Artikel ini mengkaji implementasi pembelajaran berbasis kearifan lokal serta kontribusinya terhadap perkembangan sikap sosial siswa di SDN Centre Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data utama guru kelas V dan kepala sekolah, serta data pendukung berupa dokumen pembelajaran dan hasil observasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran berbasis kearifan lokal dilakukan secara sistematis melalui integrasi nilai-nilai budaya lokal ke dalam tujuan pembelajaran, kegiatan inti, dan penilaian sikap. Pelaksanaan pembelajaran berlangsung melalui metode pembelajaran aktif, seperti diskusi kelompok, cerita budaya lokal, tanya jawab, dan praktik langsung. Integrasi nilai gotong royong, sopan santun, saling menghargai, kerja sama, kepedulian sosial, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan berkontribusi terhadap perkembangan positif kemampuan bekerja sama, empati, toleransi, komunikasi santun, dan tanggung jawab siswa. Implementasi pembelajaran didukung oleh kebijakan sekolah, dukungan kepala sekolah, program budaya sekolah, pembinaan guru, dan pemanfaatan fasilitas sekolah, namun masih terkendala keterbatasan waktu pembelajaran serta kurangnya bahan ajar berbasis kearifan lokal yang sistematis.