p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SEHAT
Mutia Nabila
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Padang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS DENGAN PENYAKIT PENYERTA Mutia Nabila; Ziva Elminora. G; Defniwita Yuska
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 3 No. 1 (2026): Medical Studies and Health Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/syg2fm09

Abstract

Gagal ginjal kronis (GGK) merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal secara progresif dan irreversible. Pasien GGK umumnya memiliki penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes melitus, anemia, dan gangguan kardiovaskular yang menyebabkan penggunaan obat kombinasi (polifarmasi). Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat yang dapat menurunkan efektivitas terapi dan meningkatkan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi interaksi obat pada pasien gagal ginjal kronis dengan penyakit penyerta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis pasien GGK yang menjalani hemodialisis. Analisis interaksi obat dilakukan menggunakan aplikasi drugs.com dan literatur Stockley's Drug Interactions. Interaksi obat dikategorikan berdasarkan tingkat keparahan menjadi mayor, moderat, dan minor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien GGK mengalami polifarmasi dengan rata-rata penggunaan 5-8 jenis obat per pasien. Potensi interaksi obat ditemukan pada sebagian besar pasien, dengan kategori interaksi terbanyak adalah interaksi moderat dan mayor. Interaksi obat yang paling sering terjadi melibatkan obat antihipertensi (ACEI/ARB), diuretik, dan NSAID (fenomena triple whammy), serta interaksi antara suplemen besi dengan obat lain. Pasien gagal ginjal kronis dengan penyakit penyerta memiliki risiko tinggi mengalami interaksi obat akibat polifarmasi. Diperlukan pemantauan terapi obat yang ketat dan kolaborasi interprofesional untuk mencegah Drug Related Problems (DRPs) dan meningkatkan keamanan serta efektivitas terapi.
HUBUNGAN TOBACCO TERHADAP INTERAKSI OBAT DAN METABOLISME ZAT GIZI Zaghwa Suad; Aliya Lathifah; Fittian Sunma Debora; Hanifa Rihhadatul ‘Aisya Aisya; Mutia Nabila; Naiva Lutfialifah Sadra; Rahma Aulia Fadilla; Resty Azizatul Zahra; Syaharani Fauziah; Tesalonika Tesalonika; Defniwita Yuska; Eva Yuniritha; Deri Andika Putra
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 3 No. 1 (2026): Medical Studies and Health Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/s94f8m51

Abstract

Merokok adalah salah satu faktor risiko kesehatan global yang berdampak pada fungsi organ tubuh dan juga mempengaruhi metabolisme obat serta zat gizi melalui mekanisme farmakokinetik dan farmakodinamik. Kandungan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) dalam asap rokok dapat menginduksi enzim sitokrom P450, terutama CYP1A2, sehingga mempercepat metabolisme beberapa obat seperti theophylline, propranolol, dan warfarin. Di samping itu, kebiasaan merokok juga dapat mempengaruhi penyerapan insulin melalui perubahan aliran darah di jaringan subkutan serta meningkatkan kebutuhan dosis terapi pada beberapa pasien. Interaksi antara rokok dan paracetamol tidak menunjukkan efek klinis yang signifikan, tetapi penggunaan jangka panjang tetap berpotensi meningkatkan risiko hepatotoksisitas. Di sisi lain, merokok berhubungan dengan perubahan metabolisme zat gizi makro, seperti karbohidrat, protein, dan lemak, yang dapat menyebabkan resistensi insulin, gangguan metabolisme lipid, serta peningkatan stres oksidatif yang berkontribusi terhadap risiko penyakit metabolik.  Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kebiasaan merokok terhadap interaksi obat, termasuk paracetamol, theophylline, warfarin, insulin, dan propranolol, serta dampaknya terhadap metabolisme zat gizi makro berdasarkan berbagai studi ilmiah terbaru. Hasil kajian menunjukkan bahwa merokok dapat mempengaruhi efektivitas terapi farmakologis dan kondisi metabolisme zat gizi, sehingga perlu menjadi perhatian dalam perencanaan terapi klinis dan intervensi gizi.