Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Workshop Peningkatan Wawasan Konsep Rekayasa Hijau pada Sektor Infrastruktur dan Industri Wahyudiono Wahyudiono; Harlinda Rasvi Nabela; Muhammad Rezki Ian; Yohandika Tri Apriliyanto; Jamal .; Beta Arya Ash Shidik; Sufrotun Khasanah; Demmy Adhi Mulya Darma
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 9, No 2 (2026): MEI 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v9i2.3297

Abstract

Selama sepuluh tahun terakhir, degradasi lingkungan dan perubahan iklim telah menjadi masalah global yang tidak dapat diabaikan, memaksa negara-negara untuk mencari solusi yang dapat mendorong pelestarian lingkungan dan kemakmuran ekonomi secara bersamaan. Manusia dapat membangun masa depan yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip hijau ke dalam pengembangan industri dan infrastruktur. Secara global 40% emisi karbon global berasal dari rantai nilai konstruksi, yang meliputi pembangunan dan pemeliharaan struktur serta pembuatan material seperti baja dan semen. Adapun rincian 40% emisi global, dari infrastruktur sebesar 20,4% dan 18,7% dari industri pembuatan material. Sektor hijau telah berevolusi dari konsep idealis menjadi tujuan strategis yang krusial bagi pemerintah dan perusahaan di seluruh dunia seiring dengan meningkatnya komitmen global terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Untuk memberikan pemahaman kepada generasi yang akan datang bahwa pentingnya sektor hijau, maka Universitas Selamat Sri yang berperan krusial sebagai pencetak lulusan berkompeten mengadakan workshop kuliah.Mahasiswa diharapkan memiliki wawasan tambahan tentang pentingnya infrastruktur dan industri yang mengutamakan aspek lingkungan. Sebelum workshop dimulai, mahasiswa yang memahami tentang konsep rekayasa hijau hanya berjumlah 9 mahasiswa (20%) dari total 45 mahasiswa. Setelah mengikuti kegiatan workshop rekayasa hijau menunjukkan peningkatan yang signifikan, bertambah menjadi 91% atau sebanyak 41 mahasiswa dari 45 mahasiswa.
Life Cycle Cost Structure of a High-Rise Office Building and Its Conceptual Integration with Digital Twin Technology Ety Fitriyani; Abul Fida Ismaili; Aswin Wahyu Kurniawan; Demmy Adhi Mulya Darma; Niche Meiliasandi
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 10 No 4 (2026): G-Tech, Vol. 10 No. 4 October 2026
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/gtech.v10i4.11209

Abstract

Investment decisions for building projects remain dominated by initial construction cost, while operational, maintenance, and replacement costs accumulating over decades receive limited attention. This study analyses the life cycle cost (LCC) structure of a 27,288 m² high-rise office building over a 25-year service period and examines conceptually how digital twin technology could address the limitations of conventional LCC practice. Cost data were obtained from the building management unit and projected using annual escalation rates of 12% for operational and 10% for maintenance cost under a constant-currency approach. Initial cost accounts for only 21.8% of total LCC, operational cost 46.9%, and maintenance and replacement cost 31.3%, so post-occupancy expenditure represents 78.2% of total ownership cost. Energy (24.6%) and security (24.3%) dominate operational cost, while air conditioning (25.6%) and generator sets (20.4%) dominate maintenance and replacement cost. A conceptual framework is proposed in which digital twin capabilities transform LCC from a static design-stage estimate into a continuously updated decision instrument. The framework was neither implemented nor empirically validated. Because the analysis rests on a single case and projected costs, the proportions are context-specific, although sensitivity analysis confirms the dominance of post-occupancy cost is robust.