Siti Nursaba
Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kecerdasan Emosional dan Choking Susceptibility: Studi Kasus pada Atlet Anggar Junior Dina Oktafiana; Komarudin Komarudin; Mochamad Yamin Saputra; Geraldi Novian; Siti Nursaba
Jurnal Kesehatan Jasmani dan Olahraga (KEJAORA) Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Kejaora (Kesehatan Jasmani dan Olah Raga)
Publisher : Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/kejaora.v11i1.8153

Abstract

Anggar merupakan olahraga individu di mana atlet sering mengalami kesulitan dalam menghadapi poin-poin kritis. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko choking susceptibility, yaitu penurunan performa akibat tekanan, berdampak pada menurunnya kontrol diri, seperti munculnya emosi berlebih sehingga tusukan menjadi tidak tepat sasaran. Peningkatan kecerdasan emosional diyakini dapat membantu atlet dalam mengendalikan emosi, sehingga berperan penting dalam meningkatkan akurasi dan performa saat pertandingan. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran kecerdasan emosional terhadap choking susceptibility pada atlet anggar junior guna mencegah penurunan performa secara drastis dan mendadak. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Subjek penelitian melibatkan 16 atlet anggar Kabupaten Sumedang. Instrumen yang digunakan meliputi TEIQue-SF, SCS, ACSI-28, dan SAS-2 yang diberikan satu kali kepada sampel. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi dengan bantuan SPSS versi 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan choking susceptibility sebesar 70,5%. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan emosi yang baik beperan penting dalam menjaga stabilitas performa atlet, serta mengurangi risiko terjadinya choking susceptibility saat pertandingan. Oleh karena itu, pelatih disarankan untuk memperhatikan aspek emosional atlet, melalui diskusi rutin mengenai situasi saat poin kritis, serta memberikan latihan simulasi yang menyerupai kondisi pertandingan.