, rendahnya literasi keuangan, dan fluktuasi harga bahan baku. Penelitian menyimpulkan bahwa sektor informal pempek merupakan sistem ketahanan sosial-ekonomi berbasis budaya yang memerlukan kebijakan pemberdayaan yang holistik dan gender-responsif.
Dinamika Kehidupan Sosial Masyarakat Rumah Susun: Studi Pada Pemukiman Kumuh Padat Penduduk di Kota Palembang Raisha Dea Alifya; Zairindra Anggun Safitri; Siska Mona Sartika; Debora Situmeang; Muhammad Adib Saputra; Rudy Kurniawan; Suci Wahyu Fajriani; Lisya Septiani Putri
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss2.2700

Abstract

Kehidupan sosial masyarakat di kawasan rumah susun menjadi isu penting dalam kajian sosiologi perkotaan, terutama pada lingkungan dengan kepadatan tinggi dan kondisi fisik bangunan yang menua. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kehidupan sosial masyarakat di Rumah Susun 24 Ilir RT 35 RW 09 Kota Palembang. Metode yang digunakan adalah kualitatif studi kasus. Data diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam terhadap satu informan kunci dan empat informan utama, serta didukung dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah susun telah menjadi ruang hidup jangka panjang bagi warga sehingga terbentuk kedekatan sosial, solidaritas, dan pola interaksi yang relatif harmonis. Warga menghadapi keterbatasan ekonomi dan memanfaatkan jaringan sosial sebagai strategi bertahan hidup. Permasalahan lingkungan seperti sampah, akses air bersih, dan kondisi bangunan yang rusak masih menjadi tantangan, namun warga berharap adanya perbaikan tanpa penggusuran. Temuan ini menunjukkan adanya daya tahan sosial masyarakat dalam menghadapi keterbatasan yang ada dan kondisi lingkungan yang kurang memadai.
Struktur Sosial dan Ekonomi Penghuni Rumah Susun Blok 17 Kelurahan 24 Ilir Kota Palembang Deva Agustrianda; Moh Alif Awaluddin; Sisy Viola Gendis Nasution; Nara Zatty; Oktaviana Br Ginting; Rudy Kurniawan; Lisya Septiani Putri; Suci Wahyu Fajriani
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss2.2709

Abstract

Perkembangan wilayah perkotaan di Indonesia ditandai dengan meningkatnya urbanisasi yang membawa dampak perubahan pada struktur sosial dan ekonomi masyarakat. Kota sebagai tempat pemusatan sosial dan ekonomi menjadi tujuan bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf kesejahteraan mereka, akan tetapi di sisi lain hal ini dapat memicu ketimpangan sosial dan ekonomi terutamabagi masyarakat menegah ke bawah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami sebuah struktur sosial dan ekonomi masyarakat perkotaan yaitu penghuni Rumah Susun Blok 17, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi. Teknik yang digunakan yaitu melalui observasi langsung ke lapangan, wawancara mendalam dengan para penghuni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penghuni Rumah Susun Blok 17 berasal dari kalangan masyarakat menengah ke bawah, dengan tingkat pendidikan yang relatif rendah dan dominan bekerja di sektor informal. Meskipun demikian, struktur sosial masyarakat di lingkungan rumah susun tersebut menunjukkan adanya tingkat kepedulian dan solidaritas yang kuat antarwarga.
Upaya Keluarga Kurang Mampu dalam Mencukupi Kebutuhan Hidup di Kecamatan Kertapati Kota Palembang Mustar Robi; Adellia Ayu Zahra; Alyssa Nabillah; Nur Rahma Vadila; Rudy Kurniawan; Suci Wahyu Fajriani; Lisya Septiani Putri
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss2.2728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya keluarga kurang mampu dalam mencukupi kebutuhan hidup di Kecamatan Kertapati, Kota Palembang. Kemiskinan perkotaan merupakan permasalahan sosial yang kompleks karena tidak hanya berkaitan dengan rendahnya pendapatan, tetapi juga keterbatasan akses terhadap pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan layanan publik lainnya. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menelaah berbagai artikel ilmiah, jurnal, dan sumber akademik yang relevan dengan topik kemiskinan dan kondisi sosial ekonomi keluarga kurang mampu. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran sumber literatur pada portal Google Scholar dengan kata kunci kemiskinan, keluarga kurang mampu, dan sosial ekonomi. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga kurang mampu bekerja di sektor informal dengan pendapatan yang tidak stabil, sehingga berdampak pada keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan dasar. Untuk menghadapi kondisi tersebut, keluarga mengembangkan berbagai strategi bertahan hidup, seperti melakukan pekerjaan ganda, mengelola pengeluaran rumah tangga secara lebih hemat, memanfaatkan bantuan sosial dari pemerintah, serta memanfaatkan jaringan sosial di lingkungan sekitar. Selain itu, solidaritas sosial dan partisipasi dalam komunitas juga menjadi faktor penting dalam mendukung ketahanan ekonomi keluarga di tengah keterbatasan yang dihadapi.
Dinamika Permukiman Kumuh di Kota Palembang dalam Perspektif Sosial dan Ekonomi Mirna Delli Septiana; Ernia Syah Putri; Suhardi Suhardi; Rudy Kurniawan; Suci Wahyu Fajriani; Lisya Septiani Putri
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss2.2739

Abstract

Permukiman kumuh merupakan salah satu permasalahan perkotaan yang masih banyak di temukan di berbagai kota besar Indonesia, termasuk Kota Palembang. Kondisi permukiman kumuh ini biasanya ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi, kondisi lingkungan yang kurang layak, serta keterbatasan akses terhadap fasilitas dasar seperti sanitasi dan air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pemukiman kumuh di kota palembang dadi perspektif sosial dan ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review dengan pendekatan deskriptif analitik. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur seperti jurnal ilmiah, buku, dan laporan penelitian yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa munculnya permukiman kumuh dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pertumbuhan penduduk yang tinggi, urbanisasi, keterbatasan lapangan pekerjaan, serta rendahnya tingkat pendapatan masyarakat. Selain itu, kondisi sosial masyarakat juga turut mempengaruhi terbentuknya kawasan permukiman kumuh. Oleh karena itu, penanganan permukiman kumuh memerlukan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat melalui kebijakan pembangunan perkotaan yang lebih merata serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Strategi Berbasis Komunitas dalam Pengelolaan Sub Daerah Aliran Sungai (Sub-DAS) Pusur di Kabupaten Klaten Yuanita Dwi Hapsari; Deni Aries Kurniawan; Ghina Reftantia; Lisya Septiani Putri; Mallia Hartani
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v4i3.5920

Abstract

Community-based programs and activities aimed at watershed management have been widely promoted and implemented. Social control within the community plays a crucial role in regulating and transforming public behavior in managing rivers. This study aims to explore the strategies employed by community groups in managing the Pusur Sub-Watershed. This research uses a qualitative method with data collected through observation, interviews, and documentation. The results show that the strategies used by the community in managing the Pusur Sub-Watershed include the establishment of conservation field schools through both vegetative methods and the formation of plant cultivation groups in the upstream areas; the Clean River Program (Program Kali Bersih or Prokasih) through optimized waste management via Waste Banks; the River Care Program through the development of river tubing tourism in the midstream area of the Pusur River; environmentally friendly agriculture through agricultural clinics; irrigation management in the downstream area through the formation of the Combined Association of Water-User Farmers (Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air or GP3A); and the emergence of collective actions in managing the Pusur Sub-Watershed through the establishment of the Pusur Institute.