Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Psychological First Aid pada Penyintas Anak Pasca Gempa di Sulawesi Barat Faradillah Firdaus; Nurfitriany Fakhri; Kurniati Zainuddin; Muhammad Nurhidayat Nurdin; M. Ahkam Alwi
DEDIKASI Vol 24, No 1 (2022): Jurnal Dedikasi
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v24i1.33982

Abstract

 Abstrak. Bencana alam merupakan salah sumber trauma yang dapat dirasakan oleh korban, terutama anak-anak. Bencana bisa menjadi sangat menakutkan, dikarenakan kesiapan fisik dan mental anak yang tidak setara dengan orang dewasa, terutama ketika menghadapi bencana. Anak dapat menjadi kelompok rentan terutama terhadap permasalahan mental yang terjadi akibat bencana alam yang anak alami. Permasalahan mental ini membutuhkan bantuan untuk mengatasinya secara cepat dan efektif, sehingga tidak menjadi masalah mental yang berkepanjangan dan dapat mengganggu kehidupan anak di masa depan. Salah satu cara yang peling efektif dalam membantu anak menghadapi permasalahan mental yang dihadapi setelah terjadinya bencana adalah dengan memberikan Psychological First Aid (PFA). Melalui pemberian PFA ini, anak pada akhirnya dapat mengembangkan resiliensi untuk dapat bertahan secara psikologis terhadap permasalahan mental yang mereka hadapi sebagai korban dari terjadinya bencana alam. Kata kunci: Psychological First Aid, anak-anak, bencana alam
Pengaruh Kepercayaan Interpersonal terhadap Pengungkapan Diri Pada Pengguna Close Friends Instagram: Moderasi Kekhawatiran Privasi Nur Fajri; Faradillah Firdaus; Tri Sulastri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40396

Abstract

Penggunaan fitur Close Friends Instagram memungkinkan individu melakukan pengungkapan diri secara lebih selektif, namun tetap berhadapan dengan persoalan kepercayaan interpersonal dan kekhawatiran privasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepercayaan interpersonal terhadap pengungkapan diri pengguna Close Friends Instagram serta menguji peran kekhawatiran privasi sebagai variabel moderator. Subjek penelitian berjumlah 398 pengguna Instagram yang aktif menggunakan fitur Close Friends. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, serta analisis data menggunakan regresi linear sederhana, regresi moderasi, dan analisis regresi terpisah berdasarkan dimensi pengungkapan diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan interpersonal berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan diri secara keseluruhan (R² = 0,60; p < 0,05). Selain itu, hasil uji moderasi menunjukkan bahwa kekhawatiran privasi berperan signifikan sebagai variabel moderator dalam hubungan antara kepercayaan interpersonal dan pengungkapan diri (p < 0,05). Analisis tambahan menunjukkan bahwa kepercayaan interpersonal berpengaruh signifikan terhadap dimensi Intent (R² = 0,17; p < 0,05) dan Positive–Negative (R² = 0,046; p < 0,05), namun tidak berpengaruh signifikan terhadap dimensi Amount, Depth–Intimacy, dan Honesty–Accuracy (p > 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepercayaan interpersonal mendorong kesiapan dan ekspresi emosional dalam pengungkapan diri, sementara kekhawatiran privasi berfungsi sebagai faktor pembatas pada aspek pengungkapan yang lebih sensitif, sehingga temuan ini berimplikasi pada pemahaman perilaku berbagi informasi di media sosial semi-privat.