Muhammad Nur Abdullah
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Literatur Potensi Integrasi Game-Based Learning untuk Meningkatkan Literasi Digital Siswa Sekolah Dasar Muhammad Nur Abdullah
GENIUS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2026): GENIUS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : CV. Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/gjipp.v4i1.402

Abstract

The rapid development of digital technology requires elementary school students to possess adequate digital literacy skills from an early age. However, previous studies indicate that increased access to technology is not always accompanied by the ability to use it critically, ethically, and productively. One learning approach considered capable of supporting digital literacy development is Game-Based Learning (GBL). This study aims to analyze the potential integration of GBL in enhancing elementary school students’ digital literacy through a Systematic Literature Review (SLR). The review adopted the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) framework, including identification, screening, eligibility assessment, and inclusion stages. Literature was collected from articles published between 2020 and 2025 through Google Scholar and SINTA-indexed educational journals. Of the 142 articles identified, 38 met the inclusion criteria and were analyzed using thematic analysis. The findings reveal that GBL is strongly grounded in constructivism, learning by doing, state of flow, and the development of Higher Order Thinking Skills (HOTS). The reviewed studies consistently report positive impacts of GBL on learning motivation, conceptual understanding, critical thinking, collaboration, and students’ digital literacy. Furthermore, the characteristics of GBL are aligned with the principles of the Merdeka Curriculum. Nevertheless, its implementation still faces challenges related to technological infrastructure, teacher competence, and educational ecosystem support. Therefore, optimizing GBL requires improved instructional design, continuous teacher professional development, and adequate educational support systems. The findings indicate that GBL has strong potential as an effective learning approach for fostering digital literacy among elementary school students.
Implementasi Pelatihan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Sekolah bagi Guru Sekolah Dasar di SDN Centre Malino Hamzah Pagarra; Hardianto Rahman; Sayidiman; Muhammad Nur Abdullah; Ahmad Syawaluddin
LESTARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): LESTARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/lestari.v4i1.3335

Abstract

Pendidikan karakter berbasis budaya sekolah merupakan salah satu strategi penting dalam membentuk peserta didik yang berkarakter, disiplin, dan berintegritas. Namun, implementasi pendidikan karakter di sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan kompetensi guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam budaya sekolah secara sistematis dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang serta mengimplementasikan pendidikan karakter berbasis budaya sekolah di SDN Centre Malino Kabupaten Gowa. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan partisipatif, diskusi kelompok, studi kasus, simulasi, praktik penyusunan program budaya sekolah, serta pendampingan berbasis Learning Management System menggunakan Google Classroom. Kegiatan diikuti oleh 21 peserta yang terdiri atas kepala sekolah dan guru. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep pendidikan karakter dan budaya sekolah dengan tingkat penguasaan materi mencapai rata-rata 88%. Selain itu, peserta mampu menyusun rancangan program budaya sekolah yang kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan sekolah. Pemanfaatan Google Classroom juga membantu meningkatkan aksesibilitas materi, interaksi peserta, dan efektivitas evaluasi pelatihan. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat budaya sekolah sebagai basis pendidikan karakter sekaligus meningkatkan kompetensi profesional guru sekolah dasar.