BUDIONO SKM, M.Kes(Epid), IRWAN
Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Semarang

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Sport Training Program Monitor Based Android in Petanque Sports: Validity and Reliability Instrument Rivan Saghita Pratama; Soegiyanto KS; Setya Rahayu; Irwan Budiono; Hadi Hadi; Satria Yudi Gontara; Abdian Asgi Sukmana; Ali MD Nadzalan; Muhammad Fatchurrahman Bagus Saputra
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 8 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this study is that the validity and reliability of the Sports Training Program Monitor application test are not known. The population in this study were all petanque athletes jawa tengah province and petanque coaches who were licensed at least at the provincial level which had a total of 114. The sampling technique in this study was purposive sampling. The sample in this study amounted to 30 samples. A total of 30 questions were asked. The results of this study are the calculated r value with n = 30 is 0.349, of the 30 questions submitted to the respondents, totaling 30 coaches and athletes, there are 26 questions that have a validity value of more than 0.349 and 4 questions have a value of less than 0.349. The reliability value of this instrument is 0.923 > 0.349, which means that this instrument is reliable. The conclusion from the results of the validity and reliability tests, based on those data, this instrument can be used on the condition that only 26 questions can be submitted to be used as test instruments for the Android-based monitor program sport training application.
Determinan Kejadian Gizi Lebih Pada Remaja di Sma Kesatrian 1 Kota Semarang Kartika Ivane Aulia; Irwan Budiono
Jurnal Kesehatan Vol 16, No 3 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v16i3.2528

Abstract

Pendahuluan: Gizi lebih merupakan suatu permasalahan gizi di dunia yang masih menjadi fokus perhatian dan belum terselesaikan hingga saat ini. Secara umum, seseorang dengan status gizi lebih dapat disebabkan karena multifaktoral meliputi faktor genetik dan lingkungan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan pada 65 remaja usia 16 – 18 tahun di SMA Kesatrian 1 Semarang pada bulan Maret tahun 2023 didapatkan 30 remaja memiliki status gizi lebih dengan persentase 47%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kejadian gizi lebih pada remaja di SMA Kesatrian 1 Kota Semarang. Metode: Jenis penelitian ini merupakan observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel yang ditetapkan yaitu 146 orang dengan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik untuk uji multivariat. Penelitian di lakukan di SMA Kesatrian 1 Semarang pada bulan Mei – Juni 2023. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga variabel yang berhubungan dengan kejadian gizi lebih yaitu tingkat kecukupan energi (p-value=0.002), tingkat kecukupan protein (p-value=0.005), tingkat kecukupan lemak (p-value=0.003), tingkat kecukupan karbohidrat (p-value=0.002), frekuensi konsumsi junk food (p-value 0.001) dan aktivitas fisik (p-value=0.005). Terdapat satu variabel yang tidak berhubungan dalam penelitian ini yaitu kebiasaan sarapan (p-value=0.623). Simpulan: Variabel yang paling dominan untuk menduga kejadian gizi lebih pada remaja adalah frekuensi konsumsi junk food. Hal tersebut dikarenakan variabel frekuensi konsumsi junk food memiliki nilai OR=3.028 yang berarti berpotensi 3.028 kali lipat mengalami kejadian gizi lebih.