Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perubahan Sosial pada Budaya Pamali dengan Mitos dan Fakta dalam Masyarakat di Indonesia Andi Ima Kesuma; Hamka Hamka; Parham Taufik
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v4i4.1154

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mempelajari berbagai bentuk-bentuk budaya pamali yang mitos dan fakta dalam masyarakat di Indonesia dan dinamika faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial terhadap budaya pamali dalam mitos atau fakta pada masyarakat di Indonesia. Metode penelitiannya adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka. Teknik pengumpulan data dan teknik analisis data yang dilakukan adalah pencarian literatur yang sesuai dengan topik pembahasan, menyaring literatur-literatur, menganalisis terhadap isi literatur, dan menyusun hasil analisis dalam artikel yang mencangkup ringkasan literatur. Hasil penelitiannya adalah bentuk-bentuk budaya pamali antara mitos dan fakta yang ada dalam masyarakat di Indonesia sebagai berikut yakni a). Larangan untuk mendudukki bantal. Mitosnya dapat membuat kita bisulan, b). Larangan untuk memotong kuku pada malam hari, c). Larangan untuk melewati tempat-tempat suci di waktu tertentu, d). Larangan untuk dudui di depan pintu bagi gadis, e). Larangan terlambat bangun di pagi hari, f). Larangan makan dengan berdiri, g). Larangan untuk tengkurap, dan h). Larangan dalam melakukan sesuatu harus menentukan hari. Faktor-faktor yang mempengaruhi budaya pamali pada mitos atau pun fakta sebagai berikut adalah a). Akses informasi, b). Perubahan nilai dan norma, c). Kemajuan teknologi, dan d). Pengetahuan.
Cinta dan Kuasa: Dinamika Relasi Kekuasaan dalam Hubungan Pacaran Remaja di Kecamatan Bulagi, Kabupaten Banggai Kepulauan Parham Taufik
Haumeni Journal of Education Vol 6 No 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v6i1.28053

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk relasi kuasa yang bersifat simbolik dan emosional dalam hubungan pacaran remaja di Kecamatan Bulagi, Kabupaten Banggai Kepulauan, serta bagaimana kondisi sosial dan kultural lokal memengaruhi mekanisme kekuasaan tersebut. Data yang diperoleh dalam penelitian ini kemudian di analisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. hasil penelitian dari penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk-bentuk relasi kuasa bersifat simbolik yang terjadi dalam hubungan berpacaran pasangan remaja ada beberapa antaralain 1). dominasi emosional, 2). Kontrol social, 3). Gaslighting, 4). Pengawasan dan Kepemilikan, 5). Penciptaan Ketergantungan. Selain itu factor yang menyebabkan terjadinya relasi kuasa 1). ketakutan ditinggalkan, 2). Terbuai janji setia yang tidak ditepati, 3). rasa sayang berlebihan yang memicu pengorbanan tanpa batas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi kuasa dalam hubungan pacaran tidak selalu terlihat secara eksplisit, tetapi terbentuk melalui pengendalian emosional dan norma sosial yang membatasi kebebasan individu. Temuan ini menegaskan pentingnya pemahaman terhadap dimensi kuasa yang tersembunyi dalam hubungan pacaran untuk mendukung pembentukan hubungan yang sehat dan berdaya bagi remaja di konteks lokal.
Nilai-nilai Islam Pelaksanaan Tradisi Aggalara’ pada Acara Pasunna’ di Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan Henri Henri; Parham Taufik; Tiara Nur'aini
Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 21, No 2 (2025): Volume 21, Nomor 2, November 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/fkip.v21i2.6462

Abstract

Aggalara’ tradition in the pasunna’ ceremony in Jeneponto Regency, South Sulawesi, is part of a cultural heritage that holds religious values, especially those related to Islam such as gratitude, brotherhood, trust, and education. This research aims to understand how these values are realized in the implementation of the tradition. The approach used is descriptive qualitative research with an ethnographic method, through direct observation, in-depth interviews, and documentation studies. Data is analyzed using Talcott Parsons' structural functionalism theory to reveal how this tradition functions in strengthening social bonds and maintaining balance in the community. The research results show that gratitude is reflected in expressions of thanks to God for the blessings of life and the successful conduct of the pasunna’ ceremony. Solidarity and family relationships within the community demonstrate a strong value of brotherhood. Value of trust can be seen from the responsibilities of traditional leaders in carrying out their roles, while education is evident in the process of passing values to the younger generation. Aggalara’ tradition not only preserves local cultural identity but also deepens Islamic values in a contextual manner. This finding emphasizes that local culture can be an effective instrument for educating religious values in everyday community life.
Boundary Turbulence dalam Budaya Kolektivis: Study Communication Privacy Management Terhadap Privasi yang Terbuka Paksa Parham Taufik
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 7, No 2 (2025): Peqguruang, Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v7i2.6741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: bentuk-bentuk boundary turbulence yang terjadi di Kecamatan Ponrang Selatan Kabupaten Luwu, dalam penelitian ini, data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis pendekatan kualitatif dekriptif, Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah Teknik observasi, wawancara dan dokuentasi. Hasil penlitian dari penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk-bentuk boundary turbulence yang terjadi di kecamtan ponrang selatan kabupaten luwu adalah 1). Penyebaran informasi dari orang tua saat berbincang dengan keluarga atau tamu yang berkunjung kerumah, 2). Oversharing di media sosial, 3). Pengambilan paksa informasi (Coercive Disclosure)
PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI PENYULUHAN GAYA HIDUP BERKELANJUTAN SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN DI KAWASAN TANJUNG DAPURA Abdul Rahman; Parham Taufik; Andi Supratman; Jumadi; Nurlela
SEMAR : Jurnal Sosial dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Semar : Jurnal Sosial dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/semar.v4i1.2467

Abstract

This community service activity aims to enhance the awareness and capacity of youth in implementing sustainable lifestyles in the Tanjung Dapura area, Makassar. The main problems faced by the community include low levels of waste management practices, high dependence on single-use plastics, and limited environmental literacy. The implementation method applied a participatory approach through several stages, including initial observation, interactive counseling, group discussions, and simulations of sustainable lifestyle practices. The results indicate a significant improvement in participants’ understanding and awareness of environmental sustainability, reflected in changes in perspectives and the emergence of commitments to reduce plastic use and manage waste independently. Furthermore, participants demonstrated strong enthusiasm to act as agents of change within their communities. Therefore, this activity is considered effective in empowering youth as key drivers in promoting environmental sustainability in coastal areas.