Wanti Br Hombing
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Wacana Ekologis Warganet dalam Pemberitaan Bencana Sumatera Utara: Analisis Ekolinguistik pada Konten TikTok dan Twitter/X Wanti Br Hombing; Atika Sania Samni Nst; Jusca Santanovalina; Wilda Lestari Harahap; Siti Fadillah Hasibuan; Mela E. Ambarita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39193

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis wacana ekologis dalam pemberitaan banjir dan longsor di Sibolga dan Tapanuli Tengah pada platform TikTok dan Twitter/X melalui pendekatan ekolinguistik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teori Arran Stibbe yang meliputi framing, erasure, dan ideologi ekologis. Data berupa postingan dan komentar warganet selama November 2025-Januari 2026 yang diperoleh melalui teknik dokumentasi, simak, dan catat. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan dua pola utama, yaitu bencana dipahami sebagai peristiwa alam dan sebagai dampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia. Sejumlah postingan media masih memperlihatkan erasure karena pelaku kerusakan lingkungan tidak disebutkan secara jelas. Komentar warganet didominasi ideologi ekologis beneficial yang mengaitkan bencana dengan deforestasi dan lemahnya pengawasan lingkungan. TikTok lebih menonjolkan sisi visual dan emosional, sedangkan Twitter/X menjadi ruang kritik ekologis dan argumentasi publik.
Analisis Linguistik Forensik terhadap Lima Putusan Pengadilan Dea Saputri; Wanti Br Hombing; Atika Sania Samni Nst; Lili Tansliova
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 3 (2026): Desember (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Linguistik forensik merupakan kajian bahasa yang berkaitan dengan persoalan hukum, termasuk penggunaan bahasa dalam suatu perkara dan putusan pengadilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan bahasa dalam lima putusan pengadilan yang berkaitan dengan berita bohong, penghasutan, penghinaan dan pencemaran nama baik, penyebaran informasi berdasarkan agama, serta penistaan dengan gambar. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa lima putusan pengadilan. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, membaca, dan mencatat bagian-bagian kebahasaan yang relevan. Analisis dilakukan dengan memperhatikan bentuk tuturan, tindak tutur, pilihan kata, konteks, tujuan tuturan, dan unsur visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap perkara memiliki bentuk dan fungsi bahasa yang berbeda sesuai dengan konteksnya. Ditemukan penggunaan bahasa untuk membangun kepercayaan, mengarahkan tindakan, menyampaikan sindiran atau evaluasi terhadap pihak tertentu, serta membentuk makna melalui hubungan antara tuturan dan unsur visual. Dengan demikian, analisis linguistik forensik dapat membantu menjelaskan penggunaan dan makna bahasa dalam perkara hukum dengan tetap memperhatikan konteks dan data yang tersedia.