Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Guru dalam Meningkatkan Partisipasi Siswa melalui Deep Learning pada Mata Pelajaran PKn di SDN Sananwetan 2 Nadia Dwi Insani; Muhammad Muson; Kamila Salma Farikha; Putri Ramadhani; Nadia Ayu Pramudita; Surayanah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6777

Abstract

Partisipasi siswa dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) masih menjadi permasalahan karena sebagian siswa cenderung pasif selama proses pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa melalui pendekatan deep learning. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam meningkatkan partisipasi siswa melalui penerapan deep learning pada mata pelajaran PKn di SDN Sananwetan 2. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian guru PKn dan 22 siswa kelas V SDN Sananwetan 2. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan angket skala Likert. Data dianalisis menggunakan persentase sederhana dan disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi deep learning mampu meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran PKn. Guru menerapkan pembelajaran interaktif melalui penggunaan media pembelajaran, diskusi kelompok, pemberian kesempatan bertanya dan berpendapat, serta pengaitan materi dengan kehidupan sehari-hari siswa. Mayoritas siswa memberikan respons positif terhadap proses pembelajaran yang berlangsung. Siswa menjadi lebih aktif berdiskusi, lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat, serta lebih mudah memahami materi pembelajaran.
STUDI LITERATUR : PERKEMBANGAN KONTEN BRAIN ROT PADA DEGRADASI KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK SEKOLAH DASAR Intan Ardian Wardhani; Merista Ayu Az-zahra; Muchammad Survy Nur Huda; Muhammad Ardiansyah; Muhammad Muson; Surayanah Surayanah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.10824

Abstract

This study aims to examine the impact of “brain rot” content on the decline of language skills among elementary school children in an increasingly rapidly evolving digital age. The research problem focuses on the growing exposure to digital content that is superficial, repetitive, and lacking in meaning, which has an impact on the decline in children’s cognitive quality and communication skills. The method used is a qualitative approach involving a literature review, through the analysis of various relevant journal articles, books, and studies related to language development and the use of digital media among children. The findings indicate that excessive consumption of “brain rot” content contributes to a decline in vocabulary, text comprehension, and the ability to express ideas both orally and in writing. Additionally, there is a decline in focus, concentration, and critical thinking skills. This study underscores the importance of education, digital literacy, and parental and teacher guidance in minimizing these negative impacts to ensure optimal and sustainable language development in children. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konten brain rot terhadap degradasi kemampuan berbahasa pada anak sekolah dasar di era digital yang semakin berkembang pesat. Permasalahan penelitian berfokus pada meningkatnya paparan konten digital yang bersifat dangkal, repetitif, dan kurang bermakna, yang berdampak pada penurunan kualitas kognitif serta kemampuan komunikasi anak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur, melalui analisis berbagai sumber jurnal, buku, dan penelitian relevan yang berkaitan dengan perkembangan bahasa dan penggunaan media digital pada anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsumsi konten brain rot secara berlebihan berkontribusi terhadap penurunan kosakata, kemampuan memahami teks, serta keterampilan menyampaikan gagasan secara lisan dan tertulis. Selain itu, terjadi penurunan fokus, daya konsentrasi, serta kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran pendidikan, literasi digital, serta pendampingan orang tua dan guru dalam meminimalkan dampak negatif tersebut terhadap perkembangan bahasa anak secara optimal dan berkelanjutan.    
PEMBELAJARAN DAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK KELAS 3 SDN 1 BENDO DALAM PERSPEKTIF AKADEMIK DAN SOSIAL Najwa Pasha Ramadhani; Muhammad Muson; Surayanah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.14171

Abstract

This study aims to describe the learning conditions, differences in academic ability, obstacles in reading and understanding the material, and the strategies used by teachers to address the learning difficulties of students in Class 3 at SDN 1 Bendo. This study employs a descriptive qualitative approach using observation and interviews. The informant was the homeroom teacher of Class 3 at SDN 1 Bendo, while the research subjects consisted of 23 students. Data were obtained through direct observation and in-depth interviews regarding the cognitive, social, affective, and linguistic aspects of the students. The research findings indicate that the learning process in Class 3 is quite conducive, with most students actively participating in learning activities. However, there is a wide range of academic abilities, with some students able to grasp the material quickly, while others require repetition and special assistance. The learning barriers identified include difficulty reading complex words, low focus and motivation, and students’ reluctance to express the difficulties they are experiencing. Additionally, there are students who tend to daydream, are less active in learning, and struggle to understand the material due to suboptimal reading skills. To address these issues, the teacher implemented various strategies such as reviewing the material, providing regular practice exercises, collaborative learning through peer tutoring, arranging seating arrangements, and providing special support for students facing learning difficulties. The research results indicate that learning success is influenced by students’ abilities, learning motivation, family support, and the teaching strategies implemented by teachers. Therefore, effective collaboration between teachers, students, and parents is essential to optimally support students’ academic and social development. Keywords: elementary school education, learning difficulties, student development, the role of teachers, motivation to learn, family environment. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi pembelajaran, perbedaan kemampuan akademik, hambatan membaca dan pemahaman materi, serta strategi guru dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik kelas 3 SDN 1 Bendo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi dan wawancara. Informan penelitian adalah wali kelas 3 SDN 1 Bendo yang berjumlah satu orang, sedangkan objek penelitian terdiri atas 23 siswa. Data diperoleh melalui observasi langsung dan wawancara mendalam mengenai aspek kognitif, sosial, afektif, dan bahasa peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran di kelas 3 berlangsung cukup kondusif dengan sebagian besar siswa aktif mengikuti kegiatan belajar. Namun, terdapat perbedaan kemampuan akademik yang cukup beragam, di mana sebagian siswa mampu memahami materi dengan cepat, sementara siswa lainnya memerlukan pengulangan dan pendampingan khusus. Hambatan belajar yang ditemukan meliputi kesulitan membaca kata-kata yang kompleks, rendahnya fokus dan motivasi belajar, serta kurangnya keberanian siswa dalam mengungkapkan kesulitan yang dialami. Selain itu, terdapat siswa yang cenderung melamun, kurang aktif dalam pembelajaran, dan mengalami kesulitan memahami materi karena kemampuan membaca yang belum optimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, guru menerapkan berbagai strategi seperti pengulangan materi, pemberian latihan soal secara rutin, pembelajaran kolaboratif melalui tutor sebaya, pengaturan tempat duduk, serta pendampingan khusus bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran dipengaruhi oleh kemampuan siswa, motivasi belajar, dukungan keluarga, serta strategi pembelajaran yang diterapkan guru. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang baik antara guru, siswa, dan orang tua untuk mendukung perkembangan akademik maupun sosial peserta didik secara optimal. Kata Kunci: pembelajaran sekolah dasar, kesulitan belajar, perkembangan peserta didik, peran guru, motivasi belajar, lingkungan keluarga