Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Manajemen Asuhan Kebidanan Komunitas di Wilayah Kerja Puskesmas Pengambiran, Kelurahan Kampung Jua Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang Arni Amir; Yulizawati Yulizawati; Mainiati Mainiati; Mutiara Miftahul Jannah; Sakina Munira; Haritsa Dwi Andriani
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v6i1.1701

Abstract

Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Indonesia, khususnya di Sumatra Barat, mengalami kemunduran signifikan pasca pandemi COVID-19, meningkatkan risiko Kejadian Luar Biasa (KLB). Rendahnya cakupan imunisasi di Kelurahan Kampung Jua Nan XX, Kota Padang, yang hanya 58,3%, memerlukan intervensi segera melalui pendekatan yang komprehensif. Manajemen Asuhan Kebidanan Komunitas bertujuan untuk mengidentifikasi akar permasalahan dan meningkatkan cakupan imunisasi di wilayah tersebut. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Manajemen Kebidanan Komunitas yang terdiri dari pengkajian, analisis data, perumusan diagnosis komunitas, perencanaan (POA), implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap 139 kepala keluarga. Intervensi utama meliputi konseling dan penyuluhan intensif, pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan tokoh agama dan kader, pemanfaatan grup WhatsApp untuk sistem recall, serta pelaksanaan layanan imunisasi langsung (action-oriented approach). Analisis akar masalah mengidentifikasi faktor penghambat utama, yaitu misinformasi, kecemasan akan efek samping (KIPI), dan peran dominan suami dalam pengambilan keputusan. Hasil ntervensi yang dilakukan berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat. Sebanyak 15 anak berhasil diimunisasi pada hari yang sama setelah penyuluhan, menunjukkan peningkatan kesadaran dan perubahan perilaku. Pesan kesehatan juga diperkuat dengan pemasangan poster edukatif di titik strategis. Kesimpulannya, Manajemen Asuhan Kebidanan Komunitas terbukti efektif sebagai strategi untuk meningkatkan cakupan imunisasi. Pendekatan holistik yang menggabungkan edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor berhasil mengatasi hambatan multidimensi. Kegiatan ini merekomendasikan pendekatan serupa untuk diterapkan di daerah dengan tantangan serupa guna mendukung pencapaian target kesehatan nasional.
Hubungan Unmet Need Dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Ginekologi yang Membutuhkan Perawatan Paliatif di RSUP Dr. M. Djamil Padang Mainiati Mainiati; Syamel Muhammad; Arina Widya Murni; Roza Sriyanti; Gestina Aliska; Tuti Lestari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59990

Abstract

Kanker ginekologi merupakan penyakit kronis yang memerlukan perawatan holistik, termasuk perawatan paliatif. Pelayanan kesehatan yang masih berfokus pada aspek kuratif menyebabkan beberapa kebutuhan belum terpenuhi. Kebutuhan yang tidak terpenuhi (unmet need) berpotensi menurunkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara unmet need dengan kualitas hidup pasien kanker ginekologi yang membutuhkan perawatan paliatif di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan pada Mei 2025-Juni 2026 dengan jumlah sampel 55 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner SCNS-SF34 dan EORTC QLQ-C30 dan dianalisis dengan uji Pearson dan Spearman. Hasil univariat menunjukkan dari lima domain, unmet need ditemukan pada domain kebutuhan psikologis, serta fisik dan aktivitas sehari-hari. Sedangkan pada domain kebutuhan sistem dan informasi kesehatan, dukungan dan perawatan serta seksual kebutuhan sudah terpenuhi. Kualitas hidup buruk ditemukan pada skala fungsional dan status kesehatan umum, sedangkan pada skala gejala kualitas hidup baik. Hasil bivariat menunjukkan ada hubungan unmet need domain kebutuhan psikologis dengan kualitas hidup pada skala fungsional (r = -0,527), skala gejala (r = 0,442), dan status kesehatan umum (r = -0,508). Selain itu, unmet need domain kebutuhan fisik dan aktivitas sehari-hari juga ada hubungan dengan kualitas hidup pada skala fungsional (r = -0,577), skala gejala (r = 0,546), dan status kesehatan umum (r = -0,522). Namun, tidak ada hubungan antara unmet need domain sistem dan informasi kesehatan, domain kebutuhan dukungan dan perawatan, serta domain seksual dengan kualitas hidup (p > 0,05). Kesimpulan penelitian ini, ada hubungan unmet need domain kebutuhan psikologis serta fisik dan aktivitas sehari-hari dengan kualitas hidup pasien kanker yang membutuhkan perawatan paliatif. Kata Kunci: kanker ginekologi, perawatan paliatif, unmet need, kualitas hidup.