Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tradisi Tahlilan dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Adat di Indonesia Handita Yulia Rahmadani; Eko Fitrina; Muna dzirotul Jannah; Rizka Asyifa Nur Aina; Cherlin Ayu Meilani; Azyahra Fatma Putri; Olivia Septi Rahayu; Anisa Finda Solihah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6928

Abstract

Tradisi tahlilan merupakan salah satu tradisi yang berkembang dalam masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa, sebagai bentuk doa bersama bagi orang yang telah meninggal dunia. Tradisi ini merupakan hasil akulturasi antara ajaran Islam dan budaya lokal yang berkembang melalui proses islamisasi di Nusantara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi tahlilan dalam perspektif hukum adat dan hukum Islam, serta mengkaji dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan bagi keluarga yang ditinggalkan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif atau yuridis normatif dengan pendekatan syar’i, konseptual, dan pendekatan mazhab melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif hukum adat, tahlilan dipandang sebagai kebiasaan masyarakat yang berfungsi mempererat solidaritas sosial, gotong royong, dan kepedulian terhadap keluarga yang berduka. Dalam perspektif hukum Islam, mayoritas ulama dan empat mazhab pada dasarnya membolehkan doa dan dzikir bagi orang yang meninggal selama tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan syariat Islam. Tradisi tahlilan juga memiliki dampak sosial dan ekonomi, baik dalam bentuk penguatan hubungan sosial maupun potensi beban ekonomi bagi keluarga akibat tekanan sosial masyarakat. Oleh karena itu, pelaksanaan tahlilan sebaiknya dilakukan secara sederhana, ikhlas, dan menyesuaikan kemampuan keluarga agar tujuan utama berupa doa, kebersamaan, dan kemaslahatan sosial tetap terjaga
TAHAPAN PEMERIKSAAN DI PTUN : ANALISIS KETIDAKSESUAIAN ANTARA TEORI HUKUM ACARA DAN PRAKTIK DI LAPANGAN Eka Izzatul Muna; Niken Ayu Sekar Sari; Amandha Rezqy; Eko Fitrina
Judge : Jurnal Hukum Vol. 6 No. 05 (2025): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v6i05.1872

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara ketentuan normatif hukum acara Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) dengan praktik yang terjadi di lapangan. Meskipun Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 jo. UU Nomor 9 Tahun 2004 dan UU Nomor 51 Tahun 2009 telah mengatur tahapan pemeriksaan secara sistematis guna mewujudkan asas peradilan yang cepat, sederhana, dan berbiaya ringan, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif-empiris yang terintegrasi untuk menghubungkan analisis yuridis dengan kondisi faktual di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksesuaian antara teori dan praktik disebabkan oleh keterbatasan sumber daya manusia, ambiguitas norma hukum, tekanan sosial-politik, serta lemahnya efektivitas pelaksanaan putusan. Fenomena ini tampak nyata dalam berbagai sengketa lahan, seperti pada kasus SMAN 1 Bandung, yang mencerminkan lemahnya penerapan hukum acara secara ideal. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya kredibilitas lembaga PTUN di mata publik.