Anggar merupakan olahraga individu di mana atlet sering mengalami kesulitan dalam menghadapi poin-poin kritis. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko choking susceptibility, yaitu penurunan performa akibat tekanan, berdampak pada menurunnya kontrol diri, seperti munculnya emosi berlebih sehingga tusukan menjadi tidak tepat sasaran. Peningkatan kecerdasan emosional diyakini dapat membantu atlet dalam mengendalikan emosi, sehingga berperan penting dalam meningkatkan akurasi dan performa saat pertandingan. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran kecerdasan emosional terhadap choking susceptibility pada atlet anggar junior guna mencegah penurunan performa secara drastis dan mendadak. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Subjek penelitian melibatkan 16 atlet anggar Kabupaten Sumedang. Instrumen yang digunakan meliputi TEIQue-SF, SCS, ACSI-28, dan SAS-2 yang diberikan satu kali kepada sampel. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi dengan bantuan SPSS versi 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan choking susceptibility sebesar 70,5%. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan emosi yang baik beperan penting dalam menjaga stabilitas performa atlet, serta mengurangi risiko terjadinya choking susceptibility saat pertandingan. Oleh karena itu, pelatih disarankan untuk memperhatikan aspek emosional atlet, melalui diskusi rutin mengenai situasi saat poin kritis, serta memberikan latihan simulasi yang menyerupai kondisi pertandingan.
Copyrights © 2026