Perkembangan digitalisasi pelayanan kepelabuhanan mendorong penerapan remote pilotage sebagai inovasi dalam jasa pemanduan kapal, namun implementasinya masih mengahadapi tantangan terkait aspek keselamatan pelayaran dan efisiensi operasional yang berdampak pada kinerja bisnis pemanduan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi remote pilotage, keselamatan pelayaran dan efisiensi operasional terhadap kinerja bisnis pemanduan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kualitas layanan pemanduan sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode non-probability sampling dengan metode purposive sampling terhadap responden yang terlibat langsung dan memahami kegiatan pemanduan kapal. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) versi 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi remote pilotage, keselamatan pelayaran dan efisiensi operasional berpengaruh signifikan terhadap kinerja bisnis pemanduan. Implementasi remote pilotage dan keselamatan pelayaran juga berpengaruh signifikan terhadap kualitas layanan pemanduan, sedangkan efisiensi operasional tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas layanan. Kualitas layanan pemanduan terbukti berperan sebagai variabel mediasi pada pengaruh implementasi remote pilotage dan keselamatan pelayaran terhadap kinerja bisnis pemanduan, namun tidak memediasi pengaruh efisiensi operasional terhadap kinerja bisnis pemanduan. Penelitain selanjutnya disarankan untuk mengkaji lebih mendalam pengembangan dimensi dan indikator variabel terkait manajemen risiko operasional dan teknologi pemanduan digital, serta melakukan perbandingan pada lebih dari satu wilayah perairan atau badan usaha pelabuhan guna memperkuat generalisasi hasil penelitian.