Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kesantunan Berbahasa dan Tindak Tutur Pegawai Toko di Plaza Medan Fair Amanda Fayrisha Nasution; Dinda Syakira; Belia Mutiara Br. Depari; Muhammad Ibnu Adani; Vincjae Lestari Surbakti
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kesantunan berbahasa dan jenis tindak tutur yang digunakan pegawai toko dalam interaksi pelayanan konsumen di Plaza Medan Fair. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa menyimak, wawancara, dan pencatatan pada lima toko, yaitu Stroberi, Oh Some, Teh Poci, Miniso, dan Matahari. Landasan teori yang digunakan adalah teori tindak tutur Searle (1979) dan prinsip kesantunan berbahasa menurut Rahardi (2018) dan Pranowo (2015). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pegawai toko menggunakan empat jenis tindak tutur, yaitu direktif, representatif, ekspresif, dan komisif. Tindak tutur direktif merupakan jenis yang paling dominan, diikuti tindak tutur representatif, ekspresif, dan komisif. Terdapat perbedaan yang signifikan dalam kualitas penggunaan tindak tutur antarpegawai toko. Pegawai Matahari dan Teh Poci menunjukkan pola komunikasi yang paling efektif dengan menggabungkan berbagai jenis tindak tutur secara aktif, hangat, dan profesional, sedangkan pegawai Stroberi menunjukkan pola komunikasi yang paling terbatas dengan minimnya inisiatif dan ekspresi keramahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan bahasa yang santun dan komunikatif berpengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan konsumen dan kepuasan berbelanja.
Model Penilaian Dengan Pendekatan Paradigma Kurikulum Merdeka Belia Mutiara Aprili Br Depari; Berlianta Saragih; Enjel Mitra Wati Hulu; Meiriati Simanjuntak; Muhammad Ibnu Adani; Vinc Jae Lestari Surbakti
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8630

Abstract

Penerapan Kurikulum Merdeka membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan di Indonesia, di mana fokus pembelajaran kini bergeser dari guru menjadi berpusat pada siswa. Perubahan paradigma ini menuntut sistem penilaian (asesmen) yang tidak lagi sekadar mengukur hasil akhir, melainkan berfungsi sebagai alat untuk mendukung proses perkembangan belajar siswa secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam tentang integrasi model penilaian berbasis paradigma baru dalam Kurikulum Merdeka, khususnya dalam mengidentifikasi jenis, fungsi, serta bagaimana kompetensi guru memengaruhi keberhasilan implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), yang mengandalkan analisis isi terhadap berbagai jurnal ilmiah dan dokumen regulasi pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa model penilaian dalam Kurikulum Merdeka wajib mengintegrasikan tiga jenis asesmen secara terpadu. Pertama, asesmen diagnostik di awal pembelajaran untuk memetakan kesiapan, minat, dan karakteristik unik siswa. Kedua, asesmen formatif di sepanjang proses pembelajaran untuk memantau perkembangan belajar sekaligus memberikan umpan balik langsung bagi siswa dan guru. Ketiga, asesmen sumatif di akhir periode pembelajaran yang dilakukan secara autentik melalui berbagai bentuk seperti proyek, portofolio, maupun unjuk kerja untuk mengukur ketercapaian tujuan belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggabungan ketiga jenis asesmen ini secara seimbang mampu menciptakan ekosistem belajar yang efektif, bermakna, dan humanis sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara. Keberhasilan model ini sangat ditentukan oleh kesiapan dan peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan dalam merancang penilaian yang inovatif.