Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Praktik Penggunaan Aplikasi Gojek oleh Mahasiswa Universitas Sriwijaya dalam Perspektif Aulia Novita Rizki; Naura Putri Utaya; Aura Tsabitah; Vieronica Varbi Sununianti; Istiqoma; Deni Aries Kurniawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5998

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan aplikasi digital dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa, khususnya Gojek sebagai platform multifungsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik penggunaan Gojek oleh mahasiswa Universitas Sriwijaya dalam perspektif Pierre Bourdieu dengan melihat habitus, modal, dan ranah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa pengguna aktif Gojek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Gojek telah menjadi kebiasaan yang terbentuk melalui pengalaman berulang dan dilakukan secara otomatis. Praktik ini dipengaruhi oleh modal ekonomi, sosial, dan budaya yang dimiliki mahasiswa. Selain itu, ranah digital turut memperkuat penggunaan Gojek sebagai sesuatu yang wajar dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa memilih Gojek karena dinilai praktis, efisien, dan memudahkan pemenuhan kebutuhan mobilitas serta konsumsi. Dengan demikian, Gojek tidak hanya berfungsi sebagai alat tetapi juga sebagai praktik sosial yang membentuk perilaku mahasiswa di era digital. Kesimpulannya, penggunaan Gojek menunjukkan bagaimana teknologi digital membentuk praktik sosial melalui interaksi habitus, modal, dan ranah.
Keterbatasan Relasi Sosial Mahasiswa Komuter di Lingkungan Kampus Aulia Novita; Nayla Amaliah; Khafifah Mujahidah; Vieronica Varbi Sununianti; Deni Aries Kurniawan; Istiqoma
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6088

Abstract

Penelitian ini membahas keterbatasan relasi sosial yang dialami oleh mahasiswa komuter di lingkungan kampus, khususnya di Universitas Sriwijaya. Mahasiswa komuter adalah mahasiswa yang melakukan perjalanan pulang-pergi setiap hari, sehingga waktu dan energi mereka banyak tersita oleh mobilitas, yang kemudian memengaruhi keterlibatan sosial mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana kondisi tersebut memengaruhi kemampuan mahasiswa dalam membangun relasi sosial serta bagaimana mereka beradaptasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi untuk menggali pengalaman langsung mahasiswa komuter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya mobilitas menyebabkan kelelahan dan keterbatasan waktu, sehingga mahasiswa kurang terlibat dalam aktivitas sosial kampus. Akibatnya, relasi sosial yang terbentuk menjadi terbatas dan kurang luas. Selain itu, akses terhadap informasi informal juga menjadi terbatas karena minimnya keterlibatan dalam interaksi di luar kelas. Namun, mahasiswa komuter memiliki strategi adaptasi, seperti memanfaatkan komunikasi digital, aktif saat perkuliahan, serta mencari informasi secara mandiri. Kesimpulannya, keterbatasan relasi sosial mahasiswa komuter dipengaruhi oleh faktor individu dan kondisi struktural, terutama mobilitas dan keterbatasan waktu.
Budaya Konsumtif dalam Perspektif Jean Baudrillard: Studi pada Pengguna TikTok Shop M. Budi Pratama; M. Taufiqurrahman Akbar; M. Alif Awaluddin; Vieronica Varbi Sununianti; Istiqoma; Deni Aries Kurniawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6134

Abstract

Belakangan ini, aktivitas belanja bukan lagi sekadar cara untuk memenuhi kebutuhan hidup, melainkan telah bergeser menjadi sarana untuk menunjukkan identitas diri. Penelitian ini mengulas bagaimana TikTok Shop menjadi ruang baru bagi tumbuhnya budaya konsumtif yang sangat intens. Fokus utamanya adalah membedah fenomena tersebut melalui kacamata pemikiran Jean Baudrillard, khususnya mengenai konsep nilai tanda (sign value), simulasi, dan hiperrealitas. Dengan menggunakan metode studi literatur (narrative review), penelitian ini menganalisis berbagai tulisan ilmiah, buku, dan jurnal yang relevan untuk memetakan perilaku konsumen di era digital. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengguna TikTok Shop cenderung membeli barang bukan karena fungsi praktisnya, melainkan demi mengejar simbol sosial seperti citra “glowing”, “aesthetic”, atau gaya hidup “clean girl” yang viral. Fitur live shopping dan algoritma platform ini menciptakan kondisi nyata dan lebih menggoda daripada realitas produk itu sendiri. Simpulannya, TikTok Shop telah berhasil mengintegrasikan hiburan dan ekonomi ke dalam sebuah ekosistem simulakra yang membuat konsumsi menjadi cair, implusif, dan sepenuhnya berbasis pada pemenuhan citra identitas di ruang sosial.
Media Sosial Kampus dan Disiplin Mahasiswa: Analisis Foucault Yogi Alja'is Fadillah; Shalsa Badisyafitri; Rangga Pratama; Vieronica Varbi Sununianti; Istiqoma; Deni Aries Kurniawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6316

Abstract

Penelitian ini mengkaji perilaku mahasiswa di media sosial kampus dalam perspektif kuasa dan disiplin. Perkembangan platform digital seperti Instagram, TikTok, dan grup pesan telah menciptakan ruang sosial baru yang memberikan kesan kebebasan berekspresi bagi mahasiswa. Namun, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah kebebasan tersebut benar-benar nyata atau justru dibentuk oleh pengawasan dan kontrol sosial yang tidak terlihat. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan mengkaji dan mensintesis berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti jurnal, buku, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan media sosial, pengawasan, dan relasi kuasa. Analisis dilakukan melalui proses identifikasi, evaluasi, dan interpretasi terhadap literatur yang ada. Hasil kajian menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung mengatur perilaku digitalnya dengan menyesuaikan konten terhadap ekspektasi sosial, rasa takut terhadap penilaian negatif, serta norma institusi. Interaksi seperti likes, komentar, dan visibilitas menciptakan bentuk pengawasan tidak langsung yang mendorong disiplin diri. Selain itu, kuasa bekerja secara tidak terlihat melalui proses normalisasi yang membentuk perilaku tanpa paksaan langsung. Hal ini menunjukkan bahwa kebebasan di media sosial sebenarnya berada dalam batasan tertentu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial kampus menjadi ruang disiplin modern yang membentuk perilaku mahasiswa melalui mekanisme kuasa dan pengawasan.
Fenomena Nongkrong sebagai Gaya Hidup di Kalangan Mahasiswa Lidya Shela Agustin; Nadya Difriana; Putri Elya Jumiati; Vieronica Varbi Sununianti; Istiqoma; Deni Aries Kurniawan
QAWIUN : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publiseher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qw.v2i1.782

Abstract

Fenomena nongkrong di kalangan mahasiswa saat ini menunjukkan adanya pergeseran makna dari sekadar aktivitas sosial menjadi bagian dari gaya hidup modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena nongkrong sebagai gaya hidup mahasiswa serta memahami faktor pendorong, bentuk aktivitas, dan dampaknya terhadap kehidupan sosial dan akademik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi literatur (library research), melalui analisis berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, buku, dan artikel akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya nongkrong tidak hanya berfungsi sebagai sarana interaksi sosial, tetapi juga sebagai media ekspresi identitas diri, simbol status sosial, serta bagian dari konsumsi simbolik sebagaimana dijelaskan dalam teori Jean Baudrillard. Faktor lingkungan sosial, perkembangan kafe modern, serta pengaruh media sosial menjadi pendorong utama terbentuknya gaya hidup ini. Selain memberikan dampak positif seperti relaksasi, peningkatan kreativitas, dan perluasan relasi sosial, budaya nongkrong juga berpotensi menimbulkan perilaku konsumtif, pemborosan, serta menurunnya fokus akademik apabila dilakukan secara berlebihan. Oleh karena itu, diperlukan sikap bijak dalam menyikapi budaya nongkrong agar tetap memberikan manfaat tanpa mengganggu keseimbangan kehidupan mahasiswa.
Perhatian sebagai Komoditas dalam Media Sosial Anggie Elma Acintya; Keysha Mutia Ranandityas; Gita Permatasari; Vieronica Varbi Sununianti; Istiqoma; Deni Aries Kurniawan
QAWIUN : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publiseher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qw.v2i1.789

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah cara masyarakat berinteraksi sekaligus membentuk mekanisme baru dalam produksi nilai di era digital. Perhatian pengguna tidak lagi sekadar aktivitas personal, tetapi menjadi sumber daya ekonomi yang dimanfaatkan oleh platform digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perhatian dikomodifikasi dalam media sosial serta dampaknya terhadap kehidupan sosial. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap berbagai jurnal ilmiah dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial mengelola keterlibatan pengguna melalui algoritma dan fitur yang mendorong interaksi berkelanjutan. Aktivitas seperti melihat dan menyukai konten berkontribusi pada nilai ekonomi melalui sistem iklan dan monetisasi. Selain itu, perhatian juga berfungsi sebagai kapital baru yang dapat menghasilkan keuntungan. Fenomena ini turut mempengaruhi pola interaksi, pembentukan identitas, dan cara masyarakat memaknai informasi di ruang digital.
Ritual Chat Formal: Ketika Kesantunan Mahasiswa Hanya Sebatas Template Digital Fadillah Nur Habibah M; Miftahul Janna; Sari Septia Ningsih; Vieronica Varbi Sununianti; Deni Aries Kurniawan; Istiqoma
QAWIUN : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publiseher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qw.v2i1.796

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi fenomena etika komunikasi mahasiswa kepada dosen melalui media digital dalam perspektif Jean Baudrillard dengan menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi akademik telah memasuki tahap simulakra, di mana penggunaan template pesan kaku menciptakan "topeng digital" yang tidak lagi merepresentasikan rasa hormat tulus, melainkan sekadar produksi citra untuk memenuhi ekspektasi formalitas. Kondisi hiperrealitas juga ditemukan melalui fakta bahwa mahasiswa lebih mencemaskan kesalahan teknis pada layar daripada kesalahan sikap dalam interaksi fisik, yang membuktikan bahwa representasi digital kini dianggap lebih nyata dalam menentukan status etis seseorang. Fenomena ini berujung pada matinya makna, di mana ungkapan santun direduksi menjadi sekadar "kode akses" administratif demi kelancaran urusan birokrasi akademik. Secara keseluruhan, melimpahnya simbol kesantunan di ruang digital justru menyembunyikan kekosongan makna dan mengakibatkan alienasi karakter mahasiswa akibat mekanisasi hubungan pedagogis yang kering akan nilai kemanusiaan.
Praktik Disiplin dan Normalisasi Mahasiswa FISIP Universitas Sriwijaya Perspektif Michel Foucault M Redho Nopansyah; Yusela Anida; Cantika; Viero Varbi Sununianti; Istiqoma; Deni Aries Kurniawan
QAWIUN : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT.Hassan Group Publiseher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qw.v2i1.840

Abstract

Penelitian ini membahas praktik disiplin dan normalisasi dalam kehidupan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya dengan menggunakan perspektif Michel Foucault. Perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai ruang transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai arena relasi kuasa yang bekerja melalui mekanisme disiplin untuk membentuk perilaku dan kesadaran mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk praktik disiplin, proses normalisasi, serta relevansi konsep panoptikon dalam memahami pengawasan dalam kehidupan kampus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi dan studi dokumentasi terhadap aktivitas akademik, organisasi mahasiswa, serta aturan kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik disiplin diterapkan melalui sistem kehadiran, evaluasi akademik, batas waktu pengumpulan tugas, dan norma organisasi yang mendorong mahasiswa menyesuaikan diri dengan standar institusi. Pengawasan tidak hanya dilakukan oleh dosen dan institusi, tetapi juga berlangsung melalui interaksi antar mahasiswa serta penggunaan media digital. Selain itu, proses normalisasi membentuk standar mengenai “mahasiswa ideal” yang disiplin, aktif, dan produktif. Perkembangan teknologi digital juga memperluas praktik pengawasan melalui panoptikon digital dalam media sosial dan platform pembelajaran daring. Praktik disiplin tersebut mampu menciptakan keteraturan dan efektivitas akademik, namun pada saat yang sama juga membentuk subjektivitas mahasiswa dan membatasi ruang kebebasan individu. Dengan demikian, disiplin dalam kehidupan kampus dapat dipahami sebagai bentuk kekuasaan yang bekerja secara halus melalui pengawasan dan normalisasi yang berlangsung secara berkelanjutan.