Saat ini lingkungan kerja semakin diwarnai dengan keberadaan beragam generasi dengan nilai, gaya komunikasi, persepsi, dan etos kerja yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk konflik interpersonal yang muncul sebagai akibat dari perbedaan generasi antara Baby Boomers (Generasi Senior) dan Generasi Z di TK Aisyiyah 22 Surabaya, sekaligus mengidentifikasi faktor penyebab dan strategi yang digunakan untuk menyelesaikan konflik yang ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan dua informan yang dipilih secara purposif satu dari kelompok Baby Boomers dan satu dari Generasi Z dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan analisis menggunakan model interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik antargenerasi terutama bersumber dari perbedaan gaya komunikasi, etos kerja, dan pendekatan terhadap teknologi. Baby Boomers cenderung menyukai pola kerja yang terstruktur, formal, dan berorientasi pada proses, sedangkan Generasi Z lebih mengutamakan efisiensi, fleksibilitas, dan penyelesaian tugas serta hasil yang cepat. Perbedaan ini termanifestasi dalam bentuk miskomunikasi, kesalahpahaman dalam pelaksanaan tugas, dan ketegangan interpersonal yang bersifat sementara. Meskipun demikian, konflik yang muncul umumnya dapat diselesaikan pada hari yang sama melalui komunikasi langsung, keterbukaan bersama, dan mediasi oleh kepala sekolah apabila diperlukan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konflik antargenerasi dapat dikelola secara konstruktif melalui sikap saling mengerti, kepemimpinan yang inklusif, dan budaya organisasi yang merangkul keberagaman generasi.