Lili Mulyanti
Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Literatur: Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Pada Materi Pertidaksamaan Linear Lili Mulyanti; Natasya Azzahra Nelzira; Raudhatul Hasanah; Syava Firdania
Journal of Development Education and Learning (JODEL) Vol. 4 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kajian literatur pengaruh penggunaan media pembelajaran untuk meningkatkan kreativitas siswa pada materi pertidaksamaan linear. Penulisan ini menggunakan metode kajian literatur dengan melakukan review dan mengidentifikasi jurnal-jurnal secara sistematis yang pada setiap prosesnya mengikuti langkah-langkah yang telah ditetapkan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mengumpulkan beberapa penelitian terdahulu untuk menjawab pengaruh penggunaan media pembelajaran untuk meningkatkan kreativitas siswa pada materi peridaksamaan linear. Penelitian terdahulu yang sudah terkumpul selanjutnya diidentifikasi, dikaji, serta dibuat kesimpulan dari literatur yang relevan dengan kemampuan kreativitas matematika peserta didik melalui media pembelajaran. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pengaruh penggunaan media pembelajaran dapat meningkatkan kreativitas siswa pada materi pertidaksamaan linear. Penggunaan berbagai macam media pembelajaran bisa digunakan guru dengan menyesuaikan karakteristik siswa yang ada di dalam kelas. Media disesuaikan dengan pola kreativitas untuk dapat meningkatnya kemampuan kreativitas siswa. Media pembelajaran dapat digunakan dimana saja, media cetak berbasis permainan, dan siswa menyukai media pembelajaran yang dilengkapi dengan warna dan gambar serta aturan yang jelas.
RAGAM MODEL PEMBELAJARAN DALAM KURIKULUM SD: DARI PENDEKATAN KONVENSIONAL MENUJU PEMBELAJARAN INOVATIF BERBASIS KOMPETENSI Romi Laspita; Dewi Andini; Muhammad Arif; Atiyah Qonitah; Lili Mulyanti; Raudhatul Hasanah; Syava Firdania; Natasya Az-zahra Nelzira; Nurul Atikah; Rasti Wulandari; Nayla Nabilla; Resya Putri Insani
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.16645

Abstract

Learning models constitute the conceptual framework that determines the direction and quality of the teaching and learning process in the classroom. At the elementary school level, selecting the appropriate learning model is a critical factor in realizing the goals of the Freedom to Learn Curriculum (Kurikulum Merdeka), which is oriented toward the holistic development of the Pancasila Student Profile. This article aims to comprehensively review various learning models relevant to the elementary school curriculum context, encompassing: (1) conventional learning models and their enduring relevance; (2) innovative constructivist-based learning models, including Cooperative Learning, Problem-Based Learning (PBL), and Project-Based Learning (PjBL); and (3) competency-based learning approaches within the Kurikulum Merdeka framework. The study was conducted through systematic literature review of scientific sources from SINTA-accredited journals and educational reference books published between 2006 and 2024. The findings indicate that no single learning model is universally superior across all conditions. Each model possesses distinct theoretical foundations, implementation procedures, strengths, and limitations depending on the learning context. An effective elementary school teacher is one who possesses broad pedagogical literacy capable of reading classroom characteristics and selecting and combining learning models appropriately and adaptively. This article is expected to serve as a useful academic reference for PGSD students and elementary education practitioners in developing their pedagogical competence.