Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Unmet Need Dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Ginekologi yang Membutuhkan Perawatan Paliatif di RSUP Dr. M. Djamil Padang Mainiati Mainiati; Syamel Muhammad; Arina Widya Murni; Roza Sriyanti; Gestina Aliska; Tuti Lestari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59990

Abstract

Kanker ginekologi merupakan penyakit kronis yang memerlukan perawatan holistik, termasuk perawatan paliatif. Pelayanan kesehatan yang masih berfokus pada aspek kuratif menyebabkan beberapa kebutuhan belum terpenuhi. Kebutuhan yang tidak terpenuhi (unmet need) berpotensi menurunkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara unmet need dengan kualitas hidup pasien kanker ginekologi yang membutuhkan perawatan paliatif di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan pada Mei 2025-Juni 2026 dengan jumlah sampel 55 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner SCNS-SF34 dan EORTC QLQ-C30 dan dianalisis dengan uji Pearson dan Spearman. Hasil univariat menunjukkan dari lima domain, unmet need ditemukan pada domain kebutuhan psikologis, serta fisik dan aktivitas sehari-hari. Sedangkan pada domain kebutuhan sistem dan informasi kesehatan, dukungan dan perawatan serta seksual kebutuhan sudah terpenuhi. Kualitas hidup buruk ditemukan pada skala fungsional dan status kesehatan umum, sedangkan pada skala gejala kualitas hidup baik. Hasil bivariat menunjukkan ada hubungan unmet need domain kebutuhan psikologis dengan kualitas hidup pada skala fungsional (r = -0,527), skala gejala (r = 0,442), dan status kesehatan umum (r = -0,508). Selain itu, unmet need domain kebutuhan fisik dan aktivitas sehari-hari juga ada hubungan dengan kualitas hidup pada skala fungsional (r = -0,577), skala gejala (r = 0,546), dan status kesehatan umum (r = -0,522). Namun, tidak ada hubungan antara unmet need domain sistem dan informasi kesehatan, domain kebutuhan dukungan dan perawatan, serta domain seksual dengan kualitas hidup (p > 0,05). Kesimpulan penelitian ini, ada hubungan unmet need domain kebutuhan psikologis serta fisik dan aktivitas sehari-hari dengan kualitas hidup pasien kanker yang membutuhkan perawatan paliatif. Kata Kunci: kanker ginekologi, perawatan paliatif, unmet need, kualitas hidup.
PROFIL PASIEN PRIMARY ANGLE CLOSURE GLAUCOMA (PACG) DI POLIKLINIK MATA RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2018-2022 Hanifah Farhatal 'Aisy; Fitratul Ilahi; Yusri Dianne Jurnalis; Hendriati Hendriati; Tuti Lestari; Lili Irawati
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 10 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Oktober 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v3i10.3099

Abstract

PACG is an ophthalmic emergency caused by increased intraocular pressure due to the closure or obstruction of the anterior chamber angle in the absence of any underlying pathology. Objective: To determine the profile of PACG patients at RSUP Dr. M. Djamil Padang from 2018 to 2022. Methods: This study used a cross-sectional design. Data collection employed total sampling, adhering to inclusion and exclusion criteria. The study population consisted of 32 patients, based on medical records from 2018–2022. Results: The majority of PACG patients were aged ≥40 years (84%) and female (64%). with no significant difference between employed and unemployed patients; nearly all patients had no family history (92%); all patients had hyperopia (100%); 96% had Van Herick grade 1–2; the majority had an IOP >21 mmHg (72%); and 44% were unilaterally blind. Conclusion: Patients were women aged ≥40 years; there was no significant difference between employed and unemployed patients; and almost all patients had no family history. Hyperopia was present, and many patients had Van Herick grade 1–2, IOP >21 mmHg, and unilateral blindness.