Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tinjauan Terhadap Kejahatan Yang Dilakukan Oleh Perempuan Dikaitkan Dengan Psikologi Kriminal Fitriani; Ade Yuliany Siahaan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6189

Abstract

Keterlibatan perempuan dalam dunia kriminalitas akhir-akhir ini memunculkan stereotip baru terhadap kedudukan perempuan di dalam masyarakat. Harapan Masyarakat yang menganggap perempuan sebagai salah satu pembentuk manusia-manusia dengan kwalitas dan kwantitas tertentu mengalami kebiasaan. Fenomena ini disebabkan dengan keadaan ketidakadilan yang sering dialami perempuan. Pada dasarnya perempuan memiliki sifat yang lemah lembut, penuh perhatian, memiliki sifat keibuan, dan mempunyai fisik yang lebih lemah daripada pria, namun pada kenyataannya meskipun sifat demikian perempuan dapat melakukan tindak pidana. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak sosial bagi wanita yang melakukan kriminalitas dan pandangan psikologi kriminal terhadap kejahatan yang dilakukan oleh perempuan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dampak sosial bagi perempuan yang melakukan kejahatan pada umunya akan menerima stigma yang negatif dari masyarakat. Mereka sering dicap sebagai perempuan yang tidak bermoral atau tidak pantas yang membuat mereka sulit untuk diterima kembali dalam lingkungan sosial. Setelah menjalani hukuman, perempuan yang menjadi mantan narapidana kerap mengalami kesulitan dalam mendpatkan perkerjaan, tempat tinggal, atau akses pendidikan, tekanan sosial, rasa malu, dan kehilangan dukungan emosional yang dapat menyebabkan stres berkepanjangan, depresi dan bahkan gangguan mental lainnya. berdasarkan pandangan psikologi kriminal terhadap kejahatan yang dilakukan oleh perempuan seringkali dipicu oleh faktor-faktor emosional yang terdapat dalam diri pelaku sendiri dalam hal ini perempuan itu sendiri, selain itu trauma masa lalu, tekanan sosial, serta dinamika dalam relasi interpersonal misalnya halnya perempuan sering mengalami kekerasan dalam rumah tangga dalam penikahan, hal ini berbeda dari motif laki-laki yang cenderung lebih di dominasikan oleh kekuasaann, agresivitas, atau keuntungan ekonomi.
Business Judgment is Not a Crime (Suatu Pandangan tentang Resiko Investasi, Keputusan Bisnis, Itikad Baik, dan Batas Pidana) Sarman Sinaga; Lestari Victoria Sinaga; Fitriani
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 5 No. 4 (2026): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v5i4.2616

Abstract

Criminal law exists to punish those who commit crimes, not those who make business decisions in good faith that turn out not to be as expected. However, fair law enforcement must be able to distinguish between malicious intent to enrich oneself unlawfully with business decisions taken professionally and with good intentions but then facing the risk of loss. Using normative legal research methods with the approach of Limited Liability Company Law Number 40 of 2007 and the Corruption Crime Law. This study concludes that investment decisions taken in good faith, through correct procedures, without personal enrichment can be criminalized simply because the investment is unsuccessful because an intrinsic part of the venture capital business model is the risk of failure, resulting in Not All Investments will be successful. When business risk is judged as a crime, who dares to innovate.