Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Spiral Of Silence di Era Digital: Ketakutan Berpendapat di Media Sosial Dalam Konteks Kebebasan Berekspresi di Indonesia Aliyah Jasmine Rifa Riyanti; Muhammad Danda Mulia; Arini; Vieronica Varbi Sununianti; Istiqomah; Deni Aries Kurniawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena Spiral of Silence (spiral keheningan) dalam konteks media sosial di Indonesia, khususnya berkaitan dengan ketakutan berpendapat yang dialami oleh individu di ruang digital. Kebebasan berekspresi di Indonesia menghadapi tantangan baru berupa ancaman digital seperti doxing, serangan buzzer, dan regulasi seperti Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang seringkali menimbulkan efek pembungkaman (chilling effect) bagi pengguna media sosial. Teori Spiral of Silence yang dikemukakan oleh Elisabeth Noelle-Neumann menjelaskan bagaimana individu yang merasa pendapatnya berbeda dari opini mayoritas cenderung memilih diam untuk menghindari isolasi sosial. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis berbagai penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa fenomena spiral of silence terbukti terjadi di media sosial Indonesia, terutama diperkuat oleh faktor-faktor seperti ketakutan akan doxing, ancaman buzzer, dan potensi jeratan UU ITE. Meski demikian, ketakutan-ketakutan tersebut tidak selalu secara langsung memengaruhi keinginan berpendapat individu. Di sisi lain, gerakan kolektif seperti petisi civitas akademika menunjukkan bahwa spiral keheningan dapat diputus ketika individu bersatu dan merasa didukung oleh kelompoknya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan penguatan literasi digital, reformasi regulasi, dan perlindungan hukum yang lebih komprehensif untuk menjamin kebebasan berekspresi di ruang digital Indonesia.
Perspektif Masyarakat Pengguna LRT sebagai Layanan Transportasi Publik di Kota Palembang Anizzah Meisyah putri; Aulia Novita Rizki; Dea Anggraini; Dwiki Hari Pangestu; Aliyah Jasmine Rifa Riyanti; Rudy Kurniawan; Suci Wahyu Fajriani; Lisya Septiana Putri
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss2.2703

Abstract

Kota Palembang mengalami peningkatan permasalahan transportasi seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas perkotaan yang berdampak pada kemacetan lalu lintas, sehingga pemerintah mengoperasikan Light Rail Transit (LRT) sebagai moda transportasi publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perspektif masyarakat pengguna LRT sebagai layanan transportasi publik di Kota Palembang. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara langsung kepada pengguna LRT serta observasi di beberapa stasiun dengan tingkat mobilitas tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan LRT dipengaruhi oleh rasa penasaran, pengaruh lingkungan sosial, kedekatan akses, kenyamanan fisik, keterjangkauan biaya, keamanan, pelayanan petugas, dan efisiensi waktu perjalanan. Secara umum, persepsi masyarakat terhadap kualitas layanan LRT sangat positif, terutama pada aspek kebersihan, kenyamanan, keamanan, dan keramahan petugas. Kendala yang ditemukan adalah kepadatan penumpang pada jam sibuk serta keterbatasan kapasitas dan integrasi akses. Temuan ini menunjukkan bahwa LRT dipersepsikan sebagai transportasi publik yang modern, efisien, dan layak digunakan, meskipun masih memerlukan pengembangan lebih lanjut.