Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pelatihan Batik Cap Hasil Karya Penyintas ODGJ di Desa Wonorejo dalam Program Projek Kepemimpinan Mahasiswa PPG Prajabatan Universitas Negeri Malang M. Sifaul Masruri; Miftakhul Umi Nadziru; Septiani Aisyah Ayu Paramita; Sayu Darmayanti; Sheila Alfania; Titik Wijayanti; Rizqi Anggun Kharisma; Lintang Tawakal; Rizky Amalia; Robby Arief Hadirizky Perwira; Muhammad Ardiansyah; Muhammad Ilham H.; Bayu Kurniawan
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v5i2.7312

Abstract

Batik is an intangible cultural heritage of Indonesia that is full of philosophical and symbolic values, and has economic potential that can be utilized in community empowerment activities. Wonorejo Village, Singosari District, Malang Regency, is one of the areas that develops the batik tradition as part of social inclusion efforts for survivors of mental disorders (ODGJ). Through the Jiwa Gerdu Sawah Posyandu, a stamp and ciprat batik training program was held to improve the skills, economic independence, and social integration of ODGJ survivors. This activity was carried out in the form of community service by PPG Prajabatan students of Malang State University for one month, involving nine ODGJ survivors and five posyandu cadres. The implementation method includes three stages, namely preparation, training implementation, and follow-up. The results of the activity showed that ODGJ survivors experienced various challenges, such as social stigma, limited access to work, and lack of productive activities. Through batik training which was carried out in a participatory and adaptive manner, participants showed improvements in aspects of skills, self-confidence, and social interaction. This program not only provides economic value through the batik products produced, but also contributes to the formation of a more inclusive and supportive environment for the psychosocial recovery of ODGJ survivors. Thus, the art of batik can be a strategic medium in empowering vulnerable groups towards independence and sustainable social reintegration.
Analisis Strategi Pembelajaran PKn untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Kelas 3 SDN 1 Karangtengah Qoulan Tsaqila Azhar; Nada Aulia Nur’aini; Martha Eka Ayu Pratiwi; Muhammad Ardiansyah; Nabilah Khoirrun Nisak; Surayanah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.6873

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila. Namun, siswa kelas III sekolah dasar masih mengalami kesulitan dalam memahami materi PKn yang bersifat abstrak, seperti demokrasi, musyawarah, dan pembagian wilayah administratif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran PKn yang digunakan guru dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas III SDN 1 Karangtengah, mengidentifikasi kendala pembelajaran, serta mendeskripsikan solusi yang diterapkan guru dalam mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru kelas III SDN 1 Karangtengah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai strategi pembelajaran seperti ceramah, diskusi, tanya jawab, bermain peran, serta media digital dan permainan edukatif. Strategi tersebut mampu meningkatkan minat belajar, keaktifan, dan pemahaman siswa terhadap materi PKn. Penggunaan media visual, permainan, dan contoh kontekstual membantu siswa memahami konsep abstrak yang sebelumnya sulit dipahami. Kendala yang ditemukan meliputi rendahnya kemampuan memahami bacaan, perbedaan kemampuan belajar siswa, dan pengelolaan kelas. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru menerapkan pendekatan individual, variasi metode pembelajaran, penggunaan media menarik, dan pengaitan materi dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, strategi pembelajaran yang variatif dan kontekstual terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa pada pembelajaran PKn.
Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Wordwall dalam Pembelajaran IPS untuk Meningkatkan Partisipasi dan Hasil Belajar Siswa di SMPIT Insan Permata Malan: Penelitian Muhammad Ardiansyah; Agus Purnomo
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.3180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas media pembelajaran Wordwall dalam meningkatkan partisipasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), khususnya materi interaksi sosial, di SMPIT Insan Permata Malang. Menggunakan pendekatan kuantitatif-eksperimen dengan desain static group post-test only, penelitian ini melibatkan 17 siswa kelas VII Ali dan dua guru IPS dalam satu kali pertemuan pada Februari 2025. Data dikumpulkan melalui observasi partisipasi siswa, analisis hasil Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) pasca-pembelajaran, dan wawancara semi-terstruktur dengan siswa serta guru. Hasil menunjukkan bahwa 82% siswa aktif berpartisipasi dalam kuis interaktif Wordwall melalui proyektor, dengan skor rata-rata LKPD sebesar 85, menunjukkan pemahaman yang baik terhadap materi. Wordwall efektif meningkatkan keterlibatan siswa, terutama dengan gaya belajar kinestetik, meskipun tantangan infrastruktur seperti koneksi internet perlu diatasi. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan guru dan peningkatan fasilitas teknologi untuk optimalisasi penggunaan Wordwall (Sari & Pratama, 2025).
STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA JUMPINANG RIVER TUBING DI DUSUN MANGGIHAN, DESA SUMBERREJO, KECAMATAN PURWOSARI, KABUPATEN PASURUAN Muhammad Ardiansyah; Neni Wahyuningtyas; Idris Idris
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 5 No. 10 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063.v5.i10.2025.3

Abstract

Purwosari, East Java, is one of the regions with notable potential for tourism development. One of its most promising attractions is Jumpinang River Tubing, located in Manggihan Hamlet, Sumberrejo Village, Purwosari District, Pasuruan Regency. This study aims to: (a) describe the history and general profile of Jumpinang River Tubing, and (b) analyze its development strategy using a SWOT framework. The research was conducted in Manggihan Hamlet, Sumberrejo Village, Purwosari District, Pasuruan Regency. A qualitative approach was applied, employing SWOT matrix analysis to identify internal and external factors affecting the attraction’s development. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results indicate that Jumpinang River Tubing, officially opened on November 11, 2018, takes its name from the Jumpinang River, which in turn is named after a tree species growing along the riverbanks. The recommended development strategy focuses on minimizing existing weaknesses by capitalizing on available opportunities. This includes improving supporting facilities to attract more visitors, optimizing social media promotion to reach both tourists and sponsors, and collaborating with local micro, small, and medium enterprises (UMKM) to market regional souvenirs. Daerah yang memiliki potensi dalam pengembangan wisata salah satunya adalah Purwosari, Jawa Timur. Salah satu objek pariwisata yang potensial di sana adalah Jumpinang River Tubing. Jumpinang River Tubing terletak di Dusun Manggihan, Desa Sumberrejo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Tujuan dari penelitian ini adalah (a) mengetahui sejarah dan gambaran umum wisata Jumpinang River Tubing dan (b)mengetahui analisis SWOT dalam strategi pengembangan wisata Jumpinang River Tubing. Penelitian ini dilakukan di Dusun Manggihan, Desa Sumberrejo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan memanfaatkan analisis matriks SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal dalam pengembangan wisata Jumpinang River Tubing. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jumpinang River Tubing merupakan objek wisata yang terletak di Dusun Manggihan, Desa Sumberrejo, Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan. Nama objek wisata ini diambil dari Sungai yang bernama Jumpinang yang diambil dari nama pohon yang tumbuh di sekitar aliran sungai. Jumpinang River Tubing secara resmi mulai dibuka dan diresmikan pada 11 November 2018. Berdasarkan hasil penelitian, maka strategi yang tepat untuk pengembangan wisata Jumpinang River Tubing ialah dengan meminimalisir semua kelemahan (weakness) yang dimiliki dengan memanfaatkan peluang yang ada (opportunities) seperti menambah fasilitas penunjang untuk menarik wisatawan, mengoptimalisasi promosi melalui media sosial untuk menarik wisatawan sekaligus sponsor, menjual oleh-oleh khas melalui kerja sama dengan UMKM lokal.
ANALISIS PERKEMBANGAN KOGNITIF SISWA KELAS VIII SMP DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SMPN 4 KOTA BLITAR Nadia Dwi Insani; Muhammad Ardiansyah; Nezhatian Adi Firmansyah; Surayanah Surayanah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13021

Abstract

The gap in learning characteristics of early adolescents and the presence of psychosocial anxiety barriers in students in expressing critical arguments orally are the background of this research activity. These field operational problems trigger low levels of independent thinking independence, class passivity, and inefficiency in managing the duration of academic assignments periodically. The main focus of this scientific study is to analyze the profile of student cognitive development and map the instructional barriers felt by eighth-grade students at SMPN 4 Blitar City. The steps of the quantitative approach with a descriptive survey method are operated using a closed questionnaire instrument distribution model of a four-level Likert scale criteria. Sampling was carried out using a total sampling technique that reached 27 active respondents in a structured manner. The numerical data processing procedure was executed through descriptive statistical calculations of the percentage of response distribution. The quantitative findings empirically revealed that the cognitive development of the subjects was in the good category which is in line with the characteristics of Jean Piaget's formal operational stage, where the achievement of material understanding dominated with a percentage of strongly agree at 70.3 percent. However, the aspects of courage to ask questions and independence recorded a fairly high number of disagreements at 29.6 percent. The main conclusion confirms that contextual problem conditioning has proven to be reliable in boosting students' academic resilience. ABSTRAK Kesenjangan karakteristik belajar remaja awal serta adanya hambatan kecemasan psikososial siswa dalam mengekspresikan argumen kritis secara lisan melatarbelakangi kegiatan penelitian ini. Masalah operasional lapangan tersebut memicu rendahnya tingkat kemandirian berpikir mandiri, kepasifan kelas, serta inefisiensi pengelolaan durasi pengerjaan tugas akademik secara berkala. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah menganalisis profil perkembangan kognitif siswa serta memetakan hambatan instruksional yang dirasakan siswa kelas delapan di SMPN 4 Kota Blitar. Langkah-langkah pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif ini dioperasikan menggunakan penyebaran instrumen kuesioner angket tertutup model kriteria skala Likert empat tingkat. Penarikan sampel dijalankan menggunakan teknik total sampling yang menjangkau sejumlah 27 responden aktif secara terstruktur. Prosedur pengolahan data numerik dieksekusi melalui penghitungan statistik deskriptif persentase sebaran jawaban. Temuan kuantitatif secara empiris menyingkap bahwa perkembangan kognitif subjek berada pada kategori baik yang selaras dengan karakteristik tahap operasional formal Jean Piaget, di mana capaian pemahaman materi mendominasi pada persentase sangat setuju sebesar 70,3 persen. Namun, aspek keberanian bertanya dan kemandirian mencatatkan angka penolakan tidak setuju yang cukup tinggi sebesar 29,6 persen. Simpulan utama menegaskan bahwa pengondisian masalah kontekstual terbukti andal mendongkrak ketahanan akademik siswa.    
STUDI LITERATUR : PERKEMBANGAN KONTEN BRAIN ROT PADA DEGRADASI KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK SEKOLAH DASAR Intan Ardian Wardhani; Merista Ayu Az-zahra; Muchammad Survy Nur Huda; Muhammad Ardiansyah; Muhammad Muson; Surayanah Surayanah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.10824

Abstract

This study aims to examine the impact of “brain rot” content on the decline of language skills among elementary school children in an increasingly rapidly evolving digital age. The research problem focuses on the growing exposure to digital content that is superficial, repetitive, and lacking in meaning, which has an impact on the decline in children’s cognitive quality and communication skills. The method used is a qualitative approach involving a literature review, through the analysis of various relevant journal articles, books, and studies related to language development and the use of digital media among children. The findings indicate that excessive consumption of “brain rot” content contributes to a decline in vocabulary, text comprehension, and the ability to express ideas both orally and in writing. Additionally, there is a decline in focus, concentration, and critical thinking skills. This study underscores the importance of education, digital literacy, and parental and teacher guidance in minimizing these negative impacts to ensure optimal and sustainable language development in children. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konten brain rot terhadap degradasi kemampuan berbahasa pada anak sekolah dasar di era digital yang semakin berkembang pesat. Permasalahan penelitian berfokus pada meningkatnya paparan konten digital yang bersifat dangkal, repetitif, dan kurang bermakna, yang berdampak pada penurunan kualitas kognitif serta kemampuan komunikasi anak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur, melalui analisis berbagai sumber jurnal, buku, dan penelitian relevan yang berkaitan dengan perkembangan bahasa dan penggunaan media digital pada anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsumsi konten brain rot secara berlebihan berkontribusi terhadap penurunan kosakata, kemampuan memahami teks, serta keterampilan menyampaikan gagasan secara lisan dan tertulis. Selain itu, terjadi penurunan fokus, daya konsentrasi, serta kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran pendidikan, literasi digital, serta pendampingan orang tua dan guru dalam meminimalkan dampak negatif tersebut terhadap perkembangan bahasa anak secara optimal dan berkelanjutan.