Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendekatan Hexahelix Terhadap Manajemen Bencana Daerah dalam Sistem Peringatan Din dan Pemulihan Pasca Bencana Fathurrahman Hariri; Muhammad Luthfi; Afrijal Afrijal
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada mengkaji mekanisme kolaborasi dengan menggunakan pendekatan hexahelix dalam menanggulangi bencana daerah. Berfokus pada tahap peringatan dini serta pemulihan pascabencana. Permasalahan yang terdapat pada kerja sama antar berbagai pihak yang belum bisa menyatu, yang diamana aktor-aktor yang terlibat belum bisa saling meneriama berbagai perbedaan pendapat, sehungga hasil kerja sama yang dilaksanakan belum efektif, dan juga belum bisa menciptakan suatu solusi untuk permasalahan yang ada. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur, yang dimana penuls mengumpulkan referensi/data dari berbagai karya ilmiah yang berkaitan dengan manajemen bencana dan cara kerja sama antar berbagai aktor. Dari pengumpulan referensi dari berbagai karya ilmiah, penulis mencoba untuk melihat bagaimana cara kerja antar aktor dengan pendekatan hexahelix ini, yang dimana melibatkan pemerintah, swasta, akademisi, masyarakat, media massa, dan aturan hukum yang dapat membuat sistem kerja sama ini menjadi lebih jelas dan mudah dimengerti oleh masyarakat.
Budaya Kekeluargaan dan Normalisasi Nepotisme di Institusi Publik Indonesia: Sebuah Tinjauan Literatur Ihsan Hidayatullah; Afrijal Afrijal; Fathurrahman Hariri; Muhammad Desrian Hafizh Okfin; Humairah Fatin Sausan
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/pxdhvf63

Abstract

Korupsi masih menjadi tantangan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas di Indonesia. Kajian antikorupsi selama ini lebih banyak menitikberatkan pada aspek hukum dan kelembagaan, sedangkan faktor sosial dan budaya yang memengaruhi persistensi korupsi masih relatif kurang mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara budaya kekeluargaan, normalisasi nepotisme, dan budaya korupsi dalam institusi publik Indonesia. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan kualitatif terhadap 32 artikel ilmiah yang diperoleh dari Google Scholar, Garuda, dan Directory of Open Access Journals (DOAJ) periode 2020-2025. Data dianalisis menggunakan qualitative synthesis untuk mengidentifikasi pola dan hubungan antarkonsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya kekeluargaan pada dasarnya merupakan modal sosial yang memperkuat solidaritas. Namun, ketika hubungan kekerabatan lebih diutamakan daripada sistem merit dan profesionalisme, nilai tersebut berpotensi mengalami distorsi menjadi praktik nepotisme yang berakar. Pengulangan praktik tersebut yang disertai pembenaran sosial mendorong normalisasi dalam organisasi dan meningkatkan risiko terbentuknya budaya korupsi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa normalisasi nepotisme menjadi mekanisme yang menjembatani hubungan antara budaya kekeluargaan dan budaya korupsi. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan sistem merit, integritas, dan budaya organisasi sebagai bagian dari strategi pencegahan korupsi.