Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Tanda Tangan Elektronik Dan Pengaruh Komitmen Terhadap Kinerja Karyawan: Peran Mediasi Motivasi Kerja Yulius Asep; Budi Hasyim; Aswan Aswan
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.15881

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komitmen karyawan terhadap motivasi kerja di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malinau. Penelitian ini didasarkan pada asumsi bahwa komitmen organisasi memainkan peran penting dalam membentuk dorongan internal dan antusiasme kerja karyawan. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan menggunakan data survei yang dikumpulkan dari karyawan, yang dianalisis menggunakan pengujian hipotesis statistik. Hasil menunjukkan bahwa komitmen karyawan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja, sebagaimana dibuktikan dengan nilai statistik t sebesar 4,829 dan nilai p sebesar 0,000, yang berada di bawah ambang batas signifikansi 0,05. Temuan ini menegaskan bahwa tingkat komitmen organisasi yang lebih tinggi mengarah pada motivasi internal yang lebih kuat, mendorong karyawan untuk melaksanakan tugas mereka dengan dedikasi, tanggung jawab, dan antusiasme yang lebih besar. Karyawan yang merasa terikat secara emosional dan loyal kepada organisasinya cenderung menunjukkan motivasi yang lebih tinggi dalam mencapai tujuan organisasi. Studi ini menyoroti pentingnya memperkuat komitmen karyawan melalui praktik manajemen sumber daya manusia yang efektif untuk meningkatkan motivasi kerja dan kinerja organisasi secara keseluruhan, khususnya di lembaga sektor publik.
Pengaruh Beban Kerja, Lingkungan Kerja, dan Karakteristik Individu terhadap Kinerja Karyawan melalui Stres Kerja Perusahaan Syah Gita Putra Pandu Pratama; Budi Hasyim; Aswan Aswan
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.15883

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh beban kerja, lingkungan kerja, dan karakteristik individu terhadap kinerja karyawan dengan stres kerja sebagai variabel mediasi pada PT. Banua Gemilang di Kota Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap karyawan dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja, lingkungan kerja, dan karakteristik individu berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Ketiga variabel tersebut juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap stres kerja. Selanjutnya, stres kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, yang mengindikasikan bahwa stres pada tingkat tertentu bersifat adaptif dan mampu meningkatkan performa kerja. Hasil pengujian mediasi menunjukkan bahwa stres kerja berperan dalam menjembatani pengaruh beban kerja, lingkungan kerja, dan karakteristik individu terhadap kinerja karyawan. Temuan ini mendukung teori Person–Environment Fit dan Job Demands–Resources serta memberikan implikasi praktis bagi manajemen dalam mengelola tuntutan kerja, lingkungan kerja, dan pengembangan sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Pengaruh Beban Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Stres Kerja dengan Work-Life Balance Tenaga Kesehatan Puskesmas Malinau Aswan Aswan; Budi Hasyim; Kriston Kriston
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16078

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh beban kerja dan lingkungan kerja terhadap stres kerja tenaga kesehatan di Puskesmas Malinau Kota, dengan work‑life balance sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif survei dengan 104 tenaga kesehatan sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap stres kerja. Selain itu, beban kerja dan lingkungan kerja juga berpengaruh signifikan terhadap work‑life balance, yang selanjutnya memediasi hubungan keduanya dengan stres kerja. Temuan ini menegaskan bahwa work‑life balance berperan sebagai mekanisme protektif yang membantu mengurangi tekanan psikologis meskipun tuntutan pekerjaan tinggi atau lingkungan kerja kurang mendukung. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini merekomendasikan pengaturan beban kerja yang proporsional, perbaikan fasilitas dan iklim kerja, serta program yang mendukung keseimbangan kerja-pribadi. Intervensi ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan tenaga kesehatan dan kualitas pelayanan kesehatan primer di wilayah terpencil
Pengaruh human capital, structural capital, dan relational capital terhadap competitive advantage pegawai di Sekretariat DPRD Tarakan Aswan Aswan; Randy Ramadhana Erdian; Budi Hasyim
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intellectual capital terhadap competitive advantage pegawai pada Sekretariat DPRD Kota Tarakan. Intellectual capital dalam penelitian ini terdiri dari human capital, structural capital, dan relational capital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner kepada pegawai Sekretariat DPRD Kota Tarakan. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intellectual capital secara simultan berpengaruh signifikan terhadap competitive advantage dengan nilai F-hitung sebesar 15,642 dan signifikansi 0,000 (<0,05). Secara parsial, human capital berpengaruh positif signifikan (t = 3,214; sig. = 0,002), structural capital berpengaruh positif signifikan (t = 2,876; sig. = 0,005), dan relational capital berpengaruh positif signifikan (t = 2,541; sig. = 0,013) terhadap competitive advantage. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,63 menunjukkan bahwa 63% variasi competitive advantage dapat dijelaskan oleh intellectual capital. Hasil ini menunjukkan bahwa pengelolaan intellectual capital yang baik dapat meningkatkan keunggulan kompetitif organisasi.
Pengaruh Kompetensi dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja ASN dengan Variabel Mediasi Motivasi Kerja Zuraini Zuraini; Budi Hasyim
AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis Vol. 6 No. 2 (2026): AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Ekonomi & Bisnis
Publisher : Perhimpunan Sarjana Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/jmeb.v6i2.1989

Abstract

The performance of Indonesian civil servants (ASN) remains suboptimal, as reflected in the 2023 national BerAKHLAK index score of 61.1, indicating that the internalization of work culture has not been fully achieved. This condition suggests the need to examine factors influencing employee performance, particularly competence and work discipline, with work motivation as a mediating variable. This study aims to analyze the direct and indirect effects of competence and work discipline on ASN performance through work motivation. This research employs a quantitative approach using a survey method. Data were collected from 360 ASN in the Malinau Regency Government using purposive sampling. The analysis was conducted using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4.0. The results indicate that competence does not have a significant direct effect on ASN performance. However, work discipline has a positive and significant effect on performance. Both competence and work discipline significantly influence work motivation, which in turn has a positive effect on performance. Furthermore, work motivation mediates the relationship between competence and performance, as well as between work discipline and performance. These findings highlight the important role of motivation in strengthening employee performance in the public sector.