Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MEMBANGUN JEMBATAN KOGNITIF: ANALISIS KEBUTUHAN UNTUK PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN ANTROPOLOGI SOSIOLOGI SENI BERBASIS ANIMASI INTERAKTIF Aswar Aswar; Sri Riski Wulandari; Yati Samsuddin
Tanra: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 13, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Negeri makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tanra.v1i1.79164

Abstract

AbstrakMata kuliah (disiplin ilmu multidisipliner) Antropologi Sosiologi Seni memiliki kompleksitas tinggi akibat materinya yang abstrak, sehingga menuntut inovasi pedagogis. Penelitian Research and Development (R&D) ini bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis animasi interaktif. Artikel ini secara spesifik melaporkan temuan dari tahap Analisis (Analysis) dalam model pengembangan ADDIE, yang bertujuan memetakan kebutuhan, persepsi, dan kendala mahasiswa. Metode analisis kebutuhan menggunakan survei terhadap 195 mahasiswa dari Program Studi Desain Komunikasi Visual dan Pendidikan SENDRATASIK di Universitas Negeri Makassar (UNM) yang kemudian dianalisis dengan deskriptif kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan tiga temuan krusial, 1) Mahasiswa memandang mata kuliah ini sangat relevan dengan karir (97,9%), 2) Terdapat penyebab kendala pemahaman signifikan yang diidentifikasi sebagai "kurangnya media pembelajaran yang menarik (misalnya, media animasi interaktif)" (45,1%) dan "kesulitan menghubungkan teori dengan praktik" (18,5%), 3) Terdapat kebutuhan mendesak untuk pembelajaran aplikatif, 78% mahasiswa menyatakan "perlu" hingga "sangat perlu" adanya kegiatan praktik/studi lapangan, yang mampu difasilitasi juga melalui Simulasi Etnografi Virtual lewat animasi interaktif. Temuan analisis kebutuhan ini menegaskan urgensi pengembangan perangkat animasi interaktif sebagai solusi untuk mengurangi cognitive load dan menjembatani kesenjangan teori-praktik, yang akan menjadi fokus pada tahap R&D selanjutnya. Kata Kunci: Perangkat Pembelajaran; Animasi Interaktif; Analisis Kebutuhan; ADDIE; Antropologi Sosiologi Seni.  
Pemberdayaan Komunitas Perempuan melalui Pelatihan Desain dan Teknik Membatik Berbasis Budaya Lokal Makassar Baetal Mukaddas; Andi Sahtiani Jahrir; Yati Samsuddin; Muhammad Zia Ulhaq
Madaniya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelestarian budaya lokal melalui pengembangan ekonomi kreatif merupakan salah satu strategi dalam meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya daerah. Salah satu bentuk budaya yang memiliki nilai estetika dan ekonomi adalah batik berbasis kearifan lokal. Namun demikian, sebagian besar anggota Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga PD 'Aisyiyah Kota Makassar belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam merancang motif batik serta mengaplikasikan teknik membatik sebagai produk kreatif yang bernilai ekonomi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi peserta dalam mendesain motif batik berbasis budaya lokal Makassar serta menguasai teknik dasar membatik melalui pelatihan dan pendampingan secara partisipatif. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi program, penyampaian materi, praktik pembuatan desain motif, pendampingan proses pencantingan dan pewarnaan, serta evaluasi hasil karya peserta. Kegiatan melibatkan anggota komunitas perempuan PD 'Aisyiyah Kota Makassar sebagai mitra utama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami filosofi motif batik lokal, menyusun desain secara mandiri, serta menghasilkan karya batik dengan karakter visual yang merepresentasikan budaya Makassar. Pendampingan yang dilakukan secara langsung mampu meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam mengembangkan kreativitas dan membuka peluang pengembangan usaha berbasis ekonomi kreatif. Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga memperkuat kesadaran peserta terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal melalui inovasi produk batik. Program ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya, serta mendukung pengembangan komunitas perempuan yang lebih mandiri dan produktif.