Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Rancangan Perbaikan Sistem Kerja pada Lantai Produksi Pembuatan Batik di UMKM Mutiara Batik Pekalongan Beta Arya Ash Shidik
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 7 No 2 (2023): G-Tech, Vol. 7 No. 2 April 2023
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.285 KB) | DOI: 10.33379/gtech.v7i2.2087

Abstract

UMKM Mutiara merupakan usaha di bidang pembuatan kain batik cap di Kabupaten Pekalongan. Berdasarkan hasil observasi dilapangan didapatkan suhu ruang produksi mencapai 27°C-31°C, ada keluhan polusi udara, ada keluhan musculoskeletal dan ada keluhan iritasi kulit. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan sistem kerja untuk meningkatkan kenyamanan, keselamatan dan produktivitas pekerja. Usulan perbaikan dilakukan dengan menggunakan metode partisipatori dengan pendekatan ergonomi. Rekomendasi perbaikan sebagai berikut: memasang exhaust fan; menyediakan masker bagi pekerja; sediakan kursi di setiap meja stempel; menyediakan sarung tangan untuk pekerja; dan menyediakan trolly. Uji Mann Whitney dilakukan untuk membandingkan antara layout eksisting dengan layout usulan dimana nilai signifikansi pada masing-masing faktor yang di uji <0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa menurut pekerja layout usulan yang dikembangkan lebih nyaman, lebih aman, lebih sehat dan lebih memudahkan untuk bekerja.
Pembuatan Produk Prototype Roda Gigi Menggunakan 3D Printing Muhammad Miftahul Abid; Wahyu Sidiq Saputra; Arya Beta Ash Shidik
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 8 No 3 (2024): G-Tech, Vol. 8 No. 3 Juli 2024
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/gtech.v8i3.4461

Abstract

Technology 3D Printing used to manufacture machine spare parts products to help maintenance (maintenance). Previous process maintenance took a long time (> 4 days), because we were waiting for samples of gear parts to be made from the vendor. The aim of this research is to make a product prototype gears and fast processing time by determining ideal parameters. This research uses the method Multimedia Development Life Cycle which consists of three stages. Stage 1: concept creation (concept) and Planning (design); In level 2: collection of materials and manufacturing of products and level 3: testing and distribution. This research involved two printing experiments using parameters fill density and layer height. Product printouts prototype with parameters fill density resulting in a fill density of 60% and layer height 0.1 mm shows better strength, so it doesn't break. Printing process with layer height 0.1 takes 228 minutes, so product production is faster than before, four days, so the maintenance process is faster than before. Keywords : prototype, gear, 3D printing
Pengembangan Makanan Tradisional Apem Kesesi Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD) dan Konsep Green Product Sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Produk Beta Arya Ash Shidik; Yohandika Tri Apriliyanto; Vidya Renatha Sari
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 8 No 4 (2024): G-Tech, Vol. 8 No. 4 Oktober 2024
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/gtech.v8i4.5504

Abstract

Apem kesesi is a traditional wet cake food in Pekalongan district. Apem kesesi cake has the problem of not being long-lasting, the packaging and appearance of the product is less attractive, less hygienic, impractical and the taste is not suitable for the younger generation. Therefore, it is necessary to develop apem kesesi products according to needs to improve product quality. Apem kesesi product development uses the quality faction deployment (QFD) method and the green product concept. Based on survey results, consumers want apem kesesi products that are hygienic, practical, unique, have attractive packaging and are durable. The main ingredient for making apem cake is rice flour. Add tapioca flour to give the apem cake a chewy texture, palm sugar to produce a distinctive taste and aroma, then vanilla to strengthen the taste, and sodium benzoate as a preservative. The product packaging design consists of primary packaging and secondary packaging. Based on validation tests and different tests, the results showed that the product design developed met consumer needs and was better than existing products.
PENINGKATAN LITERASI SISWA SDN 2 KALIGELANG MELALUI POJOK BACA DAN BIMBINGAN BELAJAR Shidik, Beta Arya Ash; Apriliyanto, Yohandika Tri; Salsabilla, Alifia; Aulia, Ellen Shabrina; Nabila, Nadya Marell; Sari, Nelsa Ayu Enggar; Nuromavita, Inka
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i1.4806

Abstract

Rendahnya tingkat literasi di Indonesia, terutama pada jenjang pendidikan dasar, dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah keterbatasan fasilitas serta kurangnya minat baca siswa. Kondisi ini juga terjadi di SD Negeri 2 Kaligelang, di mana berdasarkan observasi dan wawancara dengan beberapa guru kelas, ditemukan bahwa masih terdapat siswa kelas 5 dan kelas 6 yang belum mampu membaca dan menulis dengan lancar. Selain itu, minat baca siswa masih rendah, dan sekolah belum memiliki fasilitas serta ketersediaan buku bacaan yang menarik untuk menunjang kegiatan literasi. Oleh karena itu, program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi siswa melalui pojok baca dan bimbingan belajar. Sasaran program ini adalah siswa kelas 5 dan kelas 6, dengan pelaksanaan yang melibatkan kerja sama antara tim pengabdian dan guru kelas. Kegiatan ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu observasi, sosialisasi, pembuatan pojok baca, pembelajaran, serta evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test yang diberikan kepada 20 siswa. Hasil analisis menggunakan metode Wilcoxon matched pairs test menunjukkan nilai z = 0 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post-test siswa. Sebanyak 18 siswa mengalami peningkatan nilai post-test dengan rata-rata kenaikan 9,50 poin. Dengan demikian, program pojok baca dan bimbingan belajar terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan literasi siswa kelas 5 dan kelas 6 di SD Negeri 2 Kaligelang. Hasil ini menunjukkan bahwa penyediaan fasilitas membaca dan pendampingan belajar dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan keterampilan literasi siswa sekolah dasar.
Perencanaan Strategi Pemasaran Produk Emping Melinjo Pada Omah Cemilan Batang Sido Dea Auvia; Sufrotun Khasanah; Beta Arya Ash Shidik; Arniawan Ismail Marzuki
JERA : Journal of Engineering Research and Application Vol 1 No 2 (2022): Journal of Engineering Research and Aplication_JERA
Publisher : Fakultas Teknik dan Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi pemasaran yang tepat yang dapat meningkatkan pangsa pasar dan panduan dalam memasarkan produk emping melinjo pada Omah Cemilan Batang. Ditinjau melalui Identifikasi faktor internal dan eksternal, matriks evaluasi faktor internal (IFE), faktor eksternal (EFE), matriks internal eksternal (IE), matriks SWOT dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian ini, total skor matriks IFE adalah 2,75 dan skor total matriks EFE adalah 2,927. Skor ini menentukan posisi perusahaan di kuadran V (Hold and Mantain) pada matriks IE, Strateginya adalah penetrasi pasar dan pengembangan produk. Pada hasil penyusunan matriks SWOT diperoleh 8 strategi. Setelah dilakukan pencocokan matriks IE dan matriks SWOT, strategi alternatif yang dipilih adalah penetrasi pasar, pengembangan pasar dan pengembangan produk. Hasil menggunakan matriks QSP berupa urutan prioritas strategi yang dapat diterapakan oleh Omah Cemilan Batang yaitu penetrasi pasar, pengembangan produk dan pengembangan pasar.
Workshop Peningkatan Wawasan Konsep Rekayasa Hijau pada Sektor Infrastruktur dan Industri Wahyudiono Wahyudiono; Harlinda Rasvi Nabela; Muhammad Rezki Ian; Yohandika Tri Apriliyanto; Jamal .; Beta Arya Ash Shidik; Sufrotun Khasanah; Demmy Adhi Mulya Darma
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 9, No 2 (2026): MEI 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v9i2.3297

Abstract

Selama sepuluh tahun terakhir, degradasi lingkungan dan perubahan iklim telah menjadi masalah global yang tidak dapat diabaikan, memaksa negara-negara untuk mencari solusi yang dapat mendorong pelestarian lingkungan dan kemakmuran ekonomi secara bersamaan. Manusia dapat membangun masa depan yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip hijau ke dalam pengembangan industri dan infrastruktur. Secara global 40% emisi karbon global berasal dari rantai nilai konstruksi, yang meliputi pembangunan dan pemeliharaan struktur serta pembuatan material seperti baja dan semen. Adapun rincian 40% emisi global, dari infrastruktur sebesar 20,4% dan 18,7% dari industri pembuatan material. Sektor hijau telah berevolusi dari konsep idealis menjadi tujuan strategis yang krusial bagi pemerintah dan perusahaan di seluruh dunia seiring dengan meningkatnya komitmen global terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Untuk memberikan pemahaman kepada generasi yang akan datang bahwa pentingnya sektor hijau, maka Universitas Selamat Sri yang berperan krusial sebagai pencetak lulusan berkompeten mengadakan workshop kuliah.Mahasiswa diharapkan memiliki wawasan tambahan tentang pentingnya infrastruktur dan industri yang mengutamakan aspek lingkungan. Sebelum workshop dimulai, mahasiswa yang memahami tentang konsep rekayasa hijau hanya berjumlah 9 mahasiswa (20%) dari total 45 mahasiswa. Setelah mengikuti kegiatan workshop rekayasa hijau menunjukkan peningkatan yang signifikan, bertambah menjadi 91% atau sebanyak 41 mahasiswa dari 45 mahasiswa.
Integration of Advanced Biodegradable Polymer Coatings with Solar-Powered Textile Waste Treatment for Reducing Microplastic Pollution in Urban Runoff Systems Rizqi Elmuna Hidayah; Yohandika Tri Apriliyanto; Beta Arya Ash Shidik
Green Engineering: International Journal of Engineering and Applied Science Vol. 2 No. 1 (2025): January: Green Engineering: International Journal of Engineering and Applied Sc
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/greenengineering.v2i1.280

Abstract

Microplastic pollution, particularly from textile waste, has become a significant environmental concern, especially in urban runoff systems. These pollutants pose a considerable threat to water quality, aquatic life, and human health. Traditional wastewater treatment methods often fall short in addressing the complexities of microplastic contamination. This research explores the integration of advanced biodegradable polymer coatings with solar-powered textile waste treatment to reduce microplastic pollution in urban runoff systems. Biodegradable polymers, such as polylactic acid (PLA) and polyhydroxyalkanoates (PHA), are highlighted for their potential to efficiently filter microplastics while providing an eco-friendly alternative to conventional filtration technologies. By combining these materials with a small solar-powered unit, the prototype enables an off-grid, low-energy solution to treat textile wastewater in urban environments. The study includes testing the prototype in simulated urban runoff conditions with varying concentrations of microplastics, evaluating key performance indicators such as microplastic removal efficiency, energy consumption, and operational sustainability. Results demonstrate a significant reduction in microplastic concentration, indicating the effectiveness of biodegradable polymer coatings and solar-powered systems in treating urban runoff. The discussion addresses the feasibility of using local biodegradable materials, performance in real-world urban environments, and operational challenges such as maintenance and scalability. This innovative approach is compared with existing microplastic filtration methods, such as membrane filtration and adsorption, highlighting its advantages in terms of sustainability and cost-effectiveness. The findings suggest that this integrated system could offer a viable, low-cost solution for addressing microplastic pollution in urban drainage systems, with potential for widespread urban implementation.
Analysis Of The Convolutional Neural Network Method With Mobilenet Architecture In A Computer Vision-Based Industrial Waste Detection System Tresi Aprilia; Harlinda Rasvi Nabela; Beta Arya Ash Shidik
JURNAL TEKNISI Vol. 6 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/teknisi.v6i1.5559

Abstract

Abstract: Industrial waste has had a negative impact on the environment and human health. Industrial waste pollution can occur due to improperly managed waste disposal. Managing industrial waste can be one way to reduce the impact of environmental pollution. Checking industrial waste can be a solution for implementing oversight of waste management, but it will be difficult to implement if done in a large industrial area. Waste classification based on organic and non-organic waste categories. Convolutional Neural Networks (CNNs) and MobileNet can be applied to automatically detect organic and non-organic industrial waste systems. Researchers have conducted a comparative study between the Convolutional Neural Network (CNN) and MobileNet models, which is useful for obtaining the best model. The results of the analysis concluded that MobileNet has better accuracy, precision, and recall compared to the CNN model. The accuracy, precision, and recall generated by MobileNet are 99.5%, 99.4%, and 100%. Therefore, MobileNet is very suitable for implementation in an automatic industrial waste detection system in real-time applications.   Keyword: computer vision;  convolutional neural network (CNN); deep learning; industrial waste; mobilenet.  Abstrak: Limbah industri telah mengakibatkan dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Pencemaran limbah industri dapat terjadi akibat pembuangan limbah yang tidak terkelola dengan baik. Pengelolaan limbah industri dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Pengecekan limbah industri dapat menjadi solusi untuk menerapkan pengawasan terhadap pengelolaan limbah, namun akan sulit diterapkan jika dilakukan pada area industri yang luas. Klasifikasi limbah berdasarkan kategori limbah organik dan limbah non organik. Convolutional Neural Network (CNN) dan MobileNet dapat diterapkan untuk sistem pendeteksi limbah industri organik dan non organik secara otomatis. Peneliti telah melakukan studi komparatif antara model Convolutional Neural Network (CNN) dan MobileNet yang berguna untuk memperoleh model terbaik. Hasil analisa yang telah dilakukan menyimpulkan bahwasanya MobileNet mempunyai akurasi, precision dan recall yang lebih baik jika dibandingkan dengan model CNN. Akurasi, precision dan recall yang dihasilkan oleh MobileNet sebesar 99,5% 99,4% dan 100%. Oleh karena itu, MobileNet sangat cocok untuk diterapkan pada sistem deteksi limbah industri secara otomatis pada aplikasi real-time.Kata kunci: computer vision; convolutional neural network (CNN); limbah industri; mobilenet; pembelajaran mendalam.