Tri Sulastri
Psikologi, Universitas Negeri Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Pemberian Psikoedukasi dalam Membangun Resiliensi Psikologis Komunitas Perantau Daerah Fadillah Fira Firmanilah; Muh Rajan Piara; Perdana Kusuma; Tri Sulastri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38665

Abstract

Landasan pemikiran penelitian ini mengacu pada tingginya tekanan psikologis yang dihadapi komunitas perantau akibat tuntutan yang kompleks diperkotaan sehingga diperlukan intervensi berbasis pengetahuan, yaitu psikoedukasi. Berdasarkan pemikiran tersebut maka penelitian dirancang untuk menjawab masalah apakah psikoedukasi model informasi dapat efektif dalam meningkatkan resiliensi psikologis pada komunitas perantau daerah di Makassar. Hasil penelitian menemukan kegiatan sesi psikoedukasi model informasi memberi kontribusi dan terbukti signifikan efektif dalam meningkatkan resiliensi psikologis pada komunitas perantau daerah di Makassar. Temuan ini mengonfirmasi bahwa resiliensi bukan trait yang statis melainkan konstruk psikologis yang bersifat trainable sehingga memperkuat pandangan resiliensi menekankan sifat dinamis dan kontekstual dari ketahanan psikologis.
Hubungan antara Dark Triad Personality dan Trolling Pada Dewasa Awal Rezi Pradibta Ali; Muhammad Nur Hidayat Nurdin; Tri Sulastri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39437

Abstract

Dewasa awal merupakan kelompok usia yang paling banyak menggunakan media sosial, yang dapat memunculkan perilaku anti-social online behavior seperti trolling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dark triad personality dan trolling pada pengguna dewasa awal. Penelitian Kuantitatif ini melibatkan 230 responden berusia 18 – 28 tahun yang melakukan trolling. Instrumen yang digunakan adalah Short Dark Triad (SD3) dan Global Assessment of Internet Trolling (GAIT-R). Hasil menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara setiap dimensi dark triad personality dan trolling (r = 0,479–0,515; p = 0,001). semakin tinggi kecenderungan dark triad personality maka semakin tinggi perilaku trolling pada dewasa awal. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi dan intervensi terkait kecenderungan kepribadian yang berhubungan dengan perilaku trolling pada pengguna media sosial.
Pengaruh Kepercayaan Interpersonal terhadap Pengungkapan Diri Pada Pengguna Close Friends Instagram: Moderasi Kekhawatiran Privasi Nur Fajri; Faradillah Firdaus; Tri Sulastri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40396

Abstract

Penggunaan fitur Close Friends Instagram memungkinkan individu melakukan pengungkapan diri secara lebih selektif, namun tetap berhadapan dengan persoalan kepercayaan interpersonal dan kekhawatiran privasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepercayaan interpersonal terhadap pengungkapan diri pengguna Close Friends Instagram serta menguji peran kekhawatiran privasi sebagai variabel moderator. Subjek penelitian berjumlah 398 pengguna Instagram yang aktif menggunakan fitur Close Friends. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, serta analisis data menggunakan regresi linear sederhana, regresi moderasi, dan analisis regresi terpisah berdasarkan dimensi pengungkapan diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan interpersonal berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan diri secara keseluruhan (R² = 0,60; p < 0,05). Selain itu, hasil uji moderasi menunjukkan bahwa kekhawatiran privasi berperan signifikan sebagai variabel moderator dalam hubungan antara kepercayaan interpersonal dan pengungkapan diri (p < 0,05). Analisis tambahan menunjukkan bahwa kepercayaan interpersonal berpengaruh signifikan terhadap dimensi Intent (R² = 0,17; p < 0,05) dan Positive–Negative (R² = 0,046; p < 0,05), namun tidak berpengaruh signifikan terhadap dimensi Amount, Depth–Intimacy, dan Honesty–Accuracy (p > 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepercayaan interpersonal mendorong kesiapan dan ekspresi emosional dalam pengungkapan diri, sementara kekhawatiran privasi berfungsi sebagai faktor pembatas pada aspek pengungkapan yang lebih sensitif, sehingga temuan ini berimplikasi pada pemahaman perilaku berbagi informasi di media sosial semi-privat.