Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Information and Communication Technology dan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Aulia Azizatul Hidayah; Ani Cahyadi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Kecerdasan Buatan (AI) telah membawa perubahan signifikan pada dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penggunaan teknologi digital mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih efektif, interaktif, fleksibel, dan berpusat pada siswa. Studi ini bertujuan untuk menganalisis tren perkembangan TIK dan AI dalam pendidikan, mengidentifikasi potensi dan tantangan implementasi AI dalam pembelajaran PAI, dan meneliti penggunaan gamifikasi dan pembelajaran adaptif sebagai strategi inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Studi ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki potensi besar untuk mendukung personalisasi pembelajaran, memfasilitasi evaluasi, dan menyediakan media pembelajaran interaktif dalam PAI. Namun, implementasinya menghadapi beberapa tantangan, seperti rendahnya literasi digital guru, keterbatasan infrastruktur, isu etika, dan pentingnya menjaga nilai-nilai Islam. Selain itu, penerapan gamifikasi dan pembelajaran adaptif telah terbukti meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, integrasi TIK, AI, gamifikasi, dan pembelajaran adaptif perlu dikembangkan secara bijaksana dan seimbang agar dapat mendukung pembelajaran PAI yang inovatif tanpa menghilangkan peran guru sebagai pembangun karakter dan penanam nilai-nilai agama.
Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI Melalui Kepemimpinan Instruksional dalam Menghadapi Tantangan Zaman (Era Digital) Noor Syifa Azkia Rahmah; Aulia Azizatul Hidayah; Aprina Noor Latifah; Suriagiri
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1991

Abstract

Dunia pendidikan saat ini sedang berada di era perkembangan teknologi yang sangat cepat sehingga informasi dapat diakses secara instan, masif, dan tidak terbatas dan hal ini juga berdampak pada dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepemimpinan instruksional kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di tengah tantangan era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan mengumpulkan, menyaring, dan menganalisis berbagai literatur ilmiah dan referensi yang sesuai topik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan instruksional yang adaptif di era digital memerlukan transformasi peran kepala sekolah dari sekadar administrator menjadi penggerak inovasi teknologi. Peningkatan kualitas pembelajaran PAI dicapai melalui pembinaan guru PAI, pengawasan dalam pembelajaran PAI, memfasilitasi pelatihan kompetensi teknologi bagi guru PAI, dan memberi teladan nilai-nilai keislaman. Kepala sekolah yang menjalankan peran instruksionalnya secara efektif mampu mendorong guru PAI mengembangkan metode pengajaran yang variatif dan relevan dengan karakteristik generasi digital. Sinergi antara kepemimpinan instruksional yang kuat dan pemanfaatan teknologi yang bijak menjadi kunci utama dalam menjaga mutu serta relevansi pendidikan Islam di era modern.
Unsur-unsur Pendidikan dalam Hadis Muslim Aulia Azizatul Hidayah; Hairul Hudaya
La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 18 No. 1 (2026): La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Institut Agama Islam Bakti Negara Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62490/latahzan.v18i1.1708

Abstract

This study examines the educational elements found in Muslim Hadith, one of the most authoritative sources of Islamic teachings that contains essential pedagogical values and practices of the Prophet Muhammad The core problem discussed is how the traditions in Muslim Hadith illustrate the aims of education, the characteristics of educators and students, the structure of learning materials, and the instructional methods applied by the Prophet. This research employs a qualitative approach using a literature study method through textual analysis of hadiths and conceptual interpretation of scholarly works related to Islamic education. The findings reveal that Muslim Hadith presents educational goals emphasizing sound creed, the balance between knowledge and ethics, the cultivation of moderate character, and social responsibility through the transmission of good deeds (sunnah hasanah). Educators are depicted as knowledgeable, trustworthy, and exemplary figures, while students are expected to possess proper manners, critical awareness, and caution in interpreting religious texts. The learning materials highlight a gradual understanding of muhkamat and mutashabihat verses, supported by intellectual and ethical discipline. The identified educational methods include exemplary teaching, vigilance against interpretative deviation, consultation, realistic learning, and temporary cessation when misunderstanding arises. The study concludes that the educational values embedded in Sahih Muslim remain highly relevant for strengthening contemporary Islamic education that integrates knowledge, character, and spirituality.
Lamut dan Madihin sebagai Media Pewarisan Nilai Filosofis dan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal dalam Budaya Banjar Aulia Azizatul Hidayah; Zulfa Jamalie
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i1.4131

Abstract

Kesenian tradisional merupakan bagian penting dari kebudayaan yang merefleksikan nilai, identitas, dan cara pandang masyarakat terhadap kehidupan. Dalam masyarakat Banjar, kesenian tutur seperti Lamut dan Madihin tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai moral, sosial, dan religius yang berakar pada tradisi lokal dan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesenian Lamut dan Madihin sebagai seni tutur tradisional masyarakat Banjar ditinjau dari aspek sejarah, makna filosofis, identitas budaya, serta nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka melalui analisis terhadap buku, artikel jurnal ilmiah, dan literatur relevan lainnya. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan cara mengkaji, mengelompokkan, dan mensintesis isi literatur sesuai dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lamut dan Madihin memiliki peran strategis sebagai media pewarisan nilai budaya dan pembentukan karakter masyarakat Banjar. Kedua kesenian ini merefleksikan pandangan hidup yang menekankan keseimbangan antara aspek duniawi dan spiritual. Nilai-nilai moral, religius, dan sosial disampaikan melalui cerita, pantun, simbol, serta humor yang komunikatif dan mudah diterima oleh masyarakat. Selain itu, proses akulturasi budaya dalam Lamut dan Madihin memperlihatkan kemampuan masyarakat Banjar dalam mempertahankan jati diri budaya sekaligus menyesuaikannya dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, Lamut dan Madihin memiliki relevansi sebagai media pendidikan karakter berbasis kearifan lokal yang perlu dilestarikan dan dikembangkan dalam konteks pendidikan formal maupun nonformal
Landasan Filosofis Pendidikan Islam Aulia Azizatul Hidayah; Ani Cahyadi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam merupakan pilar penting dalam membentuk peradaban manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Dalam perspektif Islam, pendidikan tidak hanya dipahami sebagai proses transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai upaya komprehensif untuk mengembangkan seluruh potensi manusia secara seimbang, baik aspek intelektual, spiritual, moral, maupun sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji landasan filosofis pendidikan Islam yang meliputi aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi, serta menelaah relevansinya dalam desain pembelajaran berbasis nilai-nilai dasar Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari sumber primer berupa Al-Qur’an dan Hadis, serta sumber sekunder berupa buku dan artikel jurnal ilmiah yang relevan dengan tema filsafat pendidikan Islam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan filosofis dan konseptual. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa ontologi pendidikan Islam memandang manusia sebagai makhluk berakal dan beriman yang membutuhkan pendidikan, epistemologi pendidikan Islam menegaskan bahwa ilmu bersumber dari wahyu, akal, dan pengalaman, sedangkan aksiologi menekankan tujuan pendidikan untuk membentuk manusia berilmu, berakhlak mulia, dan berorientasi pada kebahagiaan dunia dan akhirat. Selain itu, nilai-nilai dasar Islam seperti tauhid, ibadah, akhlak, kemanusiaan, dan keseimbangan menjadi fondasi penting dalam desain pembelajaran pendidikan Islam. Dengan demikian, pendidikan Islam hadir sebagai sistem yang komprehensif dan relevan dalam menjawab tantangan pendidikan modern tanpa meninggalkan nilai-nilai ilahiah
Paradigma Integrasi Ilmu dalam Pembelajaran PAI di Madrasah Aulia Azizatul Hidayah; Salamah Salamah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut adanya pembelajaran yang mampu mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu agar peserta didik memiliki pemahaman yang holistik dan kontekstual. Dalam Pendidikan Agama Islam (PAI), pembelajaran masih cenderung bersifat normatif dan kurang terhubung dengan realitas kehidupan, sehingga diperlukan pendekatan integratif melalui interdisciplinary, transdisciplinary, serta kurikulum integratif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep interdisciplinary dan transdisciplinary, integrasi PAI dengan sains dan ilmu sosial, serta model kurikulum integratif di madrasah. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai jurnal, buku, dan sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan interdisipliner dan transdisipliner mampu menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dengan menghubungkan berbagai disiplin ilmu dalam memahami permasalahan kehidupan. Integrasi PAI dengan sains dan ilmu sosial juga memberikan manfaat dalam membentuk cara berpikir kritis, kesadaran spiritual, dan kepedulian sosial peserta didik. Selain itu, kurikulum integratif di madrasah menjadi solusi dalam mengatasi dikotomi ilmu melalui penggabungan aspek pengetahuan, nilai, dan keterampilan dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, integrasi ilmu dalam PAI dapat mendukung terbentuknya peserta didik yang memiliki keseimbangan intelektual, spiritual, dan sosial sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.
Analisis Karakteristik Materi Pai Bidang Akidah Akhlak Di Berbagai Jenjang Pendidikan Noor Syifa Azkia Rahmah; Ghina Sofia Mahfuzah; Aulia Azizatul Hidayah; Hasni Noor
Jurnal Pendidikan, Sains Dan Teknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpst.v4i4.3798

Abstract

The rising cases of juvenile delinquency in Indonesia, such as theft, assault, drug abuse, and youth brawls, highlight a growing concern for society, particularly in preserving moral values among the younger generation. As the majority of Indonesians are Muslims, instilling moral values is crucial, one of which is through Islamic Religious Education (PAI). PAI plays a central role in shaping the character, morality, and spirituality of students. The Akidah Akhlak (faith and morality) component in PAI, which addresses the foundation of faith and ethics in daily life, is vital to the success of Islamic education. Akidah Akhlak is taught progressively from Primary School to University levels, with characteristics and approaches adapted to the cognitive, psychological, and social development of students at each level. This study aims to analyze the characteristics of Akidah Akhlak materials across various educational stages, ensuring their alignment with students' developmental needs and contributing to reducing juvenile delinquency. The results show that Akidah Akhlak is systematically designed, focusing on basic faith and good character habits in primary education, expanding on social and moral aspects in secondary education, applying Islamic ethics in society at the senior level, and offering more complex discussions at the university level. The material at each stage aims to produce individuals who are not only intellectually competent but also spiritually strong and morally sound.