Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Potret Profil Pancasila pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Implementasinya dalam Keseharian Siswa Kelas V SDN Sentul 4 Kota Blitar Rifatul Mahfida; Nugraheni Febrina Cipta Ningrum; Surayanah; Marsanda Avilia Putri
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 3 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i3.2752

Abstract

Pendidikan Pancasila di sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan sikap kewarganegaraan peserta didik sejak usia dini. Meskipun demikian, internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam perilaku nyata siswa masih memerlukan kajian empiris yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap berpancasila siswa kelas V SDN Sentul 4 Kota Blitar dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila serta menganalisis implementasinya dalam kehidupan sehari- hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek satu guru kelas dan 32 siswa kelas V. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap berpancasila siswa telah terinternalisasi dengan cukup baik, yang tercermin dalam perilaku sopan santun, kerja sama, toleransi, disiplin, dan tanggung jawab baik dalam proses pembelajaran maupun kehidupan sekolah dan keluarga. Nilai toleransi, khususnya dalam menghargai perbedaan agama dan pendapat, menjadi temuan yang menonjol. Pembelajaran Pendidikan Pancasila yang kontekstual, keteladanan guru, budaya sekolah yang kondusif, serta dukungan lingkungan keluarga berperan penting dalam memperkuat internalisasi nilai-nilai Pancasila pada siswa sekolah dasar. Kata Kunci Pendidikan Pancasila; sikap berpancasila; pendidikan karakter; sekolah dasar; pembelajaran Pendidikan Pancasila
BATIK AS A MEDIUM FOR STRENGTHENING CHARACTER: A QUALITATIVE STUDY OF THE IMPLEMENTATION OF P5 LOCAL WISDOM Ali Mas'ud; Sa'dun Akbar; Mardhatillah Akbar; M. Anas Thohir; Surayanah
El Midad Vol. 17 No. 3 (2025): elmidad: Jurnal Jurusan PGMI
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elmidad.v17i3.14521

Abstract

This study explores the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) with the local wisdom theme at UPT SD Negeri Pojok 01 Garum, Blitar. Using a qualitative descriptive approach, data was gathered through observation, interviews with fourth-grade teachers, and documentation. Findings reveal that P5 implementation follows five stages: introduction, contextualization, action, reflection, and follow-up, with a focus on Blitar batik. The project positively impacted students' cognitive development in understanding batik motifs, psychomotor skills in practicing tie-dye batik-making, and affective aspects by fostering collaboration and creativity. Analyzing students’ developmental progress showed notable improvements in creativity and independence. However, challenges such as time constraints and limited resources were identified. The study recommends optimizing schedules, expanding learning resources, and applying differentiated approaches. In conclusion, P5 with the local wisdom theme significantly strengthens students’ character in accordance with the Pancasila Student Profile while fostering appreciation for local culture.
DEVELOPMENT OF AR MEDIA FOR TURONGGO YAKSO DANCE TO IMPROVE ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS UNDERSTANDING OF HUMAN MOTOR SYSTEM CONCEPTS Novenntya Putri Prastiwi Nurrochma; Surayanah
El Midad Vol. 17 No. 3 (2025): elmidad: Jurnal Jurusan PGMI
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elmidad.v17i3.14635

Abstract

Teaching IPAS on the subject of the human musculoskeletal system in elementary schools still faces challenges in visualizing abstract joint concepts. The purpose of this study is to produce AR based learning media based on Turonggo Yakso dance that cain improve students conceptual uderstanding. This research was designed as a development study applying the ADDIE model, which includes the stages of needs analysis, product design, development, implementation, and evaluation. The analysis stage showed the need for interactive visual media to aid in understanding joint concepts. The design stage produced an AR media design that visualizes dance movements as a representation of the human musculoskeletal system. In the development stage, the media was declared highly valid and practical based on expert and user validation results. Implementation in sixth-grade students at SDN 1 Surodakan showed a significant difference between the pretest and posttest results based on the Wilcoxon Signed Rank Test (p ≤ 0.05). The evaluation stage showed an average N-Gain value of 0.83, which is in the high improvement category. Thus, the AR media for Turonggo Yakso Dance is declared effective in improving elementary school students' understanding of the human motion system concept.
Ketika Semua Anak Harus Belajar Bersama: Realitas Pembelajaran Inklusi di TK Reguler Nadine Qothrunnada Dwihanti; Mahmada Assyifa; Surayanah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6867

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan inklusi sebagai upaya pemenuhan hak belajar bagi seluruh anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, di sekolah reguler. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada jenjang taman kanak-kanak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan inklusi, kerja sama dengan Pusat Layanan Disabilitas (PLD), peran shadow teacher, serta kendala yang dihadapi di TKN Pembina Kepanjenkidul. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek kepala sekolah dan guru kelas, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi nyata di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah menerapkan pendidikan inklusi meskipun belum berstatus resmi. Sekolah menerima berbagai jenis anak berkebutuhan khusus seperti speech delay, autisme, ADHD, dan slow learner. Pelaksanaan inklusi didukung melalui kerja sama dengan PLD dalam asesmen dan pelatihan guru. Selain itu, keberadaan shadow teacher membantu pendampingan anak berkebutuhan khusus selama pembelajaran. Guru juga menerapkan strategi pembelajaran adaptif seperti pengulangan instruksi, komunikasi dua arah, dan kegiatan yang menarik. Namun, pelaksanaan masih menghadapi kendala seperti keterbatasan tenaga ahli, sarana prasarana, serta kurangnya penerimaan sebagian orang tua. Dengan demikian, diperlukan kolaborasi berkelanjutan antara sekolah, orang tua, dan tenaga profesional untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan inklusi di sekolah reguler.
Pola Ajar Pembelajaran PKN Dalam Konsep Prinsip Pancasila Di Kelas 5c SD Negeri 1 Bendogerit Anggita Karisma; Brylyan Ardhya Ardhya; Chelsea Keyza; Surayanah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5718

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip Pancasila di kelas 5C SD Negeri 1 Bendogerit. Penelitian menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif melalui studi kasus guna memahami secara mendalam dinamika proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang selanjutnya dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pembelajaran PKn telah mengadopsi pendekatan berpusat pada siswa (student-centered learning) melalui model Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA), dengan penerapan metode yang beragam seperti diskusi kelompok, tanya jawab, serta penggunaan media pembelajaran berupa gambar dan video. Pendekatan kontekstual yang menghubungkan materi dengan realitas kehidupan sehari-hari siswa terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman mengenai keberagaman budaya dan nilai-nilai Pancasila. Siswa menunjukkan peningkatan partisipasi aktif, motivasi belajar yang lebih tinggi, serta kemampuan berpikir kritis yang lebih baik. Namun, terdapat kendala utama berupa pemahaman konsep nilai-nilai Pancasila yang bersifat abstrak serta variasi kemampuan kognitif antar-siswa. Guru mengantisipasi hal tersebut melalui penyediaan contoh konkret, pengulangan materi, dan penerapan pembelajaran diferensiasi secara sederhana. Secara keseluruhan, pembelajaran PKn telah berjalan secara optimal dan efektif mendukung pembentukan karakter siswa yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila secara kontekstual dan berkelanjutan.
Fenomena Kicau Mania dan Freestyle dalam Perspektif Pendidikan Karakter di UPT SD Negeri Tlogo 02 Rizki Aldiansyah; Fatia Rahma Safaraz Ash; Veronica; sherly; Surayanah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.6315

Abstract

Elementary education today focuses not only on academic learning but also on students’ social behavior development. The Kicau Mania and Freestyle trends are popular among elementary school students and influence their daily interactions. This study aimed to determine the influence of these trends on students’ behavior at UPT SD Negeri Tlogo 02 and their role in supporting character education. This research used a descriptive quantitative method with a Likert scale analysis technique. Data were collected through questionnaires distributed to 30 students selected using purposive sampling. The results showed that most students gave positive responses, with a score percentage of 75.8% categorized as “Good.” Students tended to imitate viral speaking styles and social behaviors but were still able to distinguish between study time and playtime. Teachers also stated that these trends did not significantly disrupt the learning process. In conclusion, the Kicau Mania and Freestyle trends influence students’ behavior and can support character education when guided properly.
Budaya Pembiasaan Sebagai Upaya Penanaman Nilai Pancasila di SDN 1 Pakunden Kota Blitar Apriana Ekananda Almasah; Afina Nilna Muna; Ayu Regita Dwi Cahyani; Surayanah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6380

Abstract

Character education has an important role in shaping the morals and behavior of elementary school students in accordance with Pancasila values. Habituation culture in schools is one of the efforts that can be implemented to instill character values in students’ daily lives. This study aims to determine the implementation of habituation culture as an effort to instill Pancasila values in students at SDN 1 Pakunden. This study used a descriptive qualitative approach with field observation research. Data collection techniques included observation, interviews, documentation, and questionnaires, while data analysis used the Miles and Huberman model, which consists of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that habituation culture was implemented through routine activities such as praying before and after learning, maintaining cleanliness, classroom duty schedules, cooperation, and flag ceremonies. These activities were able to instill religious values, discipline, responsibility, tolerance, unity, and deliberation among students. The teacher’s role in providing examples and guiding student behavior also supported the success of habituation culture in schools. However, there were still several obstacles, such as students’ lack of confidence in expressing opinions and the influence of social media on character building. Therefore, habituation culture is considered effective in supporting the internalization of Pancasila values in elementary school students Keywords: habituation culture, Pancasila values, character education, elementary school. Pendidikan karakter memiliki peran penting dalam membentuk moral dan perilaku peserta didik sekolah dasar sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Budaya pembiasaan di sekolah menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan budaya pembiasaan sebagai upaya penanaman nilai-nilai Pancasila pada siswa di SDN 1 Pakunden. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian observasi lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya pembiasaan diterapkan melalui kegiatan rutin seperti berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, menjaga kebersihan, piket kelas, kerja sama, dan upacara bendera. Kegiatan tersebut mampu menanamkan nilai religius, disiplin, tanggung jawab, toleransi, persatuan, dan musyawarah pada peserta didik. Peran guru dalam memberikan teladan dan membimbing perilaku siswa juga mendukung keberhasilan budaya pembiasaan di sekolah. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kendala seperti kurangnya keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat dan pengaruh media sosial terhadap pembentukan karakter. Dengan demikian, budaya pembiasaan dinilai efektif dalam mendukung internalisasi nilai-nilai Pancasila pada peserta didik sekolah dasar.
Dinamika Pelaksanaan TKA Berbasis Teknologi dalam Membentuk Adaptasi Digital Siswa di SDN Kademangan 01 Novita Farah Chalida; Nur Fitriana Wahyuningtyas; Septian Kartika Cahyani; Syanita Rahma Islaminingtyas; Zabrina Nurfadhila; Surayanah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6394

Abstract

Transformasi digital telah mendorong perubahan pada sistem evaluasi pembelajaran di sekolah dasar, salah satunya melalui implementasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang berbasis teknologi sebagai bentuk asesmen digital di abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika pelaksanaan TKA berbasis teknologi di SDN Kademangan 01 serta menganalisis proses adaptasi digital yang dilakukan siswa selama mengikuti tes. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan instrumen angket berskala Likert yang dibagikan kepada 30 siswa kelas VI melalui teknik purposive sampling, dilengkapi dengan wawancara kepada guru sebagai data tambahan. Hasil analisis angket menunjukkan persentase skor sebesar 91,04% yang masuk dalam kategori "Sangat Baik", yang menandakan bahwa siswa mampu mengoperasikan perangkat komputer dengan baik dan tetap fokus selama pelaksanaan tes. Sekolah telah melaksanakan berbagai persiapan yang terencana, mulai dari penyediaan perangkat Chromebook, pelatihan bagi guru dan teknisi, hingga pelaksanaan simulasi berulang untuk siswa. Partisipasi orang tua melalui platform komunikasi digital juga berkontribusi dalam meningkatkan kesiapan siswa. Masalah teknis seperti jaringan internet yang tidak stabil dan ketidakbiasaan awal siswa dalam menggunakan perangkat berhasil diatasi melalui pembiasaan yang konsisten. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan asesmen berbasis teknologi tergantung pada kolaborasi antara kesiapan fasilitas, kompetensi guru, dan proses adaptasi digital siswa yang dilakukan secara terus-menerus.
Strategi Guru dalam Meningkatkan Partisipasi Siswa melalui Deep Learning pada Mata Pelajaran PKn di SDN Sananwetan 2 Nadia Dwi Insani; Muhammad Muson; Kamila Salma Farikha; Putri Ramadhani; Nadia Ayu Pramudita; Surayanah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6777

Abstract

Partisipasi siswa dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) masih menjadi permasalahan karena sebagian siswa cenderung pasif selama proses pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa melalui pendekatan deep learning. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam meningkatkan partisipasi siswa melalui penerapan deep learning pada mata pelajaran PKn di SDN Sananwetan 2. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian guru PKn dan 22 siswa kelas V SDN Sananwetan 2. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan angket skala Likert. Data dianalisis menggunakan persentase sederhana dan disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi deep learning mampu meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran PKn. Guru menerapkan pembelajaran interaktif melalui penggunaan media pembelajaran, diskusi kelompok, pemberian kesempatan bertanya dan berpendapat, serta pengaitan materi dengan kehidupan sehari-hari siswa. Mayoritas siswa memberikan respons positif terhadap proses pembelajaran yang berlangsung. Siswa menjadi lebih aktif berdiskusi, lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat, serta lebih mudah memahami materi pembelajaran.
Startegi Guru dalam Menanamkan Sikap Gotong Royong pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar Khairunisa Nur Haslinda; Mahmada Assyifa; Muhammad Yahya Maulida Fahmi; Nabila El Shafira Aghnia Kusumaningrum; Nadine Qothrunnada Dwihanti; Surayanah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6842

Abstract

Pendidikan Pancasila di sekolah dasar tidak hanya berperan dalam penyampaian materi pembelajaran, tetapi juga dalam pembentukan karakter peserta didik, salah satunya sikap gotong royong. Penanaman sikap gotong royong perlu dilakukan sejak dini karena peserta didik sekolah dasar berada pada tahap perkembangan sosial yang membutuhkan pembiasaan dan pengalaman belajar secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam menanamkan sikap gotong royong pada pembelajaran Pendidikan Pancasila kelas V di SDN Kepanjenlor 1 Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara dengan subjek penelitian yaitu guru kelas V SDN Kepanjenlor 1. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi dalam menanamkan sikap gotong royong melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL), penggunaan LKPD dan diskusi kelompok, pembiasaan karakter, serta pemanfaatan media pembelajaran interaktif seperti PPT, video Youtube, ice breaking, dan Quizizz. Namun, terdapat beberapa kendala seperti perbedaan tingkat pemahaman peserta didik, kurangnya fokus belajar, dan keterbatasan waktu pembelajaran, maka guru berupaya mengatasinya melalui pengelolaan kelas yang baik, pemberian penguatan, serta pelaksanaan remedial dan pengayaan sesuai kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, strategi yang diterapkan guru mampu mendukung terbentuknya sikap gotong royong dan partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila.